Jakarta— Kemudahan akses, transparansi proses, dan kepastian waktu menjadi fokus Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peluncuran Sistem Akses Pelayanan yang Adaptif (SAPA) Diktisaintek oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto secara daring, Rabu (28/10).
SAPA Diktisaintek merupakan portal terintegrasi yang memudahkan masyarakat mengakses berbagai layanan Kemdiktisaintek melalui satu pintu. Melalui enam segmen layanan, portal ini menghadirkan akses ke 48 layanan dalam satu platform digital. Pada tahap awal, 11 layanan prioritas disiapkan untuk memudahkan pengguna memperoleh informasi dan mengajukan permohonan layanan.
Pengguna dapat mengetahui standar layanan, persyaratan, tahapan proses, dan unit penanggung jawab sebelum mengajukan permohonan. Portal ini juga dilengkapi fitur pelacakan (tracking) untuk memantau perkembangan pengajuan, sehingga pengguna dapat mengikuti proses layanan dengan lebih praktis dan transparan.
Dalam sambutannya, Menteri Brian menegaskan bahwa pelayanan publik harus mengutamakan kemudahan dan keterbukaan. Informasi mengenai persyaratan serta proses layanan perlu disampaikan secara jelas, termasuk kepastian waktu penyelesaian, agar pengguna dapat mengetahui tahapan yang harus dilalui.
“Jadi saya selalu sampaikan di setiap kesempatan, marilah kita bersama-sama memudahkan berbagai layanan. Tidak perlu disembunyikan persyaratannya. Tidak perlu juga tidak bisa diketahui kapan akan diumumkan, kapan akan selesai prosesnya. Semuanya harus transparan,” ujar Menteri Brian.
Mendiktisaintek menyampaikan tiga perubahan yang perlu menjadi arah peningkatan pelayanan di lingkungan Kemdiktisaintek, yakni akses yang lebih sederhana, proses yang lebih transparan, serta pelayanan yang lebih responsif dan terpercaya. Menurutnya, pelayanan yang baik juga perlu mengurangi kebutuhan pengguna untuk datang langsung ke kantor apabila proses dapat diselesaikan secara daring.
“Kalau masih ada dosen kita, tenaga pendidik kita yang mengurus sesuatu harus datang ke lokasi, berarti layanan kita belum baik,” kata Menteri Brian.
Mendiktisaintek juga menekankan pentingnya penyederhanaan proses administrasi melalui pemanfaatan dan integrasi data. Serta mendorong agar pengguna tidak perlu berulang kali menyerahkan dokumen yang datanya telah tersedia dalam sistem pemerintah, termasuk data yang berkaitan dengan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti). Upaya integrasi tersebut perlu terus dikembangkan dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku serta keamanan dan perlindungan data pribadi.
Selain pembenahan sistem, Menteri Brian mengajak seluruh jajaran Kemdiktisaintek untuk terbuka terhadap masukan dan pengaduan pengguna. Mendiktisaintek secara khusus menitipkan pesan kepada Sekretaris Jenderal dan unit terkait agar pengaduan ditindaklanjuti sebagai bahan evaluasi dan perbaikan pelayanan. Masukan dari dosen, tenaga kependidikan, dan sivitas akademika lainnya diharapkan dapat membantu kementerian mengidentifikasi kendala dan meningkatkan kualitas layanan.
“Bapak-Ibu silakan kalau ada pengaduan-pengaduan, karena fungsi kami di Kementerian itu adalah melayani Bapak-Ibu sekalian, ujung tombak kemajuan IPTEK, kemajuan sains, kemajuan pembangunan sumber daya manusia,” tutur Mendiktisaintek.
Mendiktisaintek turut mendorong Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) untuk meningkatkan kualitas pelayanan daring agar layanan semakin mudah dijangkau dan prosesnya lebih efisien. Brian menegaskan bahwa penyederhanaan layanan bukan berarti menurunkan persyaratan. Sebaliknya, ketika pengguna telah memenuhi ketentuan yang berlaku, layanan perlu diberikan secara jelas dan tepat.
Peluncuran SAPA Dikti Saintek menjadi bagian dari upaya Kemdiktisaintek dalam mendukung semangat Diktisaintek Berdampak. Pelayanan administrasi yang mudah, transparan, dan responsif diharapkan dapat mendukung sivitas akademika dalam menjalankan tugas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Pengembangan portal akan dilakukan secara bertahap, termasuk penyempurnaan informasi prosedur, kepastian waktu layanan, kanal bantuan dan pengaduan, serta penguatan keamanan dan perlindungan data pribadi. Kemdiktisaintek juga mendorong pengguna untuk menyampaikan masukan agar pengembangan layanan dapat terus disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
Menteri Brian berharap peluncuran SAPA Diktisaintek menjadi langkah awal dalam menghadirkan pelayanan yang semakin sederhana, transparan, dan responsif bagi seluruh sivitas akademika di Indonesia.
“Semoga peluncuran ini menjadi awal dari pelayanan Kemdiktisaintek yang semakin sederhana, semakin transparan, responsif, dan benar-benar berdampak bagi para penggunanya, yaitu seluruh sivitas akademika di seluruh wilayah Indonesia,” pungkasnya.
Melalui SAPA Diktisaintek, Kemdiktisaintek mendorong terwujudnya pelayanan yang lebih mudah diakses dan informatif dalam satu portal. Sejalan dengan semangat “Melayani Lebih Mudah, Berdampak Lebih Nyata,” inisiatif ini diharapkan memperkuat perbaikan pelayanan publik secara berkelanjutan sekaligus mendukung pelaksanaan Diktisaintek Berdampak.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak




