Surabaya-Puluhan perguruan tinggi dari berbagai daerah memamerkan keunggulan dan inovasi berbagai sektor dalam Expo Pendidikan Tinggi rangkaian Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia (KPPTI) 2025 atau Indonesia Higher Education Summit (IHES) yang digelar Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) di Graha Universitas Negeri Surabaya, Rabu (19/11).
Salah satu inovasi menarik hadir di booth Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi (Ditjen Saintek) yakni AI-Block Design Tes. Pengembang inovasi, Adnan Rachmat Anom Besari menjelaskan bahwa AI-Block Design Tes merupakan sistem test ‘visual-spasial’ berbasis permainan tradisional yang dikombinasikan dengan kecerdasan artifisial untuk memantau perkembangan mental dan kognitif anak.Permainan tradisional yang digunakan yaitu egrang, dan menyusun balok (kubus) berdasarkan pola tertentu. Anak-anak yang bermain permainan tradisional tersebut dipantau perkembangannya melalui sistem asesmen berbasis AI.
“Kami ingin menjadikan permainan tradisional melampaui hiburan, yaitu sebagai instrumen yang mengukur kecerdasan dan untuk mendeteksi penurunan fungsi kognitif (brain root) pada anak,” ujar Dosen Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) itu.
Adnan menambahkan bahwa inovasi dari program ‘Otak-Atik’ tersebut sudah bekerja sama dengan Kampoeng Dolanan Surabaya. Mustofa atau Cak Mus dari Kampoeng Dolanan Surabaya mengapresiasi kehadiran inovasi tersebut.
Menurutnya, inovasi ini dapat memperkuat gerakan pelestarian permainan tradisional. “Permainan tradisional tidak hanya soal budaya, tetapi juga membangun kemampuan kognitif anak. Melalui riset ini kami senang, karena bisa melakukan pencegahan dini brain drop pada anak,” ungkapnya.
Ia berharap, inovasi AI-Block Design Tes tidak berhenti di situ, tetapi bisa terus dikembangkan, sehingga nantinya tidak hanya asesmen yang dihasilkan, tetapi juga ada rekomendasi berupa tindak lanjut yang dapat dilakukan orang tua atau guru.
Selain itu, terdapat pula inovasi bidang kesehatan yang dipamerkan Universitas Mega Buana (UMB) Palopo, Sulawesi Selatan yaitu sebuah aplikasi yang dirancang untuk untuk mencegah stunting.
Dosen Prodi Ilmu Keperawatan, UMB Palopo yang juga pengembang aplikasi, Fadli menjelaskan bahwa aplikasi stunting tersebut dirancang sebagai media edukasi dan pemantauan kesehatan ibu hamil, balita, serta keluarga untuk mencegah risiko stunting sejak dini.
“Aplikasi ini hasil dari kolaborasi kami dengan dinas kesehatan dan puskesmas setempat. Jadi, aplikasi ini selain bisa untuk digunakan orang tua, juga untuk kader posyandu yang memudahkan mereka memantau perkembangan ibu dan anak,” paparnya.
Ia menambahkan bahwa aplikasi yang dalam tahap pengembangan lebih lanjut tersebut memiliki sejumlah manfaat, di antaranya dapat memantau status gizi balita dan ibu hamil, serta memberikan informasi tentang gizi, sanitasi, dan pola asuh yang sehat.
Selain itu aplikasi ini juga dapat diatur sebagai pengingat jadwal posyandu dan imunisasi bagi ibu hamil dan orang tua. “Inovasi ini sebagai komitmen kampus untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan mengatasi masalah stunting di masyarakat. Harapannya, aplikasi ini bisa bermanfaat bagi masyarakat,” harap Fadli.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak
#Kampustransformatif
#KPPTI2025






