Ini Dia Jawara Baru ONMIPA 2026, dari Surabaya Menuju Pentas Dunia

Kabar

12 June 2026 | 15.45 WIB

 Ini Dia Jawara Baru ONMIPA 2026, dari Surabaya Menuju Pentas Dunia

Surabaya - Rangkaian kompetisi bergengsi Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi (ONMIPA-PT) 2026 resmi mencapai puncaknya. Setelah beradu gagasan dan kemampuan analitis yang ketat dan sengit, ajang tahunan berskala nasional ini ditutup dengan prosesi penganugerahan (awarding) bagi para jawara sains. Malam penganugerahan tersebut berlangsung di Aula Garuda Mukti, Kampus MERR-C Universitas Airlangga (UNAIR), pada Kamis (11/6/2026).


Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Beny Bandanadjaja menyampaikan apresiasi dan rasa bangganua kepada para finalis dan juara.


“Saya melihat adik-adik mahasiswa yang ada di sini merupakan para juara yang sudah melewati proses yang panjang. Jadi buktikan di suatu hari Anda bisa membuat pengembangan ilmu yang lebih baik lagi,” ujarnya.

Beny juga mengamini adanya peluang bagi mahasiswa peraih medali ONMIPA untuk mendapatkan beasiswa seperti LPDP. Ia berharap, para talenta sains berbakat tersebut dapat melanjutkan pendidikan setinggi mungkin, baik di Indonesia maupun di mancanegara.


“Hasil ini bagian dari prestasi, portofolio, dan itu saya yakin akan berguna untuk masa depan. Salah satunya dengan menjadikan gelar juara ONMIPA ini sebagai upaya untuk bisa melanjutkan ke jenjang selanjutnya di tempat yang lebih baik,” katanya.


Pada kesempatan yang sama, Direktur Kemahasiswaan Unair, Eko Supeno menyampaikan rasa bangga dan suka citanya pada daya juang para peserta dari Sabang sampai Merauke, yang terus bertahan hingga malam penganugerahan. Ia menuturkan bahwa ONMIPA adalah wujud pembuktian kapasitas keilmuan mereka yang sesungguhnya di hadapan masyarakat. 

“Sampaikan keahlian saudara pada dunia. Sehingga dunia bisa merasakan nilai manfaat dari gemblengan, bimbingan, ujian, persaingan, kompetisi, tangisan, persahabatan di antara kalian bahwa saudara adalah anak muda Indonesia yang hebat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Eko mengimbau para finalis dan juara tidak hanya memandang ONMIPA sebatas pada kompetisi dan nilai hadiah yang diberikan. Menurutnya, ONMIPA memiliki arti lebih besar. Yaitu tempat bagi mahasiswa untuk menunjukkan keahlian dan dampak mereka pada masyarakat.

“Kompetisi ini kami harapkan tidak semata sebagai persaingan. Bahwa saudara sebagai juara harus punya impact dan manfaat. Jangan dinilai dari besar penghargaannya tapi kapasitas yang Anda miliki untuk memberikan manfaat untuk negara ini,” tegasnya.

Deretan Juara ONMIPA

Pada ONMIPA 2026, Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil merebut posisi juara umum. Di bidang Fisika, 2 emas, 2 perak, 1 perunggu. Di bidang Biologi, mereka meraih 3 perak, 1 perunggu. Sementara di bidang Kimia, ITB meraih 1 perak, 3 perunggu, 1 honorable mention. Dan di bidang Matematika, mereka mendapatkan 2 perak dan 2 honorable mention.

Berikut perolehan medali ONMIPA 2026.

MEDALI EMAS

Bidang Biologi

  1. Reyhan Patera Pramudya (Universitas Diponegoro)
  2. Al Davi Muhammad Azriel Firdaus (Universitas Airlangga)
  3. Karina Raihana Salsabila (Universitas Gadjah Mada)

Bidang Fisika

  1. Daffa Virwandy (Institut Teknologi Bandung)
  2. Kevancea Ikea Djunaedi (Institut Teknologi Bandung)
  3. Arfian Rafi Pradana (Institut Teknologi Sepuluh Nopember)

Bidang Kimia

  1. Andhika Fathurrohman (Institut Teknologi Sepuluh Nopember)
  2. Sultan El Shirazy (Universitas Indonesia)
  3. Aryo Razak (Universitas Indonesia)

Bidang Matematika

  1. Wilbert Leonard Harriman (Universitas Presiden)
  2. Fajar Arif Shodiqin (Universitas Gadjah Mada)
  3. Muhammad Gian Gymnas Al Alim (Universitas Hasanuddin)

MEDALI PERAK

Bidang Biologi

  1. Shata Juangsar Daedo (Institut Teknologi Bandung)
  2. Theodore Marvel Suranton (Institut Teknologi Bandung)
  3. Ida Ayu Bulan Putri Ahilya (Universitas Diponegoro)
  4. Ikhwanul Muslim (Institut Teknologi Bandung)
  5. Ganang Fattahuddien Attar (Universitas Gadjah Mada)

Bidang Fisika

  1. Muhammad Dakita Arfa Alfaritsi (Institut Teknologi Bandung)
  2. Muhammad Syamsuddiin (Institut Teknologi Bandung)
  3. Kenny Imam Mahardika (Universitas Katolik Parahyangan)
  4. Adika Rasendriya Arya Putra (Institut Teknologi Sepuluh Nopember)
  5. Chanio Chai (Universitas Negeri Jakarta)

Bidang Kimia

  1. Muhammad Rakhaa Qeyva Arman (Universitas Indonesia)
  2. Rafif Dista Serano (Universitas Gadjah Mada)
  3. Naufal Attalla Maadjid (Institut Teknologi Bandung)
  4. Jordy Santosa (Universitas Surabaya)
  5. M. Asyiq Manarul Hidayah (Universitas Gadjah Mada)

Bidang Matematika

  1. Bunayya Dufadilin Haqqi Syabani (Institut Teknologi Bandung)
  2. Syailendra Surya Soesilo (Universitas Brawijaya)
  3. Muhammad Faran Aiki (Institut Teknologi Bandung)
  4. M. Rival Faiz Faturohman (Universitas Diponegoro)
  5. Muhammad Novrizal Akmal (Universitas Padjadjaran)


MEDALI PERUNGGU

Bidang Biologi

  1. Giovanni Apta Chandrawinata (Universitas Jember)
  2. Muhammad Pangestu Abdila (Universitas Andalas)
  3. Jordan Ariel Indarta (Universitas Bio Scientia Internasional Indonesia)
  4. Aisha Nurfadhilla (Institut Pertanian Bogor)
  5. Marcellinus Ariel Tanjungan (Institut Teknologi Bandung)
  6. Shaldhan Bayu Yuska (Universitas Ahmad Dahlan) 
  7. Muhammad Zacky Rilsan (Universitas Andalas)

Bidang Fisika

  1. Juan Tegar Augusta (Institut Teknologi Bandung)
  2. Muhammad Farros Hamka (Universitas Gadjah Mada)
  3. Riva Rizkiana Ramadhani (Institut Teknologi Sepuluh Nopember)
  4. Mohammad Fajar Maulid (Universitas Gadjah Mada)
  5. Rafi Suryo Saputro (Universitas Indonesia)
  6. Imaduddin Akmal (Universitas Gadjah Mada)
  7. Syamsul Ma’Arif (Universitas Gadjah Mada)

Bidang Kimia

  1. Ziyadatul Ilma (Institut Teknologi Bandung)
  2. Muhamad Galang Lifaldin (Institut Pertanian Bogor)
  3. Muhammad Fauzan Ramadhan (Institut Teknologi Bandung)
  4. Jonathan Aaron Gunawan (Universitas Gadjah Mada)
  5. Jason Jayawinata (Universitas Indonesia)
  6. Arya Naufal Sihaloho (Institut Pertanian Bogor)
  7. Richie Blessing Trisnajaya (Institut Teknologi Bandung

Bidang Matematika

  1. Almaas Sulthonu Alandra (Universitas Indonesia)
  2. Elizabeth Loretta Willyanta (Universitas Indonesia)
  3. Irfan Hanif Yamashita (Universitas Indonesia)
  4. Muadz (Universitas Sebelas Maret)
  5. Faiq Pramatya Murdiyanto (Universitas Gadjah Mada)
  6. La Ode Abdul Aziz (Universitas Hasanuddin)
  7. Miftahul Huda (Institut Teknologi Sepuluh Nopember)

HONORABLE MENTION

Bidang Biologi

  1. Muhammad Iqbal Taufani (Universitas Airlangga)
  2. Eugenia Callista (Universitas Lampung)
  3. Febi Febianti (Universitas Andalas)
  4. Ni Made Lisa Candra Anggun Nita (Universitas Udayana)
  5. Priskila Gracia (Universitas Negeri Yogyakarta)

Bidang Fisika

  1. Michael Putra Nababan (Institut Teknologi Sepuluh Nopember)
  2. Ahmad Amartia Nurfiqri (Universitas Indonesia)
  3. Musaddad (Universitas Andalas)
  4. Zulfa Siti Zakia (Universitas Jenderal Soedirman)
  5. Kuncoro Nugroho Sakti Muhyi Mustafa (Universitas Indonesia)

Bidang Kimia

  1. Muhammad Naufal Khotmi Ramadhan Ashari Jaya Sudrajat (Institut Pertanian Bogor)
  2. Anton Triyono (Universitas Gadjah Mada)
  3. Muhammad Hartsa Adnan (Universitas Padjadjaran)
  4. Syarif Widjaya (Institut Teknologi Bandung)
  5. Dimas Setyo Asmoro (Institut Teknologi Sepuluh Nopember)

Bidang Matematika

  1. Domu Fidelis (Institut Teknologi Bandung)
  2. Aditya Yoga Sadana (Universitas Gadjah Mada)
  3. Sabil Khairat Amruddin (Universitas Hasanuddin)
  4. Faris Hafizhan Hakim (Institut Teknologi Bandung)
  5. Muhammad Allif Qalbiy (Institut Pertanian Bogor)

Affirmation Honorable Mention

Bidang Biologi – Karolina Bupu (Universitas Flores)

Bidang Fisika – Eva Fidellia (Universitas Cenderawasih)

Bidang Kimia – Maria Wilhelmina Pasu (Universitas Katolik Widya Mandira Kupang)


/

5

Ulas Sekarang