Gelar AKPT di Bandung, Kemdiktisaintek Dorong Kampus Fokus pada Riset Berdampak

Kabar

09 Oktober 2026 | 12.30 WIB

Gelar AKPT di Bandung, Kemdiktisaintek Dorong Kampus Fokus pada Riset Berdampak

Bandung—Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto mendorong perguruan tinggi memperkuat budaya ilmiah, mengembangkan riset dan inovasi yang berdampak, serta membangun keunggulan sesuai karakter masing-masing institusi. Perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga mampu menerjemahkannya menjadi solusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan membuka peluang nilai tambah bagi institusi.

Pesan tersebut disampaikan Menteri Brian dalam kegiatan Akademi Kepemimpinan Pendidikan Tinggi (AKPT) Tahap III Tahun 2026 bertema Institutional Transformation & Innovation, Jumat (9/10).

Menteri Brian menekankan bahwa pengetahuan memiliki nilai penting ketika dapat dimanfaatkan dan diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Karena itu, penguatan riset perlu berjalan beriringan dengan upaya mendorong pemanfaatan hasil penelitian dan inovasi.

“Pengetahuan itu menemukan posisi tertinggi ketika dia dimanfaatkan, dipakai di masyarakat,” ujar Menteri Brian.

Mendiktisaintek juga menekankan pentingnya menjadikan riset dan inovasi sebagai bagian dari pengembangan institusi perguruan tinggi. Kampus perlu membangun kemampuan menghasilkan pengetahuan, mengembangkan inovasi, dan memastikan keduanya memberikan dampak yang nyata. Dalam sambutannya, Menteri Brian menggambarkan kampus unggul sebagai institusi yang mampu mengembangkan nilai dari pengetahuan yang dihasilkannya.

“Saya selalu bilang ke teman-teman atau pimpinan perguruan tinggi, kampus yang baik itu adalah kampus yang first class, Premier League. Premier League itu adalah kampus yang bisa men-generate uang dari research dan inovasi, dari knowledge yang dikembangkan,” tutur Mendiktisaintek.

Pesan tersebut menyoroti peluang perguruan tinggi untuk mengembangkan riset dan inovasi bukan hanya sebagai capaian akademik, melainkan juga sebagai sumber nilai tambah. Dengan ekosistem riset yang kuat, pengetahuan yang dihasilkan kampus berpeluang dikembangkan menjadi solusi, produk, maupun inovasi yang dibutuhkan masyarakat dan dunia industri.

Sejalan dengan itu, Menteri Brian menekankan pentingnya membangun kekuatan riset yang mampu mendorong inovasi dan menghasilkan dampak. Semangat tersebut tercermin dalam prinsip strong research, strong innovation, strong impact.

Transformasi Kampus

Menteri Brian juga mengingatkan bahwa setiap perguruan tinggi memiliki karakter, kapasitas, dan potensi yang berbeda. Oleh karena itu, transformasi institusi perlu berangkat dari pemahaman terhadap kekuatan masing-masing, bukan sekadar meniru strategi perguruan tinggi lain.

“Bapak-Ibu sendiri harus menemukan DNA masing-masing, karakter masing-masing,” ujar Menteri Brian.

Pengembangan keunggulan institusi perlu didukung oleh budaya ilmiah yang kuat. Lingkungan akademik harus memberi ruang bagi kegiatan penelitian, pengembangan gagasan, serta pemanfaatan fasilitas keilmuan seperti laboratorium dan perpustakaan.

Budaya ilmiah juga perlu tercermin dalam keseharian perguruan tinggi, termasuk melalui penghargaan terhadap proses dan capaian akademik. Dengan fondasi tersebut, kampus dapat mengembangkan identitas keilmuan yang lebih kuat sekaligus memperbesar kontribusinya bagi masyarakat.

Selain memperkuat kapasitas internal, perguruan tinggi perlu memperluas kolaborasi agar pengetahuan dan talenta dapat bergerak lintas institusi. Pertukaran pengalaman, keahlian, dan gagasan antarkampus menjadi salah satu cara untuk memperkaya kapasitas riset dan mempercepat pengembangan inovasi.

Kolaborasi juga perlu menghubungkan perguruan tinggi dengan dunia industri dan para praktisi. Melalui kerja sama yang berangkat dari kebutuhan nyata, riset akademik dapat lebih dekat dengan persoalan yang dihadapi masyarakat dan sektor produktif.

Pendekatan ini membuka ruang bagi perguruan tinggi untuk saling melengkapi berdasarkan keunggulan masing-masing, sekaligus membangun jejaring yang mendukung pengembangan riset dan inovasi secara berkelanjutan.

Penguatan budaya ilmiah, riset, dan inovasi sejalan dengan semangat Diktisaintek Berdampak, yaitu mendorong agar pengetahuan dan kapasitas perguruan tinggi memberikan manfaat yang lebih luas. Hasil penelitian perlu memiliki jalur pemanfaatan yang jelas, baik melalui pengabdian kepada masyarakat, kolaborasi dengan industri, maupun pengembangan inovasi yang dapat diterapkan.

Transformasi perguruan tinggi menjadi bagian dari upaya Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dalam mendorong ekosistem pendidikan tinggi yang unggul, inovatif, dan berdampak. Melalui penguatan riset, pengembangan inovasi, serta kolaborasi yang berkelanjutan, Kemdiktisaintek mendorong perguruan tinggi untuk menghubungkan keunggulan keilmuannya dengan kebutuhan masyarakat dan dunia industri, sehingga hasil pengembangan pengetahuan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.

AKPT Tahap III Tahun 2026 diselenggarakan pada 8–9 Oktober 2026 di Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) ini menjadi bagian dari upaya penguatan kepemimpinan perguruan tinggi dalam mendorong transformasi dan inovasi institusi, termasuk dalam pengembangan riset, pemanfaatan teknologi, dan peningkatan dampak perguruan tinggi bagi masyarakat, sejalan dengan semangat Diktisaintek Berdampak.

Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak


/

5

Ulas Sekarang