Gandeng Delegasi China-Indonesia Cultural and Education Exchange Association, UNSRI Siap Gelar Chinese Industrial Expo demi Akselerasi Karir Alumni

Kampus Kita

09 February 2026 | 14.00 WIB

Gandeng Delegasi China-Indonesia Cultural and Education Exchange Association, UNSRI Siap Gelar Chinese Industrial Expo demi Akselerasi Karir Alumni


Universitas Sriwijaya (UNSRI) terus bergerak progresif dalam menjawab tantangan dunia kerja yang kian kompetitif dan tanpa batas. Sebagai bentuk nyata komitmen universitas dalam meningkatkan daya serap lulusan (IKU 2) dan memperluas pengalaman mahasiswa di luar kampus (IKU 3), UNSRI menggelar pertemuan bersama Mr. Hu Haibin, President of The China-Indonesia Cultural and Education Exchange Association di KPA UNSRI Bukit Palembang, Senin (9/2/2026).

Pertemuan yang berlangsung hangat namun sarat agenda strategis ini dipimpin oleh Direktorat Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni (DKIA), Prof Prof. Ir. Filli Pratama, M.Sc., (Hons). Ph.D. Diskusi ini menjadi sangat krusial karena tidak hanya membahas kerjasama, melainkan langsung menyentuh empat pilar utama yang akan menjadi jembatan bagi alumni UNSRI menuju industri multinasional.

Prof. Ir. Filli Pratama menegaskan bahwa seluruh rangkaian pembicaraan ini bermuara pada satu tujuan yakni memperpendek masa tunggu lulusan, meningkatkan pengalaman global dan memastikan mereka mendapatkan pekerjaan yang layak di perusahaan multinasional.

Sementara itu, Kasubdit Alumni Prof Deris Stiawan menjelaskan poin utama yang menjadi rencana kolaborasi tersebut adalah penyelenggaraan bursa kerja khusus (campus recruitment fairs) yang diberi Judul “ Chinese Industrial Expo”. 

“Bukan sekadar pameran biasa, kegiatan ini direncanakan akan membawa sedikitnya 30 perusahaan besar asal China yang berinvestasi dan mendirikan perusahaannya di Indonesia langsung ke hadapan para alumni universitas Sriwijaya yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 12-16 Oktober 2026 dengan jumlah rekrutmen 500-750 orang alumni. Langkah ini diambil untuk memastikan alumni UNSRI memiliki saluran nyata untuk memasuki dunia kerja terutama industri global,” jelasnya.

Pada pertemuan tersebut juga dibahas permasalahan terkait kendala bahasa yang menjadi penghambat dalam karir terutama di perusahaan China. UNSRI dan pihak asosiasi sepakat untuk menginisiasi program pelatihan bertajuk "Chinese + Skills". Melalui kemitraan dengan perguruan tinggi vokasi di Tiongkok, mahasiswa akan dibekali kemampuan bahasa Mandarin yang terintegrasi dengan keahlian teknis.

"Kami ingin mahasiswa kami tidak hanya jago secara teori, tapi juga cakap berkomunikasi dengan standar industri global. Penguasaan bahasa Mandarin akan menjadi nilai tawar yang sangat tinggi bagi mahasiswa UNSRI untuk mendapatkan peluang magang hingga penempatan kerja tetap di perusahaan-perusahaan China yang kini masif beroperasi di Indonesia," ujar Kasubdit Alumni Prof Deris Stiawan dalam diskusi tersebut.

Selain fokus pada pekerjaan, pertemuan ini juga mematangkan rencana pengembangan program pelatihan bersama (joint training) dengan skema "2+1+1". Program ini dikhususkan bagi Fakultas Teknik dan Pendidikan Vokasi, di mana mahasiswa akan mendapatkan kesempatan belajar dan praktik langsung di China. Di sisi lain, UNSRI juga membuka pintu lebar-lebar bagi mahasiswa asal China untuk menempuh studi lanjut di UNSRI baik magister, maupun doktoral, guna menciptakan ekosistem kampus yang benar-benar berwawasan internasional.

Dengan persiapan yang matang berupa integrasi antara pelatihan persiapan karir, penguasaan bahasa Mandarin, serta akses langsung ke puluhan perusahaan China yang ada di Sumatera, Batam dan Jakarta, Universitas Sriwijaya optimis bahwa Capaian IKU 2 serta visi World Class University bukan lagi sekadar slogan, melainkan realitas yang dirasakan langsung oleh setiap alumninya melalui kesuksesan karir di kancah global, oleh  karena itu para Alumni, siapkan diri anda. (Humas_UNSRI)




@diktisaintekberdampak

/

5

Ulas Sekarang