Future Leaders Camp Regional V, Mendiktisaintek Ajak Gen-Z Calon Pemimpin Bangsa untuk Berpikir Global

Kabar

27 November 2025 | 07.00 WIB

Future Leaders Camp Regional V, Mendiktisaintek Ajak Gen-Z Calon Pemimpin Bangsa untuk Berpikir Global

Denpasar-Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto sampaikan tantangan geopolitik global dan solusinya kepada peserta Indonesia Future Leaders Camp (FLC) Regional V, Rabu (26/7).

Tantangan-tantangan ini dikenal sebagai wicked problems, masalah-masalah global yang kompleks, saling terkait, dan tidak bisa diselesaikan dengan cara-cara biasa. Mendiktisaintek mengungkapkan bahwa Indonesia memerlukan perubahan besar agar dapat sejajar dengan negara-negara maju kepada 60 peserta FLC yang terpilih dari ketua atau pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di tingkat universitas dan ketua atau pengurus organisasi ekstrakampus.

"Krisis iklim, ketimpangan ekonomi, revolusi digital, krisis kepercayaan sosial, serta disrupsi nilai dan pekerjaan akibat kecerdasan buatan, perlu direspons dengan ambisi besar, untuk menjadi negara maju," ungkap Menteri Brian kepada para peserta FLC di Auditorium Sumber Daya Pembelajaran (SDP) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha).

Lebih lanjut Menteri Brian menyoroti kondisi manufaktur Indonesia yang dinilai stagnan sejak lama. Ketergantungan yang tinggi pada negara lain disebut sebagai faktor yang menghambat daya saing nasional. Oleh karena itu, menurutnya, Indonesia harus melakukan lompatan besar agar dapat keluar dari ketertinggalan.

Untuk itu Mendiktisaintek menegaskan bahwa transformasi bangsa menuju negara maju sangat bergantung pada kualitas kepemimpinan yang harus dimiliki oleh generasi muda, terutama kalangan mahasiswa yang kelak akan menjadi pemimpin penerus bangsa.

"FLC ini adalah satu gagasan untuk menyiapkan generasi masa depan bangsa kita, menjadi upaya untuk menstimulus para mahasiswa (agar, red)  paham paradigma dan wawasan global sejak dini," ungkap Menteri Brian.

Aktivitas organisasi dan kepemimpinan di kampus, dinilai sebagai ruang pembelajaran penting untuk membentuk pola pikir yang kompleks, dan kemampuan multitasking.

"Salah satu hal yang membuat orang berhasil itu adalah yang bisa melakukan multi tasking, memikirkan banyak hal secara bersamaan dan tetap bisa tenang me-manage problem yang ada. Itu sesuatu yang sangat dibutuhkan dalam leadership. Pekerjaan apa pun membutuhkan leadership. Mereka yang sukses adalah mereka yang memiliki kapasitas kepemimpinan yang baik," urai Menteri Brian.

Bangun Generasi Pemimpin

Mendiktisaintek menuturkan bahwa Presiden Prabowo ingin agar Indonesia harus bangkit. Ditegaskan bahwa tidak ada bangsa, yang akan menjadi besar tanpa didukung oleh ambisi dan mimpi besar anak-anak mudanya. Menteri Brian mencontohkan negara-negara maju seperti Amerika, Cina, Korea, dan Jepang yang pembangunannya ditopang oleh kekuatan generasi muda. Menteri Brian  berharap para peserta FLC juga memiliki ambisi besar tersebut.

"Adik-adik bisa perhatikan, bangsa bisa maju itu seperti apa, negara-negara yang maju itu diisi oleh anak-anak muda yang punya ambisi tinggi, Bangsa kita harus sejajar dengan negara-negara lain, kalau negara kita tidak maju, kita belum akan dianggap sebagai  negara yg besar," ungkap Menteri Brian.

Sebagai penutup, Mendiktisaintek menyampaikan harapan besarnya kepada peserta FLC yang kelak menjadi calon pemimpin.

"Jangan khawatir latar belakang anda. Siapapun anda, anda bisa capai itu. Kuncinya satu, mimpi yang setinggi-tingginya. Tapi kemudian anda juga harus kejar terus secara tekun mimpi besar tersebut," pungkas Menteri Brian.

FLC merupakan wadah regenerasi kepemimpinan nasional pertama dan paling bergengsi yang diadakan oleh Kemdiktisaintek. FLC bertujuan menjadi wadah penguatan kepemimpinan strategis bagi para ketua atau pengurus BEM dan ketua atau pengurus organisasi ekstra kampus di seluruh Indonesia sebagai calon-calon pemimpin bangsa dengan pendekatan experiential learning.

Mulai akhir Oktober hingga akhir November ini, FLC telah dilaksanakan di lima kawasan, Regional I meliputi Jakarta, Jawa Barat, dan Banten; Regional II meliputi wilayah Sumatera; Regional III meliputi Sulawesi, Papua, dan Maluku; Regional IV wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur; serta terakhir Regional V untuk wilayah Bali, Kalimantan, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

#DiktisaintekBerdampak

#Pentingsaintek

#Kampusberdampak

#Kampustransformatif



news

cms

/

5

Ulas Sekarang