Future Leaders Camp: Hadirkan Pemimpin Berintegritas dan Inovatif Berdampak Global

Kabar

27 November 2025 | 15.45 WIB

Future Leaders Camp: Hadirkan Pemimpin Berintegritas dan Inovatif Berdampak Global

Denpasar-Hari kedua penyelenggaraan Indonesia Future Leaders Camp (FLC) 2025 Regional V, semakin membangun optimisme puluhan mahasiswa asal perguruan tinggi di wilayah Bali, Kalimantan dan Nusa Tenggara. Forum yang diinisiasi oleh Kemdiktisaintek ini menjadi langkah strategis, penyiapan generasi calon pemimpin masa depan bangsa. FLC ini digelar di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis (27/11).

Pada kesempatan ini hadir sebagai pemateri Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, seorang pemimpin transformatif di PT Pertamina (Persero). Pemateri lain adalah Rizky Arief Dwi Prakoso, pengusaha muda peraih penghargaan Forbes 30 Under 30 Asia, yang menyampaikan kisahnya dalam membangun kapasitas diri dan bisnisnya di kancah lokal maupun global.

Materi pertama dipaparkan Agung Wicaksono yang membagikan pandangannya mengenai evolusi kepemimpinan, dari semangat idealisme mahasiswa hingga realisasi cita-cita bernegara melalui sektor korporasi layanan publik Agung. Dalam paparannya, Agung Wicaksono menekankan bahwa perjalanan menjadi pemimpin sejati adalah sebuah proses kolaboratif, layaknya mendaki gunung.

Dalam paparan bertajuk “Dari Idealisme Mahasiswa ke Realisasi Cita-cita Bernegara: Pelajaran dari Sektor Korporasi Layanan Publik”, Agung menegaskan bahwa masa kampus menjadi fondasi penting dalam membentuk jati diri dan arah pengabdian pada bangsa.  Menurutnya, mahasiswa layak disebut sebagai agen perubahan karena idealisme mereka menyalakan semangat perbaikan. Namun, ia menekankan bahwa idealisme harus diwujudkan melalui kontribusi yang nyata dan berdampak. Agung mendorong mahasiswa untuk learn and lead beyond classroom yang berarti belajar di luar ruang kelas.


“Memperluas wawasan, membangun persahabatan, dan menumbuhkan jejaring global. Kalau tidak ada pengalaman menjadi aktivis mahasiswa, mungkin saya tidak bisa menjalin jejaring dengan mahasiswa dari mancanegara,” tambahnya.


Pemimpin Butuh Dukungan


Dalam perjalanan kariernya, Agung menekankan pentingnya memiliki mentor. Menurutnya, kepemimpinan layaknya mendaki gunung: semakin tinggi puncak, pemandangan semakin indah, tetapi udara semakin tipis, maka diperlukan seorang guru/ mentor untuk membimbing kita sampai ke puncak. Ia menyampaikan ada dua prinsip fundamental yang dipelajarinya langsung dari mentor di dunia nyata: integritas dan profesionalisme.


Ia mengibaratkan mentor dan rekan seperjuangan sebagai sherpa, sosok yang krusial membantu pendaki di Gunung Everest. Meski melelahkan, mendaki akan memberikan pemandangan yang semakin indah seiring tingginya pencapaian, namun udaranya semakin tipis. Hal ini menurutnya adalah sebuah metafora yang menunjukkan kompleksitas tantangan di tingkat kepemimpinan tertinggi.


Untuk itu Agung mengingatkan kepada para mahasiswa akan pentingnya konsistensi dan integritas di hadapan publik, khususnya dalam mengawal setiap proses perubahan. Agung Wicaksono menutup materinya dengan menegaskan bahwa transformasi adalah perjalanan tanpa henti, dan perubahan harus dilakukan secara berkelanjutan.


“Ketika ada mentor, dan sherpa (sosok yang membantu, red), Insya Allah kita akan selamat karena ada yang membimbing dan mendampingi. Transformasi tata kelola, budaya, sumber daya manusia, dan model bisnis memang penting, namun sosok pemimpin adalah kunci terpenting yang menentukan keberhasilan,” pungkasnya.

Perubahan adalah Pilihan

Lebih lanjut dalam sesi inspiratif di FLC Regional V, di hari kedua ini hadir Rizky Arief Dwi Prakoso, founder dan CEO HMNS, perusahaan produsen parfum di Indonesia. Ia juga masuk dalam daftar Forbes 30 Under 30 Asia, yang merupakan pengakuan global terhadap 30 individu berusia di bawah 30 tahun, yang dianggap paling berpengaruh dan menjanjikan di bidangnya masing-masing.

Membuka materi, ia mengajak para peserta FLC untuk mendengarkan kisahnya dalam membangun kompetensi diri, hingga membangun bisnisnya yang kini berskala internasional. Ia menekankan kepada para mahasiswa untuk menjadi pemimpin yang mengerti apa yang diperjuangkan.

Dalam proses menjadi seorang pemimpin imbuhnya, tentu setiap orang memiliki rintangan hidup masing-masing. Meski begitu setiap orang memiliki waktu yang sama untuk bertumbuh. Ia mengingatkan bahwa kunci kesuksesan adalah fokus pada hal-hal yang bisa kita kontrol.

“Jangan menjadi pemimpin hanya karena kamu ingin menjadi pemimpin, jadilah pemimpin yang mengerti apa yang ingin kamu perjuangkan. Jika kamu menemukan sesuatu yang menurut kamu layak diperjuangkan, perjuangkanlah walaupun semesta tidak di pihak kamu,” ungkapnya.

Lebih lanjut Rizky menekankan bahwa untuk menjadi pemimpin setiap orang harus fokus, komitmen dan konsistensi. Kepada seluruh mahasiswa ia berpesan untuk jangan takut menjadi pemimpin. Menurutnya tipe pemimpin berbeda-beda, namun yang terpenting adalah mereka harus memiliki value.

“Jangan takut menjadi pemimpin. Kita bisa punya gaya masing-masing, yang penting harus punya value yang bisa diikuti orang banyak, dan membuat mereka mengikuti kita ke arah yang lebih baik. Hal penting lain adalah kita harus punya mimpi, dan perjuangkan apa yang layak kita perjuangkan,” pungkasnya.

Perjalanan Rizky Arief menjadi bukti bahwa perubahan adalah pilihan, kerja keras adalah proses, dan keberanian untuk mengambil keputusan adalah fondasi keberhasilan. Dengan inovasi dan dampak sosial, Rizky menjadi contoh nyata bahwa pengusaha muda memiliki peran besar dalam membentuk masa depan ekonomi Indonesia.

​Pernyataan Rizky Arief tersebut menggugah kesadaran peserta FLC bahwa kepemimpinan dapat diwujudkan melalui semangat inovasi yang berkelanjutan. Pesan utamanya adalah pemimpin sejati adalah mereka yang mampu menciptakan nilai dan membuka peluang bagi banyak orang.

Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

#DiktisaintekBerdampak

#Pentingsaintek

#Kampusberdampak

#Kampustransformatif





news

cms

/

5

Ulas Sekarang