Festival Dolanan Anak UNNES Perkuat Karakter dan Kreativitas Generasi Muda

Kampus Kita

19 May 2026 | 17.45 WIB

Festival Dolanan Anak UNNES Perkuat Karakter dan Kreativitas Generasi Muda

Semarang - Universitas Negeri Semarang (UNNES) melalui Sub Direktorat Konservasi menyelenggarakan Festival Dolanan Anak dengan menghadirkan dua kategori lomba, yakni Lomba Ketapel dan Lomba Folklor. Kegiatan ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengenal kembali permainan tradisional sekaligus memperkuat nilai-nilai seni budaya sejak dini.

Kegiatan tersebut juga bekerja sama dengan PT PLN Indonesia Power UBP Semarang dengan melibatkan UMKM binaan dari Kelurahan Tanjung Mas. Kolaborasi ini menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya lokal sekaligus pemberdayaan masyarakat melalui keterlibatan pelaku UMKM dalam kegiatan festival. Selain menghadirkan permainan tradisional bagi anak-anak, festival ini juga memberi ruang promosi bagi produk-produk UMKM binaan agar lebih dikenal masyarakat luas.

Kepala Sub Direktorat Konservasi UNNES, Prof. Dr. Nana Kariada Tri Martuti, M.Si., menjelaskan kegiatan ini tidak hanya bertujuan mengenalkan seni budaya kepada anak-anak, tetapi juga menanamkan nilai karakter, kreativitas, dan inovasi.

“Festival ini menjadi upaya mengenalkan nilai seni budaya kepada anak-anak. Selain pengenalan, juga ada penguatan nilai karakter, kreativitas, dan inovasi, terlebih saat ini anak-anak hidup di era digital,” jelasnya saat diwawancarai di Kampung Budaya UNNES, Selasa (19/5/2026).

Menurutnya, melalui dolanan anak, peserta dapat belajar bahwa kehidupan tidak hanya berpusat pada diri sendiri. Permainan tradisional juga menjadi sarana untuk membangun kemampuan bersosialisasi dan berinteraksi dengan sesama.

“Anak-anak tidak hanya hidup dengan dirinya sendiri. Melalui dolanan anak, mereka bisa belajar bersosialisasi dan berinteraksi dengan teman-temannya,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah Dasar Labschool, Anindhyta Putri Pradipta, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi sekolah dalam mendukung konservasi budaya.

“Ini bagian dari salah satu visi kami terhadap konservasi budaya. Anak-anak bisa mengenal permainan tradisional yang mengasyikkan dan menyenangkan untuk membangun karakter,” ungkapnya.

Melalui Festival Dolanan Anak, UNNES berharap permainan tradisional dapat terus dikenalkan kepada generasi muda. Kegiatan ini juga menjadi bentuk pelestarian budaya sekaligus penguatan pendidikan karakter bagi anak-anak di tengah perkembangan teknologi digital. (Sat)

UNNES

Festival Dolanan Anak

/

5

Ulas Sekarang