Dubes Australia, H.E. MR. Roderick Brazier Beri Kuliah Umum di UNSRI, Bahas Hubungan Bilateral dengan Indonesia

Kampus Kita

09 April 2026 | 17.00 WIB

Dubes Australia, H.E. MR. Roderick Brazier Beri Kuliah Umum di UNSRI, Bahas Hubungan Bilateral dengan Indonesia
Universitas Sriwijaya (UNSRI) menggelar kuliah umum yang menghadirkan Australian Ambassador to Indonesian, H.E. MR. Roderick Brazier sebagai narasumber. Kegiatan yang mengusung tema “Bilateral Relations Between Australia and Indonesia to the Academic Community” ini diikuti oleh ratusan mahasiswa dari berbagai fakultas yang ada di UNSRI. Kegiatan ini berlangsung di Aula Fakultas Ilmu Komputer UNSRI Kampus Palembang, Kamis (9/4/2026).

Rektor UNSRI, Prof. Dr. Taufiq Marwa, S.E., M.Si. menyampaikan apresiasi atas kehadiran perwakilan Kedutaan Besar Australia dan menekankan pentingnya penguatan kerja sama internasional, khususnya dalam bidang pendidikan, riset, dan pertukaran pelajar.

“Kedepan UNSRI akan lebih banyak kerjasama dengan perguruan tinggi dari luar negeri, termasuk Australia untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas global. Jadi kedatangan Dubes Australia ini merupakan kehormatan, kebanggaan bagi UNSRI yang memang memprogramkan salah satu program prioritas kita adalah internasionalisasi. Jadi kita coba rajut kolaborasi antara pemerintah Australia dan juga universitas-universitas yang ada di Australia melalui Pak Dubes. Kami berharap ke depan kerja sama dengan universitas-universitas di Australia semakin luas, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Rektor juga menambahkan bahwa UNSRI tengah mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program beasiswa dan kolaborasi internasional. Ia melihat potensi kerja sama riset yang besar, termasuk di bidang pertanian seperti pengelolaan lahan rawa yang menjadi keunggulan lokal Sumatera Selatan.

Melalui kegiatan ini, Rektor UNSRI berharap dapat memperluas jejaring internasional serta membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan institusi pendidikan di Australia, sekaligus memberikan wawasan global kepada mahasiswa.

Dalam kesempatan itu, H.E. MR. Roderick Brazier menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari UNSRI. Ia mengaku senang dapat berkunjung untuk pertama kalinya ke Palembang sekaligus berbagi pandangan mengenai hubungan bilateral Australia dan Indonesia. Menurutnya, hubungan kedua negara telah terjalin erat dan terus berkembang di berbagai sektor, terutama pendidikan, perdagangan, serta kolaborasi riset. Ia menegaskan bahwa pendidikan menjadi salah satu pilar utama dalam kemitraan strategis kedua negara.

“Saya senang sekali bisa datang ke UNSRI hari ini. UNSRI adalah lembaga pendidikan yang sangat penting di Sumatera Selatan dan Australia telah menjalankan hubungan yang sangat berhasil dengan UNSRI selama sekian lama. Kedepan, Australia bangga sekali bisa bekerja sama dengan UNSRI dan berbagai instansi lain di Sumatera Selatan misalnya Pemerintah Kota Palembang, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan di berbagai bidang. Salah satu proyek yang kami banggakan adalah Palembang City Sanitation Project yang menyambung dengan komunitas rumah susun dengan jaringan sanitasi yang bersih untuk pengelolahan air limbahnya,” ujarnya.

Dalam kuliah umumnya H.E. MR. Roderick Brazier memaparkan perkembangan hubungan bilateral antara Australia dan Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa hubungan kedua negara terus berkembang secara strategis, terutama dalam sektor pendidikan tinggi, perdagangan, serta kolaborasi penelitian.

“Hubungan Australia dan Indonesia sudah terjalin sejak pelaut Makassar berlayar ke Australia untuk berdagang dengan First Nations. Dalam segi kebijakan luar negeri, sebagai bagian dari Indo-Fasifik, Australia dan Indonesia berbagi kawasan dan masa depan. Di tengah tantangan global dan ketidakpastian, Australia berkomitmen untuk bekerjasama dengan Indonesia dan mitra lainnya untuk menjaga keamanan, stabilitas, dan kemakmuran bersama,” paparnya.

Ia menambahkan, kerjasama mencakup setiap sektor, namun pendidikan dan hubungan antar masyarakat masih menjadi inti dan pilar utama. “Pendidikan adalah ekspor jasa terbesar Australia yang merupakan cerminan kualitas institusi pendidikan kami yang bertaraf dunia dan tenaga kerja yang terampil. Jumlah pelajar Indonesia di Australia mencapai rekor tertinggi lebih dari 24 ribu orang,” tambahnya.

Diungkapkannya bahwa sejumlah universitas Australia telah membuka kampus cabang di Indonesia, di antaranya Monash University di Jakarta, Western Sydney University di Surabaya, dan Deakin University di Bandung. Sehingga semakin banyak warga Indonesia dapat merasakan pendidikan dari Australia.

Ia juga menjelaskan, Australia memiliki program beasiswa asing paling lama di Indonesia yaitu Australia Awards. Pihaknya juga sangat mendorong pemanfaatan program beasiswa untuk Masters, Phd, dan short course yang tersedia. “Bagi para akademisi, terdapat peluang kolaborasi riset melalui program seperti KONEKSI dan Partnership for Australia -Indonesia Research (PAIR).

Para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan, terutama saat sesi tanya jawab. Berbagai pertanyaan disampaikan oleh mahasiswa terkait peluang beasiswa, kerja sama akademik, hingga peran generasi muda dalam memperkuat hubungan kedua negara. Kegiatan ini diikuti juga oleh Para Wakil Rektor, Sekretaris Universitas, Dekan dan Wakil Dekan, serta dosen dilingkungan UNSRI. (Humas_UNSRI)

DiktisaintekBerdampak

/

5

Ulas Sekarang