Dosen Unila Bangun Kampung Prancis sebagai Ruang Adaptif Lintas Budaya

Cerita Kita

13 Juli 2026 | 13.15 WIB

Dosen Unila Bangun Kampung Prancis sebagai Ruang Adaptif Lintas Budaya

(Unila): Dosen Universitas Lampung (Unila), Dr. Arie Fitria, S.I.P., D.E.A., M.T., menginisiasi pengembangan Kampung Prancis (Village Français) sebagai ruang pembelajaran bahasa dan budaya Prancis bagi masyarakat Kota Metro.

Kehadiran komunitas ini tidak hanya membuka akses belajar bahasa asing, tetapi juga menghadirkan pengalaman lintas budaya yang memperkaya wawasan masyarakat sekaligus menjaga warisan sejarah lokal. Kampung Prancis resmi berdiri pada 24 Agustus 2025 melalui kolaborasi antara Unila dan Pemerintah Kota Metro.

Sejak peresmian, komunitas ini telah memiliki 32 anggota dalam grup WhatsApp, dengan sekitar 20 warga aktif mengikuti kegiatan pembelajaran rutin bersama anak-anak mereka. Antusiasme masyarakat terus meningkat, bahkan warga dari luar Metro mulai mencari informasi terkait kegiatan dan materi pembelajaran yang diselenggarakan.

Pembentukan Kampung Prancis berangkat dari sejarah Blok Kaledonia di Desa Totokaton, tempat bermukimnya keturunan pekerja asal Indonesia yang pernah menetap di Kaledonia Baru, wilayah Prancis, sebelum kembali ke tanah air pasca kemerdekaan. Sejarah ini menjadi fondasi penting bagi Kampung Prancis, yang tidak hanya berfungsi sebagai ruang belajar bahasa, tetapi juga sebagai sarana pelestarian identitas sejarah masyarakat Metro.

Menurut Arie, Kampung Prancis dirancang untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Selain pembelajaran bahasa, komunitas ini juga memperkenalkan budaya Prancis melalui kegiatan gastronomi, praktik komunikasi, hingga interaksi langsung dengan penutur asli. Metode pembelajaran yang digunakan mencakup ceramah, praktik, dan kegiatan interaktif sehingga peserta memperoleh pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan aplikatif.

Arie menegaskan, kehadiran Kampung Prancis tidak hanya meningkatkan kemampuan berbahasa, tetapi juga mendukung pengembangan soft skill peserta, seperti kemampuan beradaptasi dengan lingkungan beragam, keterampilan komunikasi lintas budaya, serta wawasan internasional. “Melalui pembelajaran bahasa dan budaya Prancis dapat meningkatkan soft skill, termasuk kemampuan beradaptasi dengan orang asing dan memiliki wawasan dalam pergaulan internasional,” ujarnya.

Kampung Prancis mendapat dukungan penuh dari Unila dan Pemkot Metro sebagai bagian dari upaya memperkuat Metro sebagai kota pendidikan. Dukungan ini memperkuat pengembangan kegiatan pembelajaran yang melibatkan masyarakat secara luas.

Selain itu, komunitas ini juga bekerja sama dengan Ikatan Alumni Prancis Indonesia (IAPI) Lampung, termasuk dukungan dari Rektor Unila dan tokoh masyarakat seperti Irfan Nuranda Djakfar. Pelaksanaan kegiatan Kampung Prancis mulai menunjukkan dampak positif. Peserta menunjukkan minat belajar yang tinggi, rasa percaya diri meningkat, serta tumbuhnya sikap saling menghargai terhadap perbedaan budaya.

Kehadirannya menjadi ruang inklusif yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat, sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia di Metro. Ke depan, Kampung Prancis membuka kesempatan bagi lebih banyak pencinta bahasa Prancis maupun masyarakat yang memiliki kemampuan berbahasa Prancis untuk berkontribusi dalam pengembangan komunitas.

Dengan keterlibatan berbagai pihak, diharapkan lahir lebih banyak ide kreatif sehingga manfaat Kampung Prancis dapat dirasakan masyarakat yang lebih luas. Melalui kolaborasi Unila dan Pemkot Metro, Kampung Prancis diharapkan terus berkembang sebagai ruang pembelajaran bahasa dan budaya yang adaptif, inklusif, dan berdampak nyata bagi masyarakat. [Humas]

/

5

Ulas Sekarang