Dorong Penguatan Kemandirian Teknologi Pertahanan, Mendiktisaintek Berikan Kuliah Umum di Seskoad

Kabar

10 April 2026 | 15.00 WIB

Dorong Penguatan Kemandirian Teknologi Pertahanan, Mendiktisaintek Berikan Kuliah Umum di Seskoad

Bandung—Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat kemandirian teknologi pertahanan nasional. Hal ini ditunjukkan saat Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menjadi narasumber pada kuliah umum di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) dengan tema “Kepemimpinan Digital di Era Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity (VUCA): Sinergi  Ekosistem Teknologi Nasional Menuju Keunggulan Sistem Pertahanan Negara”, Jumat (10/4).


Kuliah umum ini diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian Pendidikan Reguler (Dikreg) LXVII Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) Tahun Ajaran 2026 yang bertujuan membekali Perwira Siswa (Pasis) dengan pemahaman strategis mengenai kepemimpinan digital di era VUCA. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Komandan Seskoad, Mayor Jenderal TNI Agustinus Purboyo, serta diikuti oleh 280 peserta yang terdiri dari perwira TNI AD, TNI AL, TNI AU, Polri, dan perwira siswa dari negara sahabat.


Dalam kesempatan tersebut, Mendiktisaintek menekankan bahwa penguatan sistem pertahanan di era VUCA bergantung pada kemampuan mengintegrasikan riset dan pengembangan industri nasional yang berbasis pengetahuan. Perguruan tinggi dinilai memiliki peran strategis sebagai penghasil riset dan talenta yang mampu mendukung pengembangan teknologi pertahanan secara berkelanjutan.


“Ketika kita berbicara tentang kepemimpinan digital di era VUCA, kita sesungguhnya sedang berbicara tentang bagaimana bangsa ini menyiapkan manusia unggul, membangun ilmu pengetahuan, memperkuat inovasi, dan menghubungkan semuanya ke kebutuhan strategis negara,” ujar Menteri Brian.


Mendiktisaintek juga menyoroti bahwa kepemimpinan di era digital membutuhkan fondasi berbasis sains, kecepatan pengambilan keputusan, serta pemanfaatan teknologi mutakhir seperti kecerdasan buatan (AI). Dalam konteks tersebut, peran pendidikan tinggi menjadi krusial dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang adaptif dan analitis.


Komandan Seskoad, Mayjen TNI Agustinus Purboyo dalam sambutannya menegaskan pentingnya penguatan kapasitas kepemimpinan dan integrasi sistem dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks.


“Kami menyadari bahwa tantangan ke depan tidak bisa dihadapi secara sektoral. Diperlukan sinergi antara pendidikan, riset, dan praktik di lapangan agar kita dapat membangun kapasitas pertahanan yang adaptif dan berkelanjutan,” kata Komandan Seskoad.


Lebih lanjut, kuliah umum ini juga menyoroti perlunya membangun ekosistem industri pertahanan nasional yang kuat dan terintegrasi. Dalam hal ini, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga riset, dan pelaku industri menjadi kunci dalam menciptakan inovasi teknologi yang dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri, sekaligus meningkatkan daya saing global.


“Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar teknologi pertahanan. Indonesia harus menjadi bangsa pencipta, bangsa pengembang, dan bangsa yang mampu berdiri tegak dengan kekuatannya sendiri,” tegas Menteri Brian.


Kemdiktisaintek mendorong agar hasil riset dari perguruan tinggi dapat dihilirisasi secara konkret melalui kemitraan dengan industri, termasuk dalam pengembangan teknologi strategis seperti sistem data, AI, hingga komponen industri berbasis semikonduktor. Upaya ini sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto untuk memperkuat kemandirian teknologi nasional sebagai fondasi kedaulatan bangsa.


Melalui sinergi yang terbangun, diharapkan Indonesia mampu tampil sebagai pengembang dan produsen teknologi strategis, dengan tetap mengedepankan prinsip kolaborasi, inovasi, dan keberlanjutan dalam menghadapi tantangan era VUCA.


Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi


#DiktisaintekBerdampak

#Pentingsaintek

#Kampusberdampak

#Kampustransformatif


/

5

Ulas Sekarang