Ditjen Risbang Perkuat Kualitas Publikasi Ilmiah melalui Workshop Lanjutan Kamp Inklusif di UM Surabaya

Kabar

11 October 2025 | 17.46 WIB

Ditjen Risbang Perkuat Kualitas Publikasi Ilmiah melalui Workshop Lanjutan Kamp Inklusif di UM Surabaya

Surabaya – Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Direktorat Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan kembali menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas publikasi ilmiah dosen di Indonesia dengan menyelenggarakan Workshop Lanjutan Kamp Inklusif Penulisan Artikel Ilmiah dan Publikasi Internasional. Setelah sukses dengan lokakarya pertama di Makassar, kegiatan lanjutan ini digelar di Universitas Muhammadiyah Surabaya selama tiga hari, pada 8–10 Oktober 2025. Acara ini bertujuan memberikan pendampingan intensif agar para peserta dapat mengirimkan artikel mereka ke jurnal internasional bereputasi.

Direktur Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan, Heri Kuswanto, dalam sambutannya menekankan bahwa program ini merupakan langkah awal untuk meningkatkan kualitas riset di Indonesia. “Sudah saatnya kita melangkah ke arah kualitas, bukan kuantitas lagi. Program ini kami rancang untuk memfasilitasi para talenta riset agar memiliki kemampuan yang memadai dan menghasilkan karya yang baik,” ujar Direktur Heri Kuswanto. Ia juga menambahkan bahwa akan ada lebih banyak program pendampingan pada tahun 2026, termasuk dalam penulisan proposal penelitian.

Lebih lanjut, Direktur Heri Kuswanto menyampaikan apresiasi kepada Universitas Muhammadiyah Surabaya yang telah menjadi tuan rumah kegiatan ini. “Kami sangat berterima kasih atas sambutan dan profesionalisme dari Universitas Muhammadiyah Surabaya. Pengalaman kami bekerja sama dengan universitas di bawah naungan Muhammadiyah selalu luar biasa,” tuturnya. Ia berharap kolaborasi semacam ini dapat terus berlanjut di masa mendatang demi kemajuan riset di Indonesia.

Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama, dan Digitalisasi Universitas Muhammadiyah Surabaya, Radius Setiyawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting bagi kampusnya untuk memperkuat budaya riset dan publikasi yang berorientasi pada kualitas. “Selama ini produktivitas penelitian cukup tinggi, namun belum sepenuhnya sejalan dengan mutu publikasi ilmiah. Melalui kerja sama dengan Ditjen Risbang, kami ingin memastikan bahwa setiap riset yang dilakukan dosen dapat berujung pada publikasi yang bereputasi. Harapan kami, kolaborasi dengan Ditjen Risbang, khususnya melalui bidang yang dipimpin Direktur Heri Kuswanto, dapat menjadi pintu masuk bagi penguatan kualitas riset yang berkelanjutan,” ujarnya.

Tim pakar, Ade Gafar Abdullah, menyoroti kemajuan signifikan yang dicapai para peserta. “Alhamdulillah, pada pertemuan kedua ini sebagian besar draf peserta sudah siap dan berani untuk di-submit. Ini adalah target kita,” ujarnya. Ia juga mengingatkan bahwa proses publikasi di jurnal bereputasi tidak mudah dan memerlukan kesabaran. “Pengalaman hari ini akan menjadi standar bagi Bapak/Ibu ke depannya. Jangan lagi kembali ke jurnal-jurnal abu-abu dan tidak jelas. Alumni Kamp Inklusif harus punya standar tinggi,” tegasnya.

Selain itu, Ade Gafar Abdullah juga memberikan motivasi kepada peserta untuk tidak mudah menyerah. “Jangan menghakimi tulisan sendiri. Bisa jadi, data yang menurut kita biasa saja justru ‘harta karun’ bagi editor,” katanya. Menurutnya, proses penolakan merupakan bagian dari pembelajaran untuk menjadi peneliti yang lebih baik. Ia berharap ilmu yang didapat selama lokakarya dapat disebarluaskan ke institusi masing-masing.

Peserta Pelatihgan dari Universitas Halu Oleo, Nurchalisah Rustan M, mengaku mendapatkan manfaat besar dari kegiatan ini. “Jika workshop pertama lebih fokus pada teknis penulisan, yang kedua ini lebih ke strategi bagaimana kita bisa submit di jurnal bereputasi, terutama Q1 dan Q2. Kami belajar membuat cover letter, highlight, hingga mempersiapkan manuskrip secara keseluruhan,” jelasnya.

Kegiatan Workshop Lanjutan Kamp Inklusif ini ditutup dengan sesi presentasi rencana publikasi oleh para peserta dan pembentukan komitmen untuk menargetkan submit artikel pada bulan November. Keberhasilan program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah publikasi, tetapi juga memperkuat ekosistem riset yang lebih berkualitas dan kolaboratif di Indonesia, sejalan dengan visi Kemdiktisaintek untuk memajukan sains dan teknologi bangsa.

Humas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

#DiktisaintekBerdampak #Pentingsaintek #Kampusberdampak #Kampustransformatif

/

5

Ulas Sekarang