Bali—Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) melalui Direktorat Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan menggelar Workshop Penulisan Artikel Submit to Journal International Q1 (PASTI Q1) Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia, Rabu (16/9).
Workshop ini merupakan bagian dari upaya Ditjen Risbang dalam memperkuat ekosistem riset nasional melalui peningkatan kualitas dan reputasi publikasi ilmiah. Program PASTI Q1 tidak hanya diarahkan pada peningkatan kemampuan teknis penulisan artikel, tetapi juga mendorong terbentuknya budaya riset dan publikasi berkualitas yang berkelanjutan di perguruan tinggi.
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Fauzan Adziman, mengatakan bahwa penguatan ekosistem riset perlu dilakukan dengan tidak hanya berfokus pada kuantitas publikasi, tetapi juga meningkatkan kualitas dan reputasinya.
“Jadi tidak hanya bersifat jumlah atau volume, tetapi kualitas. Kami ingin hasil-hasil riset yang dipublikasikan memiliki akses yang lebih luas dan pada akhirnya dapat memberikan dampak,” ujarnya.
Dirjen Fauzan menjelaskan, penyelenggaraan workshop tersebut menjadi salah satu bentuk pendampingan bagi dosen untuk menyiapkan artikel ilmiah agar siap disubmit ke jurnal internasional bereputasi, khususnya jurnal pada kuartil satu (Q1). Menurutnya, publikasi berkualitas merupakan salah satu bagian penting dalam membangun ekosistem riset yang dapat menghasilkan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Antusiasme terhadap program PASTI Q1 2026 tercermin dari jumlah pendaftar yang mencapai sekitar 1.740 orang. Setelah melalui proses seleksi, sebanyak 581 peserta diusulkan untuk mengikuti pelatihan. Pelaksanaan di Bali menjadi workshop pertama dari rangkaian PASTI Q1 2026 yang diikuti oleh 75 peserta dari 63 perguruan tinggi di berbagai wilayah Indonesia.
Ia juga mendorong peserta untuk membangun jejaring dan kolaborasi, baik dengan sesama peserta maupun dengan peneliti dari perguruan tinggi lain. Jejaring tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi komunitas yang saling mendukung, termasuk dalam pengembangan riset dan peluang kolaborasi nasional maupun internasional.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan, Heri Kuswanto, menegaskan bahwa program PASTI Q1 menjadi salah satu bagian penting dalam upaya membangun ekosistem penelitian, termasuk melalui pengembangan kapasitas dalam penulisan artikel ilmiah.
Direktur Heri berharap peserta dapat menularkan pengetahuan yang diperoleh selama workshop kepada rekan-rekan di perguruan tinggi masing-masing. Selain itu, peserta juga didorong untuk berkontribusi lebih jauh dalam berbagai program pengembangan talenta penelitian yang diselenggarakan Ditjen Risbang.
Sementara itu, Rektor Universitas PGRI Mahadewa Indonesia, I Made Suarta, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Ditjen Risbang kepada Universitas PGRI Mahadewa Indonesia sebagai tuan rumah pelaksanaan workshop PASTI Q1. Ia menyatakan kesiapan universitas untuk terus membuka ruang kolaborasi dalam pengembangan riset dan publikasi.
Melalui PASTI Q1 2026, Ditjen Risbang mendorong terbentuknya ekosistem yang tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah berkualitas, tetapi juga memperkuat jejaring dan kolaborasi antar peserta serta perguruan tinggi. Dengan demikian, pengetahuan yang diperoleh dalam workshop dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas.




