Ditjen Risbang Kemdiktisaintek Dorong Generasi Muda Cerdas Finansial dan Bijak Berinvestasi

Kabar

20 May 2026 | 08.00 WIB

Ditjen Risbang Kemdiktisaintek Dorong Generasi Muda Cerdas Finansial dan Bijak Berinvestasi

Jakarta – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendukung penguatan literasi dan inklusi keuangan generasi muda melalui Kick Off Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026 yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Gedung Dhanapala, Jakarta, Selasa (19/5).


Kegiatan yang digelar sebagai rangkaian Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 tersebut dibuka oleh Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan, dan Komunikasi (DLIK) OJK, M. Ismail Riyadi, dan turut dihadiri oleh perwakilan kementerian/lembaga anggota Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (SATGAS PASTI), pelaku industri jasa keuangan, serta ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.


Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang), Fauzan Adziman menekankan bahwa perkembangan teknologi dan disrupsi global menuntut generasi muda memiliki kemampuan adaptasi yang kuat, termasuk dalam pengelolaan keuangan.


“Literasi keuangan menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk menghadapi perubahan global yang sangat cepat,” ujarnya.


Dirjen Fauzan menjelaskan bahwa generasi muda perlu memiliki pemahaman menyeluruh dalam mengelola keuangan, tidak hanya tentang cara memperoleh pendapatan, tetapi juga mengatur pengeluaran, menabung, berinvestasi, hingga memahami berbagai risiko finansial.


Menurutnya, investasi terbaik bagi generasi muda adalah investasi pada pengetahuan dan keterampilan. Penguatan kapasitas intelektual akan menjadi modal utama dalam meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.


“Belajar dan meningkatkan keterampilan merupakan investasi yang memberikan hasil terbaik. Ketika ilmu pengetahuan dipadukan dengan pemahaman finansial yang baik, maka akan lahir inovasi dan kontribusi nyata untuk pembangunan bangsa,” jelasnya.


Sementara itu, Kepala DLIK, Ismail Riyadi menyampaikan bahwa literasi keuangan memiliki hubungan erat dengan kesejahteraan individu maupun negara. 


“Literasi keuangan bukan hanya soal memahami uang, tetapi bagaimana masyarakat mampu membangun ketahanan finansial dan melindungi diri dari berbagai risiko kejahatan keuangan digital,” ujarnya.


Ia mengingatkan bahwa penipuan digital, pinjaman online ilegal, dan investasi bodong terus berkembang di tengah meningkatnya penggunaan teknologi digital di masyarakat.


Karena itu, menurutnya, pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan perlu terus diperkuat secara kolaboratif. 


Bulan Literasi Keuangan 2026 menjadi momentum penguatan edukasi serta inklusi keuangan masyarakat secara nasional melalui kolaborasi antara OJK, kementerian/lembaga, dan industri jasa keuangan.


Melalui kegiatan ini, Kemdiktisaintek menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dalam akademik dan teknologi, sekaligus memiliki kecakapan finansial yang kuat menuju Indonesia Emas 2045.

/

5

Ulas Sekarang