Jakarta—Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Fauzan Adziman menjadi pembicara utama pada acara Indonesia AI Day for Higher Education 2025 yang diselenggarakan oleh Indosat Ooredoo Hutchison di Jakarta pada Selasa (18/11).
Dengan menggaungkan tema “Experience the Shift: From Traditional to Tech-Driven Education”, para pimpinan perguruan tinggi, pelaku industri teknologi, serta pemangku kepentingan dipertemukan untuk berdiskusi, bertukar pikiran, serta memetakan percepatan adopsi Artificial Intelligence (AI) dan modernisasi pendidikan tinggi di Indonesia.
Dalam paparannya, Dirjen Fauzan menegaskan pentingnya sains dan teknologi sebagai fondasi pembangunan ekonomi Indonesia.
"Kita harus bergerak menuju knowledge-based economy yang bertumpu pada kemampuan mengelola pengetahuan menjadi nilai tambah dan daya saing nasional.", ujarnya.
Lebih lanjut Dirjen Fauzan memaparkan bahwa untuk mewujudkan hal tersebut, Indonesia perlu menguatkan dua pilar strategis. Pilar pertama adalah penguatan aspek perangkat lunak melalui percepatan adopsi AI di berbagai sektor. Pilar kedua adalah pengembangan infrastruktur teknologi, khususnya ekosistem semikonduktor dalam negeri, yang akan menjadi pondasi penting bagi transformasi digital nasional.
Ia menambahkan bahwa kedua pilar tersebut adalah prasyarat agar pemanfaatan AI memberikan dampak nyata dan selaras dengan agenda pembangunan dalam AstaCita Presiden dan Wakil Presiden.
“AI harus memberikan manfaat yang luas. Bukan hanya berguna sebagai teknologi, tetapi mendorong energi terbarukan, memperkuat teknologi pertanian, mengakselerasi hilirisasi, dan memajukan ekonomi digital” jelasnya.
Pernyataan tersebut mempertegas dukungan pemerintah dalam mendorong percepatan digitalisasi kampus serta menyiapkan talenta masa depan yang kompetitif di tingkat global, tentunya dengan dukungan dari industri teknologi, salah satunya perusahaan telekomunikasi raksasa yang menjadi penyelenggara, Indosat.
Sebagai representasi dari Indosat Ooredoo Hutchison, Muhammad Buldansyah, selaku DIrector and Chief Officer, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045 melalui percepatan digitalisasi dan pemanfaatan AI di sektor pendidikan.
Ia menyoroti urgensi penguatan talenta digital nasional, mengingat kebutuhan pasar mencapai sekitar satu juta talenta per tahun, sedangkan suplai saat ini masih jauh di bawah angka tersebut.
“Indosat telah berinvestasi pada infrastruktur, kemitraan, dan pengembangan pengetahuan AI untuk membantu sektor pendidikan mempersiapkan SDM masa depan,” ujarnya.
Direktur Buldansyah turut menekankan kesiapan Indosat dalam menyediakan layanan smart campus yang terjangkau, aman, dan dikembangkan secara co-creation bersama perguruan tinggi, dan keamanan data menjadi prioritas utama dalam setiap solusi digital yang ditawarkan.
“Transformasi digital di kampus tidak bisa berjalan sendiri. Kita harus bergerak bersama, baik pemerintah, industri, dan universitas untuk mewujudkannya,” tutupnya.
Tantangan Transformasi Digital Asia
Dalam sesi Expert Session, Lim Cher Ping, Chair Professor of Learning Technologies and Innovation dari The Education University of Hong Kong, memaparkan bahwa Asia berpotensi menjadi kekuatan ekonomi global pada 2050, namun masih menghadapi tantangan ketimpangan, urbanisasi, dan kesenjangan akses pendidikan.
Ia menekankan bahwa percepatan transformasi digital pascapandemi harus dibarengi dengan pemerataan kualitas. “Kita perlu memastikan pembelajaran digital yang inklusif dan mampu menjangkau seluruh wilayah,” ujarnya.
Ia juga menyoroti perubahan peran dosen dan mahasiswa di era AI dan Generative AI, serta pentingnya penguatan kompetensi generik seperti berpikir kritis, komunikasi, dan etika digital.
Menurutnya, tren micro-credential dan portfolio digital akan semakin dominan, dan kolaborasi lintas institusi menjadi kunci. “Inisiatif seperti Cyber University Network menunjukkan bagaimana teknologi dapat membantu pemerataan pendidikan,”. Tambahnya.
Melalui penyelenggaraan Indonesia AI Day for Higher Education 2025, Kemdiktisaintek menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekosistem pendidikan tinggi yang inovatif dan berdaya saing.
Kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, dan industri menjadi kunci percepatan transformasi digital kampus, sehingga dapat melahirkan talenta unggul yang siap menjawab kebutuhan masa depan Indonesia.






