Makassar – Di tengah dinamika global yang kian bertumpu pada jalur maritim, laut kembali ditegaskan bukan sekadar ruang geografis, melainkan urat nadi peradaban bangsa Indonesia sebagai negara arsipelago. Dari sanalah arus logistik, diplomasi, dan kehormatan nasional bergerak. Pesan inilah yang mengemuka dalam Upacara Pelantikan Perwira Transportasi Laut/Wisuda ke-XXXVI Politeknik Maritim AMI Makassar (Polimarim), yang dilaksanakan pada Sabtu (20/12) di Sandeq Ballroom, Makassar.
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek, Khairul Munadi, bertindak sebagai Inspektur Upacara sekaligus melantik para Perwira Transportasi Laut lulusan Polimarim. Momentum ini menjadi penanda penting beralihnya status para wisudawan dari taruna dan taruni menjadi perwiral yang siap mengemban amanah di sektor pelayaran nasional maupun internasional.
Selain Dirjen Dikti, wisuda kali ini juga dihadiri Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Syamsi Hari, yang sekaligus menyerahkan secara langsung SK Lisensi LSP P1 Polimarim.
Hadir pula Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IX Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara (Sultanbatara) Andi Lukman. Para alumni Polimarim AMI, termasuk yang telah sukses di dunia usaha hadir langsung di acara ini.
Sejak berdirinya, Polimarim telah menghasilkan 13.786 alumni yang banyak di antaranya telah sukses meniti karier di berbagai sektor.
Dalam amanatnya, Dirjen Dikti menegaskan bahwa laut memegang peran strategis bagi masa depan Indonesia sebagai negara kepulauan.
“Laut adalah urat nadi bangsa. Setiap keputusan yang diambil di atas kapal selalu menyangkut empat hal fundamental: keselamatan penumpang, keberlanjutan pelayaran, kelancaran operasional, dan martabat Bangsa Indonesia,” tegasnya.
Menurut Dirjen Dikti, profesionalisme insan pelayaran tidak cukup hanya ditopang oleh kecakapan teknis dan penguasaan teknologi. Lebih dari itu, dibutuhkan karakter kuat yang berpijak pada integritas, kepemimpinan, dan rasa tanggung jawab.
“Ilmu dan keterampilan dapat terus diasah. Namun integritas, kepemimpinan, dan tanggung jawab adalah nilai yang harus tertanam kuat dalam diri setiap insan pelayaran,” ujarnya.
Direktur Politeknik Maritim AMI Makassar, Amrin Pettarani, mengungkapkan bahwa dari 306 wisudawan, sebanyak 43 orang di antaranya telah terserap di dunia kerja. dalam kesempatan yang sama Amrin menyampaikan bahwa Polimarim berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik dan vokasional, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan dan etika profesi yang kuat.
“Tantangan industri maritim ke depan menuntut insan pelayaran yang adaptif, berdaya saing global, serta menjunjung tinggi nilai keselamatan dan profesionalisme,” ujarnya.
Sebagai salah satu PTS Vokasi yg unggul dan inovatif dan juga institusi pendidikan maritim tertua di Indonesia, Politeknik Maritim AMI Makassar memiliki rekam jejak panjang dalam pengembangan sumber daya manusia sektor pelayaran. Kampus ini berdiri pada 23 September 1963, bertepatan dengan Hari Bahari Nasional, didirikan oleh Yayasan Perguruan Tinggi Karya Dharma dan diresmikan oleh Menteri Perhubungan Laut Ir. Abdul Muttalib dengan nama Akademi Maritim Indonesia (AMI) Veteran Makassar.
Sebanyak 306 wisudawan dari lima program studi (Prodi) yang dikelola Polimarim AMI tampil sebagai peserta dalam momen bersejarah tersebut.
Melalui pelantikan Perwira Transportasi Laut/Wisuda ke-XXXVI ini, Polimarim dan Ditjen Dikti menegaskan komitmen bersama untuk terus melahirkan insan pelayaran unggul yang mampu menjaga keselamatan, menggerakkan ekonomi maritim, serta membawa nama baik Indonesia di kancah global.
Sebagai penutup, Dirjen Dikti berpesan agar para perwira yang dilantik mampu menjadi duta nilai-nilai kebangsaan di setiap pelabuhan dunia disinggahi.
“Berlayarlah dengan ilmu, berlayarlah dengan integritas, dan pulanglah dengan kehormatan,” pesan Dirjen Dikti menutup amanatnya.






