Di Tanah Garogot, Paser, delapan jam perjalanan dari Balikpapan, lahir seorang pemuda yang tekadnya sekuat punggung Nusantara. Panggil dia Adit—Muhammad Aditya Rahman—putra tertua dari tiga bersaudara, dari keluarga sederhana; ayahnya bekerja sebagai tukang gali kubur. Dari tanah yang jauh, harapannya melaju dekat: mengubah kampung halamannya menjadi sentra pertanian yang gemilang.
Adit tercatat sebagai mahasiswa semester tiga Jurusan Agribisnis Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT). Keseriusannya menarik perhatian Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Melalui KIP Kuliah, jalan ninja yang ditunggu selama ini terbuka, menjadi pengungkit bagi mimpi dan masa depannya. “Pendidikan tinggi adalah jalan untuk mengubah Tanah Garogot,” ujar Adit dengan wajah sumringah yang memantulkan harapan.
Kegiatan utama hari ini dimulai dengan kampanye nasional Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) di kampus UMKT Paser. Acara dihadiri Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemdiktisaintek Beny Bandanadjaja, Rektor UMKT Dr. Muhammad Musiyam, para dosen, tenaga pendidikan, dan ratusan mahasiswa.
Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menegaskan, “Kami bersama Kemdiktisaintek mendorong kehidupan kampus yang bebas dari kekerasan dan menjadi inspirasi bagi masyarakat sekitar.”
Direktur Belmawa Kemdiktisaintek, Beny Bandanadjaja, menambahkan, “Kampus harus berdampak nyata. Lingkungan kampus yang aman dan nyaman akan menumbuhkan prestasi mahasiswa sekaligus menjadi teladan bagi masyarakat Tanah Garogot.”
Setelah kampanye, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke rumah Adit, mahasiswa penerima KIP Kuliah. Kunjungan ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi Adit untuk terus mewujudkan cita-citanya mengembangkan pertanian di kampung halamannya.
Adit hanyalah satu dari ribuan permata tanah air di pelosok negeri yang menunggu untuk diasah. Dari Tanah Garogot hari ini, sinar kecil itu mulai bersinar. Dengan KIP Kuliah dan lingkungan kampus yang inspiratif, harapan untuk mencetak generasi unggul kini semakin nyata.
Sambil Adit titip salam hormat untuk Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto, ia juga menyampaikan harapannya agar semakin banyak anak-anak dari pelosok negeri mendapat kesempatan yang sama untuk menimba ilmu, berprestasi, dan mengubah kampung halamannya menjadi lebih baik.
Humas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak #DiktisaintekSigapMelayani #Pentingsaintek #Kampusberdampak #Kampustransformatif






