Sebagai implementasi konkret penguatan jejaring dan kolaborasi internasional, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) membuka ruang dialog strategis dengan delegasi dari Simon Fraser University of Canada, di Jakarta (12/2). Pertemuan ini mengawali kunjungan Presiden/Rektor Simon Fraser University (SFU) ke Indonesia dalam beberapa hari ke depan.
Dialog strategis ini merumuskan beberapa agenda penting. Di antaranya penjajagan penguatan kerja sama antara Simon Fraser University dengan perguruan tinggi di Indonesia. Kerja sama ini ditujukan pada tingkat institusi.
Kemudian merumuskan peluang kolaborasi dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), khususnya dalam mendukung mobilitas mahasiswa Indonesia. Artinya SFU dapat menjadi alternatif universitas tujuan penerima beasiswa LPDP, atau beasiswa lainnya dari Pemerintah Indonesia.
Juga pengembangan pelatihan riset, pengembangan kerja sama pendidikan untuk jenjang magister (S2), serta kolaborasi riset pada bidang energi bersih, Artificial Intelligence (AI) dan data science, teknologi kuantum, serta climate innovation. Yang disebut terakhir adalah proses penciptaan, pengujian, dan penerapan teknologi, model bisnis, kebijakan, atau metode baru untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, dan beradaptasi dengan dampak perubahan iklim. Solusi ini bertujuan mempercepat transisi ekonomi menuju ekonomi hijau dan berkelanjutan.
“Kita juga membahas peluang pengembangan kemitraan akademik yang lebih terstruktur. Termasuk skema kerja sama riset dan pertukaran akademik. Juga disinggung kemungkinan untuk joint degree. Kita menunggu implementasinya karena kolaborasi internasional memang menjadi keharusan,” kata Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemdiktisaintek, Beny Bandanadjaja.
Pada bagian yang sama, Direktur Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan Ditjen Risbang Kemdiktisaintek, Heri Kuswanto, menekankan pembahasan dan rumusan dalam pertemuan ini dapat ditindak-lanjuti. Menurutnya, riset bersama antara Simon Fraser University of Canada dengan perguruan tinggi di Indonesia merupakan simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan.
“Kita ingin kolaborasi riset. Karena itu harus dilanjutkan dengan koordinasi antar-unit antara kampus kita dengan Simon Fraser. Kita ingin menempatkan riset dan talenta kita dalam peta riset global. Ini kerja sama yang win-win, jadi tidak boleh berhenti sampai di sini,” kata Heri Kuswanto.
Sebagai universitas komprehensif, SFU memiliki keunggulan dalam riset di bidang ilmu ilmu terapan, inovasi, sustainability, data dan teknologi. Bidang keilmuan yang menjadi kekuatan SFU di antaranya computer science, computing & data (Artificial Intelligence/AI, data science, software engineering, Cybersecurity dan computational science). Juga mumpuni dalam bidang studi business management, public policy, political science & International studies serta environmental science, sustainability dan climate studies
Bidang studi ini tentu saja selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam agenda penguatan sumber daya manusia, kemandirian ekonomi berbasis inovasi, ketahanan nasional, dan pembangunan berkelanjutan.






