Jakarta–Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama jaringan perguruan tinggi nasional melakukan langkah terstruktur dalam mendukung penanganan bencana yang terjadi di Sumatra. Mobilisasi sumber daya keilmuan dan tenaga profesional dikerahkan untuk mendukung pemerintah daerah serta instansi terkait dalam percepatan respons dan pemulihan awal, Selasa (9/12).
Sebagai bentuk implementasi arah kebijakan Diktisaintek Berdampak, sejumlah perguruan tinggi di wilayah Sumatra dan sekitarnya bergerak cepat menyalurkan bantuan, memberikan layanan kesehatan, serta membuka akses ke daerah terdampak melalui kerja kolaboratif yang terencana.
UNP: Penguatan Psikososial dan Distribusi Bantuan di Agam
Universitas Negeri Padang (UNP) memperluas aksi kemanusiaan melalui program pendampingan psikososial bagi penyintas banjir bandang di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Setelah mendirikan posko utama sejak 6 Desember 2025, menyalurkan logistik, serta menurunkan relawan untuk pembersihan material longsor, UNP kini mengerahkan tim konseling trauma yang terdiri dari 19 dosen dan mahasiswa jenjang S1 hingga Program Profesi Konselor. Kegiatan berlangsung dari tanggal 6 hingga 8 Desember 2025, bekerja sama dengan Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN).
Tim konseling ditempatkan langsung di titik pengungsian dan pemukiman terdampak untuk memberikan layanan pemulihan psikologis, termasuk penanganan gejala Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD), penguatan resiliensi warga, serta pendampingan bagi anak-anak. Selain pendampingan psikososial, UNP Peduli juga menyalurkan sembako dan pakaian layak pakai di tiga titik pengungsian. Distribusi bantuan dilakukan dengan akses kombinasi perahu ponton, mobil, dan kendaraan roda dua menuju wilayah terpencil.
Tim lapangan UNP melaporkan sejumlah aksi cepat lainnya, seperti pembersihan 14 rumah warga, pembuatan jembatan darurat, pengaliran air ke musala, pembenahan jalur air sungai, serta pendampingan oleh 16 konselor. Pergantian relawan gelombang kedua telah diberangkatkan untuk memastikan keberlanjutan layanan.
Universitas Jambi: Bantuan Lintas Lembaga dan Trauma Healing di Solok
Dukungan juga datang dari Universitas Jambi (Unja) yang tiba di Posko Utama Kabupaten Solok pada Senin (8/12). Bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Jambi dan Indonesia Offroad Federation (IOF) Jambi, Unja menyalurkan sembako, layanan kesehatan, serta trauma healing untuk warga terdampak. Selain bantuan darurat, eksekutif Unja tengah merumuskan skema beasiswa bagi mahasiswa terdampak bencana di Sumatra, termasuk dari Solok.
USK: Menembus Isolasi Aceh dan Menyelamatkan Warga
Universitas Syiah Kuala (USK) melalui Satuan Petugas (Satgas) Respons Senyar telah mengerahkan sekitar 300 relawan, termasuk 100 tenaga medis, untuk memulihkan layanan kesehatan, distribusi logistik, dan membuka kembali akses wilayah terdampak.
Relawan Mapala Leuser USK berhasil menjadi tim pertama yang mencapai Desa Bergang, Kecamatan Ketol. Wilayah ini terisolasi selama tujuh hari akibat 14 titik longsor dan kerusakan jembatan. Mereka menempuh lebih dari 80 kilometer jalur ekstrem, melintasi sungai dengan sling darurat, medan licin, dan rute berbatu demi memastikan 551 warga menerima bantuan.
Layanan Medis Terpadu di Aceh Tamiang
Tim medis gabungan dari Tim Bantuan Medis 110, Asian Medical Students' Association (AMSA) Universitas Muslim Indonesia (UMI), Fakultas Kedokteran UMI, The Association of Medical Doctors of Asia (AMDA), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (Perdatin), bekerja sama dengan FK Universitas Sumatera Utara (USU) dan Dinas Kesehatan, memberikan layanan kesehatan di Kuala Simpang, Aceh Tamiang pada 6 Desember 2025.
Pelayanan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, tindakan perawatan luka, hingga penjahitan intensif bagi 20 pasien. Survei lapangan menunjukkan sejumlah tantangan: akses lumpur tebal, listrik belum pulih, keterbatasan air bersih, serta rumah sakit yang belum dapat beroperasi. Tim juga menyerahkan bantuan kepada Komandan Distrik Militer Aceh Tamiang serta melaporkan kebutuhan mendesak seperti air minum, pakaian, selimut, dan peralatan medis steril.
Dukungan Tambahan Perguruan Tinggi
Selain itu, sejumlah perguruan tinggi lain turut bergerak, termasuk Universitas Baiturrahmah yang menyalurkan paket sembako dan perlengkapan memasak untuk warga terdampak bencana di Batu Busuk dan Gunung Nago, Kota Padang.
Tim Gabungan Relawan Unpad menyisir pemukiman tertimbun lumpur di Kabupaten Agam. Seluruh aksi ini merupakan bagian dari jejaring Kemdiktisaintek tanggap bencana, yang menggabungkan keahlian perguruan tinggi dengan kebutuhan nyata masyarakat.
Kemdiktisaintek akan terus memantau perkembangan situasi di Sumatra dan memastikan perguruan tinggi tetap berperan aktif dalam mendukung upaya penanganan hingga tahap pemulihan. Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta memperkuat kontribusi pendidikan tinggi dalam menghadapi situasi bencana Sumatra.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak
#Kampustransformatif






