Yogyakarta-“Saya sadar bahwa dana KIP (Kartu Indonesia Pintar, red) Kuliah itu berasal dari masyarakat, dan selayaknya manfaatnya juga ke masyarakat,” ucap Tegar Inang Pratama, mahasiswa Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (UGM), penerima manfaat KIP Kuliah.
Perjalanan hidup sedari kecil menuntun Tegar pada mimpi besarnya, menjadi seorang Dokter. Sederhana, lewat tontonan masa kecil: anime medis, cita-cita Tegar mulai dirajut.
“Menonton anime medis, di sana berkembang rasa kepedulian saya untuk bisa berguna, dan bermanfaat untuk banyak orang, saya suka untuk menolong sesama,” kilas Tegar, Sabtu (11/10).
Berawal dari Mimpi, Berjalan dengan Tekad
Tegar tumbuh dengan kesadaran bahwa masa depannya hanya bisa dibangun dari kerja keras dan doa.
“Saya bukan orang yang punya privilege. Jadi saya belajar untuk tidak menyerah. Kalau bukan saya yang berjuang untuk masa depan saya, siapa lagi,” katanya.
Seperti doa yang dititipkan orang tuanya lewat namanya. Tegar. Ia selalu bertekad untuk selalu optimal mengejar mimpinya. Ia berhasil masuk UGM lewat jalur SNMPTN 2022 dan kini duduk di semester tujuh. Baginya, ini bukan perjalanan yang mudah. Ritme akademik kedokteran yang padat, ujian tiap dua pekan, dan tumpukan bahan belajar tak menyurutkan semangatnya.
Tantangan utama baginya adalah mengatur waktu dan menjaga semangat, sesuatu yang ia atasi dengan disiplin dan tekad luar biasa.
“Biasanya saya langsung fokus pada jadwal kuliah saya, kemudian setelah itu saya akan menuliskan pada seminggu ke depan, saya ingin melakukan kegiatan apa, dan saya mau belajar di mana,” ungkap Tegar.
Tegar membuktikan bahwa penerima KIP Kuliah bukan hanya penerima manfaat, tetapi juga pemberi manfaat. Selain aktif dalam kegiatan sosial dan relawan, ia juga menjadi panutan di lingkungan kampus karena prestasi akademiknya yang luar biasa, konsisten meraih IPK sempurna (4,00) sejak awal perjalanannya di tahun 2022.
Selain itu, ekosistem belajar yang positif menjadi sesuatu yang ingin Tegar tularkan kepada mahasiswa lain di Indonesia.
“Saya mencoba untuk mempertahankan lingkungan akademis itu. Teman-teman saya, jadi setiap kami ketemu, topik obrolan kami sudah belajar sampai mana, terus saling cross check materi satu sama lain,” kata Tegar.
KIP Kuliah: Nyawa Perjuangan dan Penggerak Harapan
“Bagi saya, arti KIP Kuliah adalah sebuah nyawa,” tegas Tegar.
Berkat program ini, Tegar dapat melanjutkan pendidikan kedokteran tanpa terbebani biaya besar yang sering menjadi penghalang bagi banyak siswa berpotensi dari keluarga sederhana.
“Ketika lolos KIP Kuliah, ya enggak nyangka juga sih, soalnya siapa yang nyangka kuliah kedokteran gratis, sampai jadi dokter, dan enggak cuma saya, mungkin orang-orang di sekitar saya pun juga kaget,” ujar Tegar.
KIP Kuliah membantunya untuk memperoleh alat-alat penunjang belajar seperti stetoskop, tensimeter, penlight, dan perangkat belajar digital, yang menjadi sarana penting dalam perkuliahan dan praktik kedokteran.
Dari Mahasiswa untuk Indonesia
KIP Kuliah membuka jalan Tegar untuk berkarya dan berkontribusi. Tegar dan rekan-rekannya turun langsung ke masyarakat untuk mengedukasi warga mengenai kesehatan dasar.
Tegar berkomitmen bahwa kesempatan yang ia dapat, harus dioptimalkan. Ia optimis, mahasiswa dengan dorongan KIP Kuliah bisa berprestasi, berkontribusi dan membangun Indonesia.
Di tengah kesibukan sebagai mahasiswa kedokteran, Ia mengikuti berbagai kegiatan, organisasi, pengabdian dan relawan, baik di lingkungan kampus, hingga kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pusat.
Melalui kisahnya, Tegar menginspirasi ribuan mahasiswa di Indonesia untuk tidak takut bermimpi besar. Semangat ini, tidak hanya berhenti di dirinya, namun harapannya bagi seluruh anak bangsa yang selama ini takut bercita-cita di tengah tantangan keterbatasan.
“Jangan takut bermimpi jadi orang sukses, karena selalu ada jalan bagi mereka yang berani bermimpi,” pesan Tegar.
Kesadaran itu menjelma menjadi prinsip hidupnya bahwa KIP Kuliah bukan sekadar hak, tapi amanah.
Pendidikan untuk Keadilan Sosial dan Kemandirian Bangsa
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menegaskan bahwa KIP Kuliah adalah wujud nyata dari keadilan sosial di bidang pendidikan tinggi.
Melalui kebijakan “Diktisaintek Berdampak”, kementerian berkomitmen memastikan bahwa setiap rupiah dari anggaran pendidikan benar-benar memberikan hasil nyata bagi masyarakat bukan hanya angka penerima, tetapi perubahan hidup yang berkelanjutan.
Kemdiktisaintek terus mendorong kampus di Indonesia untuk memperluas akses, menanamkan nilai tanggung jawab sosial, dan membentuk mahasiswa yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga peduli terhadap masyarakat.
Menyala Untuk Indonesia
“Dari keluarga biasa, kita harus melanjutkan harapan,” ucap Tegar.
Kini, Tegar ingin berkontribusi untuk masyarakat Indonesia karena dapat meraih cita lewat KIP Kuliah, yang berasal dari pajak dan anggaran negara. Setiap keringat yang menetes di bangku kuliah, adalah wujud tanggung jawab kepada bangsa.
“KIPK bisa membentuk generasi tangguh dan berprestasi adalah lewat kesadaran penerimanya. Seorang mahasiswa itu sadar akan manfaat yang ia terima, jadi bagaimana ia harus mengoptimalkan manfaat diterima itu, untuk bisa memberikan output terbaik,” ujarnya.
Dari ruang kuliah kedokteran UGM, semangat itu terus menyala.
Humas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak #Kemdiktisaintek #Kampusberdampak #Kampustransformatif





