AI untuk Indonesia 2025: Wamendiktisaintek Tekankan Manusia Tetap Jadi Pusat Perubahan di Era AI

Kabar

23 October 2025 | 15.49 WIB

AI untuk Indonesia 2025: Wamendiktisaintek Tekankan Manusia Tetap Jadi Pusat Perubahan di Era AI

Jakarta - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie menegaskan bahwa kecerdasan buatan Artificial Intelligence (AI) harus menjadi alat kemajuan yang memperkuat manusia, bukan menggantikannya. Pesan ini disampaikan dalam pidato bertajuk “AI untuk Indonesia” pada acara AI for Indonesia 2025 by kumparan, yang digelar di The Ballroom at Djakarta Theater, Jl. M.H. Thamrin No. 9, Jakarta Pusat, Kamis (23/10).

Dalam pidatonya, Stella Christie Wamendiktisaintek mengangkat pertanyaan yang kini menjadi perhatian banyak pihak: “Apakah manusia akan tergantikan oleh AI?” Ia menegaskan bahwa perubahan besar akibat perkembangan AI tidak dapat dihindari, sehingga yang terpenting adalah bagaimana manusia beradaptasi dan memanfaatkannya untuk kemajuan bangsa.

“AI bisa menjadi ancaman, tapi juga bisa menjadi alat kemajuan. Semuanya tergantung pada bagaimana kita menggunakannya,” ujar Stella.

Menurutnya, banyak perguruan tinggi tergesa-gesa membuka program studi teknologi agar relevan dengan perkembangan zaman. Namun, data menunjukkan bahwa bidang ilmu komputer justru menjadi salah satu yang paling terdampak disrupsi akibat AI. Kondisi ini, kata Stella Christie Wamendiktisaintek, bukanlah kabar buruk, melainkan peringatan bahwa dunia kerja telah berubah dan manusia harus berubah bersama.

“Yang harus kita siapkan bukan hanya kemampuan teknis, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, empati, kreativitas, serta pengambilan keputusan moral. Itulah yang tidak bisa digantikan oleh AI,” tegasnya.

Stella Christie Wamendiktisaintek, menambahkan bahwa AI memiliki dua sisi. Dapat menurunkan keamanan namun juga memperkuatnya, bisa menciptakan kesenjangan tapi juga membantu pemerataan, serta dapat menyebarkan hoaks namun juga membantu memeriksa kebenaran informasi.

“Kita tidak boleh diam. Jika kita hanya menonton perubahan tanpa bertindak, maka dampak buruknya akan datang lebih cepat. Namun, jika kita bertindak sekarang, manfaatnya akan terasa dalam jangka panjang,” ungkapnya.

Acara AI for Indonesia 2025 mengusung tema “Accelerating Impact with Applied AI” dan mempertemukan pemangku kepentingan dari berbagai sektor pemerintah, industri, akademisi, komunitas, dan mahasiswa untuk mendorong penerapan AI yang berdampak nyata bagi masyarakat melalui tiga pilar utama: AI for Everyone, AI for Good, dan AI for Growth.

Menutup pidatonya, Stella Christie Wamendiktisaintek mengajak seluruh pihak untuk memastikan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta dan pengarahnya.

“Pertanyaannya bukan lagi bagaimana Indonesia berguna untuk AI, tetapi bagaimana AI berguna untuk Indonesia,” pungkasnya.

Humas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi 

#DiktisaintekBerdampak #Pentingsaintek #Kampusberdampak #Kampustransformatif

/

5

Ulas Sekarang