20 Tim Ekspedisi Patriot UNDIP Sampai di Papua, Siap Beri Solusi Pembangunan Kawasan Perbatasan Keerom

Kampus Kita

01 Agustus 2026 | 23.00 WIB

20 Tim Ekspedisi Patriot UNDIP Sampai di Papua, Siap Beri Solusi Pembangunan Kawasan Perbatasan Keerom

UNDIP, Keerom (1/8) – Universitas Diponegoro (UNDIP) menerjunkan 20 Tim Ekspedisi Patriot yang terdiri atas 100 akademisi ke Kabupaten Keerom, Provinsi Papua. Kehadiran tim tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung percepatan pembangunan dan transformasi kawasan transmigrasi, khususnya di wilayah perbatasan Indonesia dan Papua Nugini

Rombongan Tim Ekspedisi Patriot UNDIP tiba di Kabupaten Keerom pada Sabtu, 1 Agustus 2026, dan diterima secara resmi oleh Pemerintah Kabupaten Keerom di Gedung Olahraga Girgura Kensuwri, Kampung Workwana, Distrik Arso. Selama kurang lebih empat bulan, tim akan melaksanakan penelitian, kajian lapangan, serta pendampingan kepada masyarakat. Kegiatan akan dipusatkan di dua wilayah perbatasan, yaitu Distrik Senggi dan Distrik Web.

Wakil Bupati Keerom, Daud, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan UNDIP dalam mendukung pembangunan kawasan transmigrasi di wilayahnya. Menurutnya, kehadiran Tim Ekspedisi Patriot menjadi bentuk sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi.“Kehadiran Tim Ekspedisi Patriot Universitas Diponegoro ini merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan tersendiri bagi pemerintah serta masyarakat Keerom,” ujar Daud.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Keerom mendukung program strategis Kementerian Transmigrasi tersebut. Kabupaten Keerom memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan, antara lain pada sektor pertanian, perkebunan, sumber daya alam, serta kekayaan sosial dan budaya masyarakat. “Kami berharap kehadiran Tim Ekspedisi Patriot dapat menggali potensi daerah, memberikan inovasi, serta menyusun rekomendasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Keerom juga berkomitmen mendukung pelaksanaan program agar dapat mendorong terwujudnya kawasan transmigrasi yang maju, mandiri, dan berkelanjutan. Dukungan masyarakat setempat menjadi bagian penting agar program dan inovasi yang dihasilkan dapat diterapkan sesuai dengan kebutuhan daerah.

Koordinator TEP UNDIP 2026, Prof. Wiwandari Handayani menjelaskan bahwa pelaksanaan Ekspedisi Patriot tahun 2026 memiliki orientasi yang lebih aplikatif dibandingkan program sebelumnya. Tim tidak hanya melakukan pemetaan potensi dan identifikasi permasalahan, tetapi juga diarahkan untuk menghadirkan solusi yang dapat langsung diuji dan diterapkan di lapangan.

Sejalan dengan arahan Menteri Transmigrasi, program tahun kedua ini menekankan pada penyusunan dan penerapan pilot solution atau solusi percontohan. Dengan pendekatan tersebut, hasil kajian diharapkan tidak berhenti pada rekomendasi teoritis, tetapi dapat berkembang menjadi model penyelesaian masalah yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Kehadiran para akademisi dari berbagai disiplin ilmu diharapkan dapat memperkuat pengembangan potensi lokal, meningkatkan produktivitas masyarakat, serta mendukung pembangunan kawasan perbatasan secara terintegrasi. Tim juga akan bekerja sama dengan pemerintah daerah dan masyarakat untuk memastikan program yang dirancang sesuai dengan kondisi sosial, ekonomi, dan karakteristik wilayah Keerom.

Melalui Ekspedisi Patriot, UNDIP menegaskan komitmennya untuk menghadirkan ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi sebagai solusi atas persoalan nyata di masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan model pembangunan kawasan transmigrasi yang dapat dilanjutkan oleh pemerintah daerah dan masyarakat setelah masa penugasan tim berakhir.

Kehadiran Tim Ekspedisi Patriot UNDIP di Kabupaten Keerom menjadi wujud kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 1 tentang penghapusan kemiskinan, SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, SDG 9 tentang industri, inovasi, dan infrastruktur, SDG 10 tentang berkurangnya kesenjangan, serta SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan.

Program tersebut sekaligus mencerminkan semangat UNDIP Bermartabat, UNDIP Bermanfaat, dengan mendorong kontribusi perguruan tinggi dalam membangun kawasan perbatasan yang produktif, berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan. (Komunikasi Publik/ TEP)

DiktisaintekBerdampak

UNDIP

/

5

Ulas Sekarang