Laporan Kinerja Kemdiktisaintek Tahun 2025

Buku

03 November 2026 | 13.00 WIB

Laporan Kinerja Kemdiktisaintek Tahun 2025

ISSN/ISBN

:

Tanggal Rilis

:

03 November 2026

Ukuran File

:

19.46 MB

Penerbit

:

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

Unduh

Laporan Kinerja (LAKIN) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2025 merupakan bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat atas pelaksanaan tugas dan pengelolaan anggaran pada tahun pertama kementerian berdiri secara mandiri. Laporan setebal 239 halaman ini disusun oleh Biro Perencanaan dan Kerja Sama, Sekretariat Jenderal, bersama Inspektorat Jenderal dan unit eselon I terkait, serta diterbitkan pada Februari 2026. Isinya mencakup empat bagian utama, yaitu pendahuluan, perencanaan kinerja, akuntabilitas kinerja, dan penutup, yang dilengkapi dengan lampiran pendukung.
Secara keseluruhan, kinerja kementerian menunjukkan hasil positif dengan rata-rata capaian 111,95% dari enam sasaran strategis yang diukur melalui 11 indikator kinerja. Beberapa capaian menonjol antara lain persentase lulusan vokasi yang bekerja sesuai bidang pendidikan sebesar 57,01% dari target 44,88%, rekognisi internasional bagi 188 SDM pendidikan tinggi dari target 99 orang, serta 14 perguruan tinggi yang masuk pemeringkatan global Top 600 dan 28 perguruan tinggi pada Top 1.000, melampaui target masing-masing sebanyak 12 dan 22 perguruan tinggi. Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Tinggi mencapai 32,89% dari target 33,94% (96,91%), sedangkan lulusan yang langsung bekerja dalam satu tahun mencapai 62,57%, sedikit melampaui target 62,16%. Pada aspek tata kelola, Indeks Reformasi Birokrasi tercatat 84,03 dari target 89,13 (94,28%). Dari pagu anggaran Rp58,51 triliun, realisasi mencapai Rp55,49 triliun atau 94,84%, dengan anggaran yang masih diblokir sebesar Rp768,66 miliar.
Di balik capaian tersebut, kementerian masih menghadapi enam tantangan utama, yaitu kesenjangan kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri, rendahnya hilirisasi dan komersialisasi riset, ketimpangan mutu dan akses pendidikan tinggi khususnya di wilayah 3T, keterbatasan kualifikasi SDM dan infrastruktur riset, kompleksitas tata kelola akibat transisi kelembagaan, serta tingginya ketergantungan pendanaan pada pemerintah.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Kemdiktisaintek mendorong penguatan kemitraan dengan industri melalui program Diktisaintek Berdampak, pemberian insentif riset berbasis Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT), serta optimalisasi SPADA dan laboratorium terpadu. Selain itu, diversifikasi pendanaan dilakukan melalui Dana Abadi Perguruan Tinggi dan kemitraan filantropi. Penguatan tata kelola juga diarahkan pada integrasi layanan digital melalui SPBE, sementara peningkatan kualitas SDM didorong melalui beasiswa fast-track magister-doktor dan program mobilitas talenta.

0/

5

Ulas Sekarang

0