Buku ini dibuka dengan kisah, bukan dengan simpulan. Pilihan ini disengaja. Seratus kisah yang dihimpun di dalamnya tidak dimaksudkan untuk menutup sebuah pekerjaan, apalagi merangkum seluruh upaya yang telah dilakukan. Kisah-kisah ini lebih tepat dibaca sebagai potongan perjalanan—sebagian utuh, sebagian masih berproses—dari ikhtiar panjang perguruan tinggi dalam menghadirkan sains dan teknologi agar bermakna bagi masyarakat. Perguruan tinggi sejak lama diharapkan tidak hanya menjadi ruang produksi pengetahuan, tetapi juga berkontribusi pada pemecahan persoalan nyata. Harapan tersebut melekat pada fungsi keilmuan itu sendiri, meskipun dalam praktiknya tidak selalu mudah diwujudkan. Pengetahuan ilmiah memiliki bahasa, logika, dan ritmenya sendiri, sementara kehidupan masyarakat bergerak dengan kompleksitas yang sering kali tidak sepenuhnya dapat diprediksi. Di antara dua dunia inilah kerja diseminasi dan pemanfaatan sains dan teknologi memperoleh relevansinya. Pengalaman yang terhimpun dalam buku ini menunjukkan bahwa sains tidak pernah berpindah secara sederhana dari kampus ke masyarakat. Ia tidak bekerja seperti paket yang siap dikirim dan digunakan. Sains bergerak melalui perjumpaan, melalui percakapan yang berulang, dan melalui proses saling menyesuaikan. Dalam proses itu, pengetahuan akademik kerap diuji ulang, disederhanakan, bahkan dipertanyakan kembali. Tidak semua asumsi bertahan ketika berhadapan dengan konteks lokal yang nyata Buku ini juga menunjukkan bagaimana riset berdampak dapat menjadi pengungkit rantai pasok industri. Ketika teknologi tepat guna, model pendampingan, dan penguatan kelembagaan bertemu dengan potensi lokal, maka yang tumbuh bukan hanya produk atau prototipe, tetapi ekosistem: keterampilan meningkat, proses produksi lebih tertata, standar mutu membaik, dan koneksi ke pasar serta mitra usaha makin terbuka. Seratus kisah yang tersaji dalam buku ini memperlihatkan bahwa sains dan teknologi tidak berdiri di luar masyarakat. Ia hidup dalam konteks keseharian—di ruang-ruang produksi, di komunitas lokal, di wilayah pesisir dan pedesaan, serta di berbagai inisiatif yang lahir dari kebutuhan nyata. Di situlah sains dan teknologi menemukan makna sosialnya, bukan sekadar sebagai simbol kemajuan, tetapi sebagai motor penggerak yang memperkuat daya hidup, produktivitas, dan ketahanan masyarakat.
100 Kisah Implementasi Sains dan Teknologi di Daerah: Praktik Baik Program Katalisator Kemitraan Berdikari 2024-2025
Buku
02 January 2026 | 13.00 WIB
.jpg&w=1080&q=75)
ISSN/ISBN
:978-602-9290-94-3
Tanggal Rilis
:Ukuran File
:32.79 MB
Penerbit
:Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
0/
5
Ulas Sekarang









