Yogyakarta - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie menekankan pentingnya pemahaman nilai strategis data dalam perkembangan kecerdasan artifisial (AI). Hal tersebut disampaikan Wamen Stella saat menghadiri peluncuran Indosat–NVIDIA AI Technology Center di Universitas Gadjah Mada (UGM), Kamis (13/8).
Wamen Stella menyampaikan bahwa Indonesia memiliki kekuatan berupa data dalam jumlah besar, yang dapat menjadi bagian penting dalam pengembangan AI. Karena itu, Indonesia perlu memiliki kesadaran terhadap nilai dan kepentingan data.
Menurut Wamendiktisaintek, data merupakan komponen penting dalam pengembangan AI karena algoritma dan kemampuan komputasi saja tidak cukup tanpa ketersediaan data.
“Indonesia akan maju di dunia AI, jika kita menggunakannya dengan benar. Tentu saja bagus jika NVIDIA berpartner dengan kita, kita juga memiliki banyak data,” jelas Wamendiktisaintek.
Wamen Stella juga menekankan bahwa keberadaan pusat AI bersama antara perguruan tinggi dan industri perlu memiliki tujuan yang jelas. Menurutnya, pusat AI yang dibangun melalui kolaborasi UGM, Indosat, dan NVIDIA harus memberikan manfaat bagi Indonesia.
Wamen Stella mengingatkan perguruan tinggi untuk mempersiapkan diri menghadapi perkembangan tersebut. Wamen Stella menilai manusia tetap memiliki kemampuan penting, khususnya dalam membuat penilaian berdasarkan konteks yang tidak selalu disampaikan secara eksplisit.
Wamendiktisaintek lalu menjelaskan bahwa manusia dalam kehidupan sehari-hari membuat berbagai keputusan, dengan mempertimbangkan banyak penilaian dan konteks, yang tidak selalu terucapkan. Ini yang menjadi peran pentung manusia dalam proses pengembangan AI.
“AI tidak lebih pintar dari kita. Sebenarnya, saya melakukan penelitian dengan anak muda untuk membandingkannya dengan AI. Dan jika Anda memberikan jumlah input yang sama, otak manusia jauh lebih baik daripada model AI terbaik di dunia ini,” jelas Wamendiktisaintek.
Karena perkembangan AI akan terus berlangsung, Wamen Stella mendorong pusat AI untuk tidak hanya menunggu perkembangan teknologi, tetapi mulai mengantisipasi dan mempersiapkan diri, termasuk perguruan tinggi juga perlu memikirkan bagaimana mempersiapkan mahasiswa menghadapi perubahan yang mungkin terjadi akibat perkembangan AI.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak







