Wamendiktisaintek Fauzan Ajak Talenta Muda Perkuat Ekosistem Bioenergi

News

27 Agustus 2026 | 07.15 WIB

Wamendiktisaintek Fauzan Ajak Talenta Muda Perkuat Ekosistem Bioenergi

Jakarta– Pengembangan bioenergi menjadi salah satu langkah strategis, untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi hijau Indonesia. Upaya tersebut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha dan dunia industri (DUDI), serta perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan riset, dan sumber daya manusia (SDM) unggul.

Indonesia memiliki potensi bioenergi yang besar, untuk mendukung ketahanan energi sekaligus pertumbuhan ekonomi hijau. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat potensi biomassa Indonesia mencapai setara 56,97 GW listrik. Potensi tersebut mulai dioptimalkan melalui berbagai kebijakan, salah satunya mandatori biodiesel B40. Sepanjang 2025, pemanfaatan biodiesel domestik mencapai 14,2 juta kiloliter dan turut menekan impor solar dari sekitar 8,3 juta ton pada 2024 menjadi sekitar 5 juta ton pada 2025.

Menyorot potensi ini, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan menilai pengembangan bioenergi perlu ditempatkan dalam kerangka kepentingan nasional, melalui tata kelola yang berorientasi pada manfaat bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikannya dalam Asosiasi Pemasok Energi, Mineral dan Batubara Indonesia (Aspebindo) Bioenergy Business Summit 2027 & Awarding Session bertema “Accelerating Indonesia’s Bioenergy Ecosystem Towards Security and Green Economic Growth”, Rabu (26/8).

Wamendiktisaintek menyoroti besarnya potensi sumber daya yang dimiliki Indonesia, untuk dikembangkan menjadi sumber energi. Tantangan pengembangan bioenergi dinilai berada pada cara pandang, dan tata kelola dalam mengoptimalkan sumber daya yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal, termasuk limbah.

“Indonesia tidak kekurangan bahan bioenergi. Bahkan kalau mau dihitung surplus,” ujar Wamen Fauzan.

Wamendiktisaintek menegaskan bahwa pengembangan sektor energi membutuhkan pelaku usaha yang memiliki integritas dan keberpihakan terhadap kepentingan bangsa. Hilirisasi menjadi salah satu instrumen penting untuk memastikan sumber daya Indonesia, dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

Dalam konteks tersebut, perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam menyiapkan SDM yang mampu menjawab kebutuhan sektor energi yang terus berkembang. Wamendiktisaintek mengapresiasi Aspebindo yang turut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan talenta dan kompetensinya dalam bidang bioenergi melalui kompetisi yang diselenggarakan dalam rangkaian kegiatan tersebut.

“Aspebindo telah memberikan panggung bagi anak-anak mahasiswa, untuk bisa menunjukkan talentanya dan bisa berkontribusi yang lebih besar. Dari situlah sebenarnya mereka akan menjadi orang hebat,” tegas Wamen Fauzan.

Menurut Wamen Fauzan, keterlibatan mahasiswa dalam ekosistem bioenergi merupakan bagian dari upaya mempertemukan talenta perguruan tinggi dengan kebutuhan pembangunan dan dunia usaha. Perguruan tinggi tidak hanya berperan menghasilkan lulusan, tetapi juga memastikan pengetahuan dan kompetensi yang dimiliki mahasiswa dapat dikembangkan menjadi kontribusi nyata bagi masyarakat dan perekonomian.

Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia (RI) terus mendorong swasembada energi sebagai bagian dari agenda Asta Cita untuk memperkuat kemandirian bangsa, termasuk melalui pengembangan energi baru terbarukan dan pengurangan ketergantungan terhadap impor energi.

Sejalan dengan arah tersebut, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto melalui semangat Diktisaintek Berdampak, terus mendorong perguruan tinggi untuk menghasilkan riset, inovasi, dan talenta yang mampu menjawab kebutuhan strategis bangsa, salah satunya melalui pengembangan teknologi dan ekosistem energi yang berkelanjutan.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) akan terus mendorong penguatan ekosistem pendidikan tinggi yang terhubung dengan kebutuhan pembangunan nasional, termasuk melalui kolaborasi perguruan tinggi dengan dunia usaha dan dunia industri. Talenta muda diharapkan mampu menjadi bagian dari upaya menghadirkan inovasi dan solusi untuk memperkuat ketahanan energi serta mendukung pertumbuhan ekonomi hijau Indonesia.

Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi


#DiktisaintekBerdampak

#PentingSaintek

#KampusBerdampak


/

5

Rate Now