Jakarta – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie membagikan lima adagium kepada mahasiswa baru Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) sebagai bekal menjalani masa perkuliahan. Lima adagium atau ungkapan tersebut mencakup time to live maximally, exploit and explore, universal, what doesn’t kill you makes you stronger, dan never forget where you come from.
Hal tersebut disampaikan Wamendiktisaintek saat memberikan pembekalan pada kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UPNVJ, Senin (10/8). Wamen Stella mengajak mahasiswa baru memaknai masa kuliah sebagai kesempatan untuk membangun pengalaman, memperluas wawasan, dan mengembangkan diri.
Adagium pertama, time to live maximally, mengajak mahasiswa menjalani masa kuliah secara maksimal. Menurut Wamen Stella, kehidupan di perguruan tinggi tidak hanya berlangsung melalui kegiatan akademik, tetapi juga dapat diisi dengan berbagai pengalaman yang memperkaya proses belajar dan pengembangan diri.
“Kampus atau kuliah itu adalah time to live maximally. Jangan setengah-setengah. Waktu kuliah, jangan hidup setengah-setengah,” ujar Wamen Stella.
Adagium kedua, exploit and explore, menekankan pentingnya menyeimbangkan kemampuan memperdalam bidang yang telah dikuasai dengan keberanian mencoba bidang yang baru. Eksplorasi dapat membuka pengetahuan dan kemungkinan baru yang sebelumnya belum terpikirkan.
Wamen Stella mengaitkan pentingnya eksplorasi dengan perkembangan teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI). Menurut Wamendiktisaintek, mahasiswa perlu terus memperluas pengetahuan dan kemampuan dengan menyeimbangkan pendalaman bidang yang telah dikuasai dan eksplorasi bidang baru. Dengan demikian, mahasiswa memiliki lebih banyak pilihan untuk mengembangkan diri dan mengikuti perubahan yang terjadi di masa mendatang.
Adagium ketiga, universal, mengajak mahasiswa melihat bahwa kemampuan yang diperoleh di universitas tidak harus terbatas pada bidang studi yang sedang dipelajari. Pengetahuan dan kemampuan yang dibangun selama kuliah dapat digunakan dalam berbagai bidang yang mungkin ditekuni setelah lulus.
Wamen Stella menjelaskan bahwa perjalanan pendidikan dan pekerjaan seseorang tidak selalu berjalan dalam garis yang sama. Karena itu, mahasiswa perlu membangun kemampuan yang dapat digunakan secara lebih luas serta terbuka terhadap kemungkinan untuk mempelajari dan menekuni bidang lain.
Adagium keempat, what doesn’t kill you makes you stronger, mengingatkan mahasiswa bahwa kegagalan, kesulitan, dan kekecewaan dapat menjadi bagian dari proses belajar. Wamen Stella mendorong mahasiswa untuk mengambil pembelajaran dari setiap pengalaman dan tidak berhenti ketika menghadapi kesulitan.
Adagium kelima, never forget where you come from, menekankan pentingnya tetap mengingat akar dan identitas. Wamen Stella mengajak mahasiswa untuk tetap membawa identitas sebagai orang Indonesia, termasuk ketika kelak memperoleh pengalaman belajar maupun bekerja di berbagai tempat.
“Never forget where you come from. Jangan pernah lupa kalian datang dari mana,” pesan Wamen Stella.
Pada bagian akhir pembekalan, Wamen Stella kembali mengajak mahasiswa menjalani masa kuliah secara penuh, memanfaatkan berbagai kesempatan untuk mengeksplorasi dan memperdalam kemampuan, tidak takut menghadapi kegagalan, serta tetap mengingat identitas sebagai orang Indonesia.
Lima adagium tersebut sejalan dengan semangat Diktisaintek Berdampak, yang mendorong pendidikan tinggi untuk membangun kapasitas mahasiswa melalui proses pembelajaran dan pengalaman yang bermakna. Semangat tersebut dapat diwujudkan antara lain melalui kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas pengetahuan, mengembangkan kemampuan, dan terbuka terhadap berbagai pengalaman selama masa perkuliahan.
Melalui PKKMB, para mahasiswa baru memulai perjalanan pendidikan tingginya. Berbagai pengalaman yang diperoleh selama berada di kampus diharapkan menjadi bagian dari proses untuk mengenali dan mengembangkan potensi, memperluas perspektif, serta mempersiapkan diri menghadapi perubahan
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#PentingSaintek
#KampusBerdampak







