Surabaya – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, mengajak mahasiswa baru Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menjadikan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PPKMB), sebagai awal membangun cara berpikir sebagai insan perguruan tinggi, Rabu (5/8).
Menurut Wamen Stella, transisi dari bangku sekolah menuju pendidikan tinggi tidak hanya menuntut kemampuan beradaptasi dengan lingkungan akademik, tetapi juga kesiapan menghadapi perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) yang membawa perubahan terhadap cara manusia bekerja dan menghasilkan pengetahuan.
Dalam kuliah umum pada rangkaian PPKMB ITS Tahun 2026, Wamen Stella menekankan bahwa pendidikan tinggi memiliki peran yang berbeda dengan jenjang pendidikan sebelumnya. Perguruan tinggi bukan sekadar tempat mempelajari pengetahuan yang telah ada, melainkan ruang untuk mengembangkan cara berpikir ilmiah, melakukan riset, serta melahirkan pengetahuan baru yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Tugas utama atau tujuan utama perguruan tinggi/universitas adalah menciptakan pengetahuan, terutama sekali pengetahuan baru. Perguruan tinggi bukanlah SMA yang lebih sulit, perguruan tinggi adalah tempat di mana kalian akan belajar kemampuan untuk menciptakan hal-hal yang baru," ujar Wamen Stella.
Memasuki dunia perguruan tinggi, mahasiswa juga dihadapkan pada perkembangan AI yang mengubah berbagai bidang kehidupan. Wamen Stella mengingatkan, perubahan tersebut perlu menjadi momentum bagi mahasiswa untuk memikirkan bagaimana tetap relevan ketika memasuki dunia kerja. Karena itu, masa kuliah perlu dimanfaatkan untuk membangun kemampuan berpikir, menghasilkan pengetahuan baru, serta mengembangkan kapasitas diri yang tidak mudah tergantikan oleh teknologi.
"Artificial Intelligence sudah bisa banyak menghasilkan banyak hal. Jadi, kalau kalian sekarang kuliah di ITS, di universitas unggulan, tentu adik-adik harus bertanya, bagaimana, atau apa yang harus kita lakukan, supaya kita tetap relevan, dan tidak akan tergantikan oleh Artificial Intelligence," kata Wamen Stella.
Lebih lanjut, Wamen Stella menjelaskan bahwa nilai pendidikan tinggi di era AI tidak lagi terletak pada kemampuan menghafal informasi, melainkan pada kemampuan menciptakan pengetahuan, mengembangkan cara berpikir ilmiah, dan menghadirkan solusi atas berbagai persoalan. Untuk itu, perguruan tinggi perlu bertumpu pada tiga fungsi utama. Pertama, creation of knowledge, yaitu menciptakan pengetahuan dan inovasi baru melalui riset. Kedua, transmission of knowledge, yaitu mentransformasikan pengetahuan agar dapat dipahami dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Ketiga, curation of knowledge, yaitu kemampuan memilih, menghubungkan, dan memberi makna atas informasi yang melimpah sehingga menjadi pengetahuan yang bernilai. Ketiga fungsi tersebut menjadi landasan agar perguruan tinggi tetap relevan dalam menyiapkan lulusan di tengah perkembangan AI.
Menutup paparannya, Wamen Stella mengajak mahasiswa memanfaatkan empat tahun masa kuliah sebagai investasi untuk mengembangkan kapasitas diri. Menurut Wamendiktisaintek, masa studi akan menjadi bermakna apabila mahasiswa mampu menciptakan, mentransmisikan, dan mengkurasi pengetahuan sebagai bekal menghadapi masa depan.
"Semoga adik-adik sungguh-sungguh menggunakan empat tahun yang sangat berharga ini, supaya benar-benar berharga, dan mampu menciptakan, mentransmisi, dan mengkurasi pengetahuan," pesan Wamen Stella.
Melalui PPKMB, mahasiswa baru tidak hanya diperkenalkan pada kehidupan kampus dan budaya akademik, tetapi juga diajak memahami peran pendidikan tinggi sebagai ruang lahirnya pengetahuan, riset, dan inovasi. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong PPKMB menjadi momentum awal untuk menumbuhkan budaya akademik, cara berpikir ilmiah, serta semangat berinovasi di kalangan mahasiswa. Upaya tersebut sejalan dengan semangat Diktisaintek Berdampak yang mendorong perguruan tinggi menghasilkan lulusan unggul, riset yang relevan, serta inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#PentingSaintek
#KampusBerdampak





