Jakarta-Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie menekankan pentingnya pengetahuan (knowledge) dan inovasi sebagai fondasi untuk mendorong investasi yang berkelanjutan serta mengembangkan potensi sumber daya Indonesia. Hal tersebut disampaikan Wamen Stella pada Greenovate 2026, Rabu (5/8).
Wamen Stella menuturkan bahwa Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang besar, termasuk berbagai sumber daya yang menjadi kebutuhan penting dunia. Namun, kekayaan tersebut perlu diikuti dengan penguatan kapasitas pengetahuan, riset, dan inovasi agar dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia.
Menurut Wamen Stella, pengetahuan dapat menarik investasi, sementara investasi dapat membangun infrastruktur yang kemudian kembali mendukung terciptanya pengetahuan baru.
“Knowledge lah yang akan menarik atau sungguh menarik investor untuk berinvestasi. Dari investasi bisa dibangun infrastruktur, dan dari infrastruktur tersebut bisa dibangun segala sesuatu yang menghasilkan pengetahuan yang lebih menarik,” jelas Wamendiktisaintek.
Wamen Stella mencontohkan perkembangan industri artificial intelligence (AI) yang menurutnya menunjukkan bagaimana inovasi berbasis pengetahuan dari perguruan tinggi dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi. Wamendiktisaintek juga menyoroti peran perguruan tinggi dalam melahirkan inovasi yang kemudian berkembang dalam ekosistem industri.
Menurut Wamen Stella, keterkaitan antara perguruan tinggi, riset, inovasi, investasi, dan pertumbuhan ekonomi perlu semakin diperhatikan di Indonesia. Inovasi merupakan salah satu unsur penting dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi.
“Kalau kita lihat teori ekonomi, ekonomi growth itu hanya bisa tercapai dengan adanya inovasi-inovasi baru. Tanpa inovasi, investasi yang kita lakukan tidak akan menjadi berkelanjutan,” tegas Wamendiktisaintek.
Wamen Stella menjelaskan bahwa investasi yang tidak diikuti pembaruan teknologi dan inovasi berpotensi menghadapi kejenuhan pasar. Karena itu, pertumbuhan ekonomi perlu ditopang oleh kemampuan menghasilkan output yang lebih besar melalui inovasi.
Dalam paparannya, Wamen Stella kemudian memberikan contoh potensi rumput laut Indonesia. Wamendiktisaintek menyampaikan bahwa Indonesia merupakan penghasil rumput laut tropis terbesar di dunia dan melihat peluang pengembangannya sebagai bahan baku sustainable aviation fuel (SAF).
“Rumput laut Indonesia adalah nomor satu di dunia. Kita adalah penghasil nomor satu tropical seaweed atau rumput laut tropis. Kita juga penghasil nomor dua segala macam rumput laut yang ada di dunia,” jelas Wamendiktisaintek.
Menurut Wamen Stella, rumput laut memiliki karakteristik yang berpotensi mendukung pengembangan third generation feedstock untuk SAF karena tidak berkompetisi dengan kebutuhan pangan, tidak membutuhkan pupuk dan air seperti tanaman pangan, serta tidak memiliki lignin.
Namun, Wamen Stella juga menjelaskan bahwa tantangan pengembangan rumput laut sebagai bahan baku SAF bukan terutama pada teknologi konversinya, melainkan pada kemampuan meningkatkan produksi secara besar-besaran dan konsisten dengan biaya yang lebih rendah.
Selain rumput laut, Wamen Stella menyoroti potensi natural hydrogen atau white hydrogen sebagai peluang pengembangan energi baru serta menyoroti potensi energi terbarukan Indonesia lainnya, termasuk tenaga surya, angin, dan panas bumi.
Menutup paparannya, Wamen Stella kembali menekankan pentingnya membangun kekuatan Indonesia melalui pengetahuan, investasi, dan infrastruktur yang saling mendukung.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak







