Universitas Sriwijaya (UNSRI) melalui Direktorat Kerja Sama, Internasionalisasi, dan Alumni, menyelenggarakan kegiatan UNSRI Carnaval Career Expo (UCCE) 2026, sebuah ajang yang mempertemukan mahasiswa, alumni, dan dunia industri sekaligus membekali generasi muda dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi transformasi dunia kerja modern. Kegiatan ini berlangsung di Graha Universitas Sriwijaya Kampus Palembang, pada tanggal 9 – 10 Juni 2026.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Pengembangan, Kerja Sama, Internasionalisasi, dan Alumni Universitas Sriwijaya, Prof. Dr. Eng. Ir. Joni Arliansyah, M.T. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, dunia usaha, dunia industri, pemerintah, dan alumni dalam menyiapkan lulusan yang kompeten dan relevan dengan kebutuhan pasar kerja.
"Kolaborasi antara kampus, dunia usaha dan dunia industri, pemerintah, serta alumni merupakan kunci untuk memastikan kompetensi yang dikembangkan di lingkungan akademik tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan zaman," ujarnya.
Kegiatan yang digagas oleh Direktorat Kerja Sama, Internasionalisasi, dan Alumni melalui Subdirektorat Alumni ini mendapat sambutan luar biasa dari peserta. Meskipun berlangsung di masa libur semester, lebih dari 500 peserta tercatat mengikuti rangkaian kegiatan UCCE 2026.
Pada hari pertama, sekitar 300 peserta menghadiri seminar bertema Strategic Talent Engagement & Campus Hiring yang berfokus pada penguatan wawasan karier, jejaring profesional, dan pemahaman mengenai kebutuhan industri. Berbagai sesi menghadirkan narasumber berpengalaman, di antaranya Mukhlisin Aziz, alumni Fakultas Ekonomi UNSRI angkatan 1982 yang berkarier sebagai Shipping Consultant, serta Pujiati, alumni Agribisnis UNSRI angkatan 1996 yang saat ini menjabat sebagai Vice President Research PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, Employer Branding, dan Future Career & Industry with AI, peserta memperoleh gambaran mengenai peluang kerja global, perkembangan industri, serta kompetensi yang dibutuhkan untuk tetap relevan di masa depan.
Sejumlah perusahaan dan mitra industri seperti Pertamina PDC, ParagonCorp, PKSS, Indosat Ooredoo Hutchison, Mutual+, Kinobi, LinkedIn, Schoters, PT CNG Hilir Raya, dan berbagai mitra lainnya turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Kehadiran mereka membuka ruang interaksi langsung antara peserta dan dunia kerja melalui career expo, networking session, CV drop, interview session, hingga campus hiring.
Salah satu pemandangan yang paling menarik terlihat di area career expo. Sejak pagi, peserta memadati booth perusahaan untuk mencari informasi lowongan, berdiskusi dengan recruiter, dan menyerahkan CV secara langsung. Sebagian membawa map berisi dokumen lamaran, sementara yang lain memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bertanya mengenai kompetensi yang dicari perusahaan dan peluang pengembangan karier di berbagai sektor industri. Bagi banyak peserta, momen tersebut menjadi pengalaman pertama berinteraksi langsung dengan recruiter perusahaan nasional. Pengalaman yang selama ini hanya mereka bayangkan melalui portal lowongan kerja atau media sosial akhirnya dapat dirasakan secara nyata.
Jika hari pertama membantu peserta memahami arah perkembangan dunia kerja, maka hari kedua menjawab pertanyaan yang lebih penting, yakni bagaimana cara bersaing di dalamnya. Mengusung tema Career Skill, Interview Session & Networking Day, kegiatan hari kedua difokuskan pada penguatan keterampilan praktis yang dibutuhkan dalam proses rekrutmen modern.
Sekitar 200 peserta mengikuti workshop pengembangan karier, pelatihan rekrutmen digital, serta berbagai sesi konsultasi dan pendampingan karier. Selain itu, lebih dari 80 alumni memanfaatkan layanan Career Counseling dan Career Clinic untuk berkonsultasi langsung mengenai pengembangan kompetensi, perencanaan karier, hingga strategi menghadapi dunia kerja modern. Salah satu sesi yang paling menarik perhatian adalah LinkedIn & Personal LinkedIn Review yang menghadirkan narasumber dari LinkedIn Singapore.
Dalam sesi tersebut, peserta tampak membuka laptop dan telepon genggam mereka sambil meninjau ulang profil LinkedIn masing-masing. Sebagian memperbarui pengalaman organisasi, sebagian lainnya menambahkan keterampilan dan pencapaian yang sebelumnya belum pernah dicantumkan. Banyak peserta baru menyadari bahwa LinkedIn bukan sekadar media sosial profesional, melainkan salah satu sarana yang digunakan perusahaan untuk menemukan kandidat potensial.
"Saya memahami bahwa LinkedIn bukan hanya media sosial profesional, tetapi juga sarana untuk membangun personal branding dan memperluas jaringan karier. Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan lulusan saat ini dan membuat saya lebih percaya diri dalam mempersiapkan diri memasuki dunia kerja," ujar Nabila Putri, mahasiswa tingkat akhir Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya.
Antusiasme yang sama terlihat pada sesi Workshop CV ATS Friendly bersama Kinobi. Dalam sesi tersebut peserta diperkenalkan pada Applicant Tracking System (ATS), sistem yang digunakan banyak perusahaan untuk membantu proses penyaringan awal dokumen pelamar kerja. Ketika pembicara menjelaskan bahwa format tertentu dapat memengaruhi keterbacaan CV oleh sistem, sejumlah peserta tampak terkejut. Beberapa langsung membuka kembali CV yang mereka miliki dan melakukan perbaikan saat sesi berlangsung setelah mengetahui bahwa desain yang terlihat menarik belum tentu efektif dalam proses seleksi digital.
"Selama ini saya pikir CV yang saya gunakan sudah cukup baik karena tampilannya menarik. Setelah mengikuti workshop ini, saya baru mengetahui bahwa beberapa format justru membuat ATS sulit membaca informasi yang ada di dalam CV. Saya langsung melakukan beberapa perbaikan berdasarkan masukan yang diberikan narasumber," kata Muhammad Alif Ramadhan, alumni Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya.
Selain workshop dan pelatihan, peserta juga memperoleh akses ke layanan Career Clinic, Career Counseling serta CV Review, yang memungkinkan mereka berdiskusi langsung dengan konselor karier, recruiter, dan praktisi industri mengenai kesiapan kerja serta peluang karier yang tersedia yang digawangi oleh 9 orang psikolog dari prodi psikologi, konselor dari prodi BK dan dari keperawatan Jiwa.
Kepala Subdirektorat Alumni UNSRI, Prof. Ir. Deris Stiawan, Ph.D., IPU., ASEAN Eng., mengungkapkan bahwa tingginya partisipasi peserta menunjukkan semakin besarnya kebutuhan terhadap program pengembangan karier yang terintegrasi dengan kebutuhan industri.
“Sebagian pencari kerja terutama alumni fresh graduated mungkin tidak menyadari bahwa curriculum vitae (CV) yang mereka kirim seringkali dinilai oleh sistem sebelum dibaca oleh recruiter. Penggunaan kecerdasan buatan (AI), digitalisasi, dan rekrutmen berbasis teknologi ini membuat kemampuan akademik saja tidak cukup untuk memenangkan persaingan kerja. Perubahan tersebut menjadi latar belakang diselenggarakannya UNSRI Carnaval Career Expo (UCCE) 2026 ini.
Ia menambahkan bahwa lebih dari 80 alumni tercatat mengikuti sesi konsultasi karier dan review CV untuk memperoleh masukan yang lebih personal terkait pengembangan karier mereka,” ungkapnya.
Menurut prof Deris, bagi sebagian peserta, UCCE 2026 mungkin menjadi tempat pertama mereka menyerahkan CV kepada perusahaan, berdiskusi dengan recruiter, memahami cara kerja ATS, atau membangun profil profesional yang lebih baik. Bagi sebagian lainnya, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk mengevaluasi kembali arah karier melalui sesi konsultasi bersama para konselor dan praktisi.
“Dengan lebih dari 500 peserta terdaftar, sekitar 300 peserta hadir pada hari pertama, 200 peserta pada hari kedua, serta lebih dari 80 alumni yang mengikuti layanan konseling karier, UCCE 2026 menunjukkan tingginya antusiasme generasi muda terhadap ruang belajar, jejaring, dan pengembangan karier yang relevan dengan kebutuhan industri masa kini. Di tengah dunia kerja yang terus berubah, kemampuan untuk terus belajar, beradaptasi, dan membangun kompetensi yang relevan menjadi kunci untuk membuka peluang masa depan yang lebih luas,” terangnya.
Kegiatan ini turut dihadiri para dekan dari Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, perwakilan Fakultas Pertanian, serta tim Subdirektorat Alumni Universitas Sriwijaya. (Humas_UNSRI)





