Jakarta—Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ketika menerima Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia (RI) atas Laporan Keuangan Kemdiktisaintek Tahun 2025 dan Laporan Keuangan Loan Asian Development Bank (ADB) Tahun 2025, Selasa (18/8).
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menyatakan bahwa hasil pemeriksaan BPK merupakan momentum untuk terus memperbaiki tata kelola kementerian. Oleh karena itu, sinergi berkelanjutan antara BPK dengan Kemdiktisaintek dipandang penting untuk dapat terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan yang terbaik.
“Setiap pegawai tentu memiliki peran dalam memastikan bahwa pengelolaan sumber daya negara dilakukan secara bertanggung jawab dan setiap program yang dilaksanakan berorientasi pada hasil, juga memberikan dampak yang sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tegas Menteri Brian.
Menteri Brian juga mendorong seluruh jajaran untuk terus mengawal dan memantau tindak lanjut rekomendasi hingga perbaikan berjalan dengan lancar. Hasil pemeriksaan BPK diposisikan sebagai alat untuk memperbaiki tata kelola organisasi, memperkuat sistem, dan meningkatkan kinerja pimpinan maupun pegawai.
Sementara itu, Anggota VI BPK RI, Fathan Subchi menyatakan bahwa opini WTP sudah dipertahankan oleh Kemdiktisaintek sejak 2021. Capaian tersebut menunjukkan tren positif dalam pengelolaan keuangan kementerian yang transparan dan akuntabel. Fathan Subchi juga menyampaikan bahwa dari 11 indikator Kemdiktisaintek yang mendukung prioritas nasional, enam di antaranya telah mencapai target di atas 100%.
Pihak BPK RI berharap bahwa sejumlah kelemahan pengendalian internal serta rekomendasi BPK dapat segera ditindaklanjuti. BPK mendorong Kemdiktisaintek untuk mempercepat penyelesaian rekomendasi, khususnya yang bersifat regulatif, sebagai bagian dari upaya memperkuat akuntabilitas dan efektivitas pengelolaan keuangan negara.
“Tentu, kita dorong dan BPK akan terus berkolaborasi. Transformasi kita menjadi negara maju hanya bisa didapat dengan pendidikan. Tidak ada cara lain. Pendidikan, kampus, dan sumber daya manusia menjadi kata kunci,” ujar Fathan Subchi. Ke depan, Kemdiktisaintek berkomitmen menjadikan hasil pemeriksaan BPK sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan akuntabilitas dan transparansi, serta memastikan setiap sumber daya negara dikelola secara bertanggung jawab. Penguatan tata kelola tersebut diharapkan semakin mendukung penyelenggaraan pendidikan tinggi, sains, dan teknologi yang berkualitas dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#PentingSaintek
#KampusBerdampak







