Seminar Hasil Program Kosabangsa 2025 Perkuat Dampak Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat

News

18 Juni 2026 | 20.00 WIB

Seminar Hasil Program Kosabangsa 2025 Perkuat Dampak Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat

Makassar, 18 Juni 2026 — Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyelenggarakan Seminar Hasil Program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosabangsa) Tahun Anggaran 2025 di Balai Sidang Muktamar Universitas Muhammadiyah Makassar, Kamis (18/6).


Kegiatan ini menjadi ruang diseminasi hasil pelaksanaan program, evaluasi capaian, serta berbagi praktik baik pemberdayaan masyarakat yang telah dilaksanakan oleh perguruan tinggi pelaksana dan pendamping di berbagai daerah di Indonesia.


Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Fauzan Adziman menyampaikan apresiasi kepada Universitas Muhammadiyah Makassar selaku tuan rumah serta seluruh pelaksana, pendamping, reviewer, dan panitia yang telah mendukung terselenggaranya Seminar ini.


Dirjen Fauzan menegaskan bahwa Kosabangsa merupakan salah satu program pengabdian kepada masyarakat yang menunjukkan kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung agenda pembangunan nasional. Menurutnya, berbagai capaian yang dihasilkan dapat menjadi bagian penting dalam menunjukkan dampak sains dan teknologi bagi masyarakat. 


“Ke depan, kami berharap kemitraan yang telah dibangun dalam program ini dapat semakin luas sehingga satu program dapat terhubung dan memperkuat program lainnya dalam menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.


Sejalan dengan arahan tersebut, Ketua Tim Kerja Pengabdian kepada Masyarakat DPPM, Luthfi Ilham Ramdhani, menyampaikan bahwa Program Kosabangsa telah memasuki tahun kelima pelaksanaannya dan terus berkembang sebagai model kolaborasi antar perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi berbasis inovasi dan teknologi bagi masyarakat.


“Keberhasilan Program Kosabangsa tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan yang dirasakan langsung oleh masyarakat mitra. Karena itu, seminar hasil menjadi ruang penting untuk mengevaluasi capaian sekaligus menyebarluaskan praktik-praktik baik yang telah dihasilkan,” ujarnya.


Lebih lanjut, Luthfi menjelaskan bahwa arah pengembangan Program Kosabangsa ke depan selaras dengan penguatan indikator perguruan tinggi berdampak. Selain mendorong capaian akademik, program ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas masyarakat mitra, memperluas akses pasar produk lokal, serta menghadirkan dampak yang terukur dan berkelanjutan.


Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan bahwa DPPM akan segera membuka penerimaan proposal Program Kosabangsa Tahun Anggaran 2026 setelah rangkaian seminar hasil selesai dilaksanakan. Pengalaman dan praktik baik yang dipaparkan dalam seminar hasil diharapkan dapat menjadi referensi untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program pada tahun-tahun mendatang.


Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara, Andi Lukman, mengapresiasi pelaksanaan seminar hasil yang mempertemukan para pelaksana dan pendamping Program Kosabangsa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.


Ia menegaskan bahwa LLDIKTI Wilayah IX terus mendorong penguatan ekosistem riset dan pengabdian kepada masyarakat agar inovasi yang dihasilkan perguruan tinggi dapat diimplementasikan secara nyata dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.


“Melalui forum seperti ini, berbagai pengalaman dan praktik baik dapat menjadi pembelajaran bersama untuk meningkatkan kualitas program pengabdian kepada masyarakat di masa mendatang,” ujarnya.


Pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar, Abd. Rakhim Nanda, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Universitas Muhammadiyah Makassar sebagai tuan rumah penyelenggaraan Seminar Hasil Pelaksanaan Program Kosabangsa Tahun Anggaran 2025.


Menurutnya, Seminar Hasil Program Kosabangsa menjadi momentum untuk menunjukkan bagaimana hasil riset dan inovasi perguruan tinggi dapat diimplementasikan secara nyata dalam menjawab berbagai tantangan masyarakat. Ia juga menegaskan komitmen Universitas Muhammadiyah Makassar dalam mendukung penguatan kolaborasi antar pemangku kepentingan untuk menghasilkan program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.


Seminar Hasil Program Kosabangsa Tahun Anggaran 2025 diikuti oleh 58 ketua tim pelaksana dan 58 ketua tim pendamping dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kegiatan ini juga melibatkan 20 Tim Penilai dan 10 pendamping kelas untuk mendukung proses evaluasi, penilaian, serta penguatan hasil program.


Melalui seminar hasil ini, Kemdiktisaintek berharap berbagai praktik baik, inovasi, dan model pemberdayaan masyarakat yang telah dihasilkan dapat menjadi referensi sekaligus inspirasi bagi pengembangan program pengabdian kepada masyarakat di berbagai daerah.


Dengan semangat kolaborasi dan kebermanfaatan, Program Kosabangsa diharapkan terus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi atas berbagai tantangan masyarakat serta mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.


Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi


#DiktisaintekBerdampak

#Kosabangsa2025

#PengabdianKepadaMasyarakat

/

5

Rate Now