Jakarta — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong perguruan tinggi untuk memperkuat strategi komunikasi dan mengoptimalkan, pemanfaatan platform digital dalam membangun reputasi institusi. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Sarasehan Marketing Kampus 2026, yang menjadi ruang berbagi strategi dalam memperkuat komunikasi, publikasi, dan pemasaran perguruan tinggi di tengah perkembangan ekosistem digital, Rabu (2/9).
Hadir sebagai pembicara, Kepala Biro Umum, Hubungan Masyarakat, dan Pengadaan Barang dan Jasa Kemdiktisaintek (Kepala BUHPBJ), Manifes Zubayr, menyampaikan bahwa perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh, mengonsumsi, dan menyebarkan informasi. Kondisi tersebut menuntut perguruan tinggi untuk semakin adaptif dalam mengelola komunikasi publik.
“Dewasa ini memang kita tidak bisa hidup tanpa digitalisasi, tanpa teknologi yang mendukung keterbukaan informasi yang lebih cepat. Kita hidup dalam zaman yang sangat berbeda. Apalagi di zaman non-viral, satu komentar kecil, satu komentar santai, ini bisa jadi isu utama,” ujar Kepala BUHPBJ, Manifes Zubayr.
Menurut Kepala BUHPBJ media sosial dan berbagai platform digital, kini telah menjadi ruang penting bagi masyarakat untuk memperoleh informasi. Karena itu, perguruan tinggi perlu memahami kebutuhan publik serta memastikan informasi yang disampaikan relevan, mudah dipahami, dan mampu membangun persepsi positif terhadap institusi.
Kepala BUHPBJ menekankan bahwa transformasi digital tidak hanya menuntut perguruan tinggi untuk aktif memproduksi konten, tetapi juga membangun strategi komunikasi yang terintegrasi. Kolaborasi dan konektivitas antarpemangku kepentingan menjadi bagian penting, untuk memperluas jangkauan informasi sekaligus memperkuat pesan yang disampaikan perguruan tinggi.
“Komunikasi akan semakin kuat apabila menghadirkan informasi, mengamplifikasi penyampaian, dan juga koneksi. Jadi, yang utama adalah aplikasi, kolaborasi, dan koneksi,” ungkapnya.
Dalam konteks tersebut, Kemdiktisaintek terus berupaya menghadirkan informasi mengenai program dan kebijakan kementerian melalui berbagai kanal digital, agar dapat diakses dan dimanfaatkan masyarakat secara lebih luas. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan produksi, distribusi, dan amplifikasi informasi.
Penguatan komunikasi juga berkaitan erat dengan upaya membangun reputasi perguruan tinggi. Institusi pendidikan tinggi, baik negeri maupun swasta, perlu mampu mengomunikasikan keunggulan, layanan, dan capaian institusi secara konsisten sehingga masyarakat memiliki informasi yang memadai dalam menentukan pilihan pendidikan tinggi.
Sejalan dengan upaya tersebut, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III, Henri Togar Hasiholan Tambunan, menyampaikan apresiasi kepada para inisiator dan penyelenggara Sarasehan Marketing Kampus 2026 yang telah menghadirkan ruang kolaborasi dan berbagi gagasan mengenai strategi penguatan komunikasi serta promosi perguruan tinggi.
Menurut Kepala LLDikti Wilayah III, kegiatan semacam ini penting untuk memperkuat sinergi antarpemangku kepentingan sekaligus mendukung penyebarluasan informasi mengenai pilihan pendidikan tinggi kepada masyarakat.
“LLDikti Wilayah III akan terus mendukung kegiatan untuk mewujudkan generasi muda bisa masuk perguruan tinggi sesuai dengan keinginan, baik di PTN maupun di PTS,” Kepala LLDikti III.
Ke depan, LLDikti Wilayah III akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan yang dapat memperluas akses generasi muda untuk melanjutkan pendidikan tinggi sesuai dengan minat, potensi, dan pilihan mereka, baik di perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS).
Dalam kegiatan tersebut turut ditekankan pentingnya strategi marketing kampus yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat, khususnya calon mahasiswa. Informasi yang disampaikan perguruan tinggi perlu mampu menjawab berbagai kebutuhan calon mahasiswa, mulai dari program studi, layanan pendidikan, prestasi, lingkungan kampus, hingga peluang yang dapat diperoleh selama dan setelah menempuh pendidikan.
Untuk mendukung strategi tersebut, Kemdiktisaintek mendorong optimalisasi berbagai bentuk produksi dan amplifikasi pesan, antara lain melalui peliputan kegiatan, live streaming, pengelolaan media sosial, produksi konten resmi, podcast, publikasi tematik, serta partisipasi dalam berbagai pameran pendidikan.
Melalui Sarasehan Marketing Kampus 2026, Kemdiktisaintek berharap perguruan tinggi semakin mampu membangun ekosistem komunikasi yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Penguatan strategi komunikasi digital diharapkan dapat membantu perguruan tinggi memperkenalkan keunggulan institusi sekaligus meningkatkan kepercayaan dan reputasi di mata publik.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#PentingSaintek
#KampusBerdampak



