Jakarta–Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), terus memperkuat upaya strategis dalam memajukan pendidikan tinggi dan riset, sebagai fondasi pembangunan nasional. Hal ini ditegaskan dalam pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran Kemdiktisaintek Tahun Anggaran (TA) 2027, pada Rapat Kerja Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), di Gedung Parlemen Senayan, Senin (7/9).
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, menyampaikan sejumlah capaian kinerja Kemdiktisaintek TA 2025 hingga 2026, meliputi berbagai program prioritas seperti Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi (PT), Sekolah Menengah Atas (SMA) Unggul Garuda, hingga akses bantuan pendidikan tinggi seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, dan Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik).
“Dari 17 ukuran kinerja tersebut terdapat dua pengukuran yang masih di bawah 2024, yang tentunya akan jadi perhatian kami untuk peningkatan. Capaian tersebut juga akan memberikan landasan pada penetapan program-program di tahun 2027,” ujar Menteri Brian.
Dalam rapat kerja tersebut, Kemdiktisaintek menyampaikan kebutuhan anggaran untuk menjalankan berbagai program prioritas, termasuk penguatan pendidikan tinggi, pengembangan talenta, peningkatan kapasitas dosen dan sumber daya manusia, serta penguatan riset, sains, dan teknologi. Pembahasan ini merupakan bagian dari upaya untuk memastikan, bahwa dukungan pendanaan untuk program-program prioritas Kemdiktisaintek, dapat berjalan secara optimal dan berdampak bagi masyarakat.
Pembahasan anggaran juga diarahkan untuk memastikan keberlanjutan berbagai program, yang berkaitan dengan perluasan akses dan peningkatan mutu pendidikan tinggi. Di sisi lain, penguatan ekosistem sains dan teknologi menjadi bagian penting untuk mendorong lahirnya inovasi dan solusi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, dunia usaha, serta pemerintah.
Dalam pembahasan tersebut, Komisi X DPR RI turut memberikan perhatian terhadap kebutuhan pendanaan kementerian agar pelaksanaan program prioritas di bidang pendidikan tinggi, sains, dan teknologi dapat berjalan secara efektif.
Kemdiktisaintek dan Komisi X DPR RI selanjutnya membahas kebutuhan anggaran tersebut, sebagai bagian dari proses pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027. Usulan tambahan anggaran Kemdiktisaintek akan mengikuti mekanisme pembahasan anggaran sesuai ketentuan yang berlaku.
Melalui dukungan pendanaan yang memadai dan pengelolaan anggaran yang akuntabel, Kemdiktisaintek akan terus mendorong pendidikan tinggi, sains, dan teknologi agar semakin berkontribusi terhadap pembangunan nasional. Upaya tersebut sejalan dengan komitmen menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas sekaligus memperkuat pendidikan tinggi dan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak





