Prof. Dr. Rosa Tri Hermawati Soroti Potensi Ternak Puyuh Perkuat Ketahanan Pangan

Our Story

09 June 2026 | 13.00 WIB

Prof. Dr. Rosa Tri Hermawati Soroti Potensi Ternak Puyuh Perkuat Ketahanan Pangan

Prof. Dr. Ir. Rosa Tri Hermawati, M.Si., IPM., ASEAN Eng. menyoroti besarnya potensi ternak puyuh sebagai salah satu komoditas strategis yang dapat mendukung ketahanan pangan nasional. Selama hampir dua dekade, ia konsisten mengembangkan berbagai penelitian terkait budidaya dan produktivitas puyuh sebagai sumber pangan hewani yang bernilai gizi tinggi.

“Sejak tahun 2008 saya menaruh perhatian pada ternak puyuh karena komoditas ini memiliki prospek yang sangat baik untuk dikembangkan sebagai sumber pangan hewani,” ujar Prof. Rosa.

Ternak Puyuh Miliki Keunggulan untuk Dikembangkan

Menurut Prof. Rosa, ternak puyuh memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan komoditas unggas lainnya. Selain membutuhkan lahan yang relatif terbatas, puyuh juga memiliki siklus produksi yang cepat sehingga berpotensi memberikan keuntungan ekonomi bagi peternak sekaligus mendukung ketersediaan protein hewani bagi masyarakat.

“Puyuh memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan sebagai sumber protein hewani sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap protein hewani terus meningkat sehingga diperlukan diversifikasi sumber pangan yang mudah dibudidayakan dan memiliki nilai ekonomi tinggi.

“Puyuh dapat menjadi salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan protein masyarakat karena produktivitasnya cukup tinggi dan pemeliharaannya relatif efisien,” tambah Prof. Rosa.

Konsisten Meneliti Puyuh Sejak Tahun 2008

Sejak tahun 2008, Prof. Rosa memusatkan penelitian pada berbagai aspek pengembangan ternak puyuh, mulai dari formulasi pakan, manajemen pemeliharaan, peningkatan produktivitas telur, hingga pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi usaha peternakan.

Menurutnya, penelitian yang dilakukan selama ini tidak hanya bertujuan meningkatkan hasil produksi, tetapi juga mencari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi peternak.

“Penelitian yang kami lakukan berupaya menghasilkan inovasi yang aplikatif sehingga dapat diterapkan langsung oleh peternak untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil ternak,” katanya.

Hilirisasi Riset Diperlukan agar Inovasi Berdampak

Prof. Rosa menegaskan bahwa hasil riset perguruan tinggi harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia industri. Karena itu, hilirisasi penelitian menjadi langkah penting agar inovasi yang dihasilkan tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi dapat diterapkan secara nyata di lapangan.

Ia menilai kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, pemerintah, dan peternak menjadi faktor penting dalam mempercepat pengembangan sektor peternakan puyuh di Indonesia.

“Riset tidak boleh berhenti di laboratorium. Hasil penelitian harus bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dan memberikan nilai tambah bagi sektor peternakan. Kolaborasi erat antara perguruan tinggi dan industri menjadi kunci utama agar hasil riset akademik menguntungkan masyarakat," pungkasnya.

Polije

Ternak

Puyuh

Rosa

/

5

Rate Now