Fakfak – Politeknik Negeri Fakfak (Polinef) melalui Program Studi Teknik Listrik melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Engagement Pengembangan Kelistrikan Berbasis Energi Terbarukan di Kampung Andamata, Distrik Arguni, Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pendanaan Matching Fund KEDAIREKA 2024 yang berhasil diperoleh tim dosen Program Studi Teknik Listrik Polinef. Program yang diketuai oleh Yulianto La Elo, S.T., M.T. tersebut memperoleh pendanaan melalui skema B1 yang berfokus pada penyelesaian permasalahan masyarakat. Melalui program ini, tim mengembangkan sistem kelistrikan berbasis energi terbarukan untuk meningkatkan akses listrik bagi masyarakat Kampung Andamata sehingga dapat menikmati layanan listrik selama 24 jam.
Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PPPM) Polinef Arga Ramadhana, S.E., M.A., Ph.D ditemui di Gedung Ketahanan Pala, Kampus Polinef Rabu (03/06) mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah dan mewujudkan visi “Fakfak Terang”. "Program ini tidak hanya menghadirkan solusi energi bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bentuk pengabdian perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah," terang Arga.
Selain meningkatkan akses listrik, program ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Pelaksanaan kegiatan melibatkan 6 dosen dan 5 mahasiswa yang turut berkontribusi dalam proses perencanaan dan implementasi program. Tahapan awal kegiatan dilakukan melalui sosialisasi dan engagement kepada masyarakat yang menghasilkan kesepakatan kerja sama dengan Kampung Andamata. Selanjutnya, masyarakat dan pemuda setempat akan mendapatkan pelatihan mengenai pengoperasian, perawatan, dan perbaikan sistem pembangkit listrik agar keberlanjutan program dapat terjaga.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pemerintah kampung, tokoh adat, dan masyarakat setempat. Mereka menilai program tersebut tidak hanya membantu penyediaan energi listrik, tetapi juga meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat terkait pemanfaatan energi terbarukan. "Kami berharap Kampung Andamata dapat menjadi contoh pengembangan energi terbarukan di wilayah pesisir dan kepulauan Kabupaten Fakfak. Jika berhasil, model ini berpotensi direplikasi di kampung-kampung lain yang masih menghadapi keterbatasan akses listrik," tambah Arga.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat, program ini diharapkan menjadi model pengembangan energi terbarukan yang berkelanjutan sekaligus memperkuat peran Polinef dalam menghasilkan riset dan inovasi yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Sumber:
Hubungan Masyarakat Politeknik Negeri Fakfak







