Mahasiswa Polije Kembangkan Bisnis Afiliasi Berbasis AI, Raih Omzet Ratusan Juta Rupiah

Our Campus

01 June 2026 | 10.00 WIB

Mahasiswa Polije Kembangkan Bisnis Afiliasi Berbasis AI, Raih Omzet Ratusan Juta Rupiah

Jember – Mahasiswa Jurusan Bisnis Politeknik Negeri Jember mengembangkan inovasi bisnis digital berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) melalui proyek bertajuk “Dari Konten ke Komisi”. Inovasi tersebut memanfaatkan teknologi AI untuk mendukung aktivitas pemasaran afiliasi di platform TikTok dengan modal yang relatif minim.

Ketua tim sekaligus perancang proyek, Ahmad Muhajir, menjelaskan bahwa konsep yang dikembangkan berfokus pada pemanfaatan AI untuk menghasilkan konten promosi secara lebih efisien. Tim memanfaatkan berbagai platform AI, seperti ChatGPT dan Grok, untuk menyusun naskah promosi, mengembangkan ide konten, hingga merancang strategi pemasaran digital.

“Inovasi yang kami kembangkan terletak pada integrasi AI dalam pembuatan konten video,” ujarnya.

Menurut Muhajir, penggunaan teknologi AI membantu mengurangi berbagai biaya operasional yang umumnya diperlukan dalam bisnis afiliasi, termasuk kebutuhan membeli sampel produk untuk keperluan pembuatan konten. Model ini dinilai cocok bagi mahasiswa yang ingin memulai usaha digital dengan risiko finansial yang lebih rendah.

“Kami percaya bahwa perkembangan teknologi AI dapat dimanfaatkan dengan baik sehingga membantu dalam pembuatan konten,” tambahnya.

Pendekatan tersebut terbukti memberikan hasil yang positif. Dalam kurun waktu tiga bulan, sejak Maret hingga Mei 2026, tim berhasil mencatatkan nilai transaksi bruto (Gross Merchandise Value/GMV) yang mencapai lebih dari Rp219 juta.

“Mulai dari Maret hingga Mei, GMV teratribusi mencapai Rp219.688.044 dengan estimasi komisi Rp17.096.386,” ungkap Muhajir.

Keberhasilan proyek ini merupakan hasil kolaborasi tim yang terdiri atas Revanza Kevin, Muhammad Ilham, Rizky Yonas, dan Muhammad Rq Ardiansyah.

Melalui pengalaman yang diperoleh dalam kegiatan Project Based Learning (PBL), tim berharap praktik pemasaran afiliasi berbasis teknologi digital dapat semakin diperkenalkan kepada mahasiswa sebagai salah satu kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

“Kami berharap Jurusan Bisnis dapat menambahkan materi tentang Affiliate Marketing sebagai bagian dari pembelajaran mahasiswa,” ujar Muhajir.

Inovasi ini menunjukkan bagaimana mahasiswa vokasi tidak hanya memanfaatkan perkembangan teknologi untuk mendukung proses pembelajaran, tetapi juga mampu mengubahnya menjadi peluang usaha yang memberikan nilai ekonomi nyata. Selain memperkuat keterampilan digital, pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk menghadapi ekosistem bisnis yang semakin terdigitalisasi.

Polije

AI

Bisnis Digital

/

5

Rate Now