Bondowoso – Mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Agribisnis (MNA) Politeknik Negeri Jember Kampus 2 Bondowoso menggelar pameran produk agribisnis sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning/PBL). Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menampilkan hasil budidaya melon segar serta berbagai produk olahan yang dikembangkan dari komoditas pertanian lokal.
Ketua Jurusan Manajemen Agribisnis Polije, Taufik Hidayat, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata proses pembelajaran yang mengintegrasikan seluruh rantai agribisnis, mulai dari budidaya hingga pemasaran produk.
“Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Agribisnis Politeknik Negeri Jember Kampus 2 Bondowoso menyelenggarakan kegiatan Gelar Produk Project Based Learning hari ini,” ujarnya.
Menurut Taufik, melalui kegiatan tersebut mahasiswa tidak hanya belajar menghasilkan produk pertanian, tetapi juga ditantang untuk menciptakan nilai tambah melalui inovasi dan kreativitas. Selain itu, pameran menjadi sarana untuk melatih keberanian dan kesiapan mahasiswa menghadapi dinamika dunia usaha yang sesungguhnya.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan keterampilan teknis, kreativitas produk, serta jiwa kewirausahaan di bidang agribisnis,” katanya.
Sementara itu, Penanggung Jawab Kampus 2 Bondowoso, Lukman Hakim, menjelaskan bahwa melon yang dipamerkan merupakan hasil budidaya mahasiswa yang ditanam menggunakan fasilitas greenhouse modern.
Ia menambahkan, proses budidaya tersebut tidak hanya berfokus pada aspek teknis pertanian, tetapi juga menjadi media pembelajaran untuk mengasah kemampuan manajerial mahasiswa secara menyeluruh.
“Mahasiswa Prodi MNA Politeknik Negeri Jember tidak hanya belajar teori manajemen,” ujarnya.
Dalam proses pembelajaran, mahasiswa dilatih menerapkan empat fungsi utama manajemen, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian. Melalui pengalaman tersebut, mereka belajar mengelola usaha agribisnis secara langsung, mulai dari tahap produksi hingga pemasaran.
“Pembelajaran ini menjadi bekal penting untuk membentuk lulusan yang adaptif, profesional, dan siap menghadapi dunia kerja maupun usaha,” pungkas Lukman.
Kegiatan ini menunjukkan bagaimana pendidikan vokasi tidak hanya menekankan penguasaan teori, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk memperoleh pengalaman nyata dalam mengelola usaha berbasis agribisnis. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menjadi lulusan yang inovatif, berdaya saing, dan siap berkontribusi dalam pengembangan sektor pertanian dan agribisnis di Indonesia.





