Kemdiktisaintek Perkuat Ekosistem Riset Perguruan Tinggi melalui Workshop Penulisan Proposal Hibah Internasional

News

19 Juni 2026 | 07.15 WIB

Kemdiktisaintek Perkuat Ekosistem Riset Perguruan Tinggi melalui Workshop Penulisan Proposal Hibah Internasional

Bandung – Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Direktorat Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan Workshop Penulisan Proposal Hibah Internasional Batch 4 di Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM), Bandung, pada Rabu–Kamis (17–18/06).

Kegiatan ini merupakan bagian upaya Kemdiktisaintek untuk memperkuat kapasitas dosen Indonesia dalam mengakses pendanaan riset internasional sekaligus meningkatkan keterlibatan akademisi dalam jejaring penelitian global.

Workshop diikuti oleh 57 dosen terpilih dari berbagai perguruan tinggi yang telah melalui proses seleksi berdasarkan rekam jejak penelitian, publikasi ilmiah, serta kesiapan proposal yang akan diajukan pada berbagai skema hibah internasional.

Mewakili Direktorat Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan, Ketua Tim Kompetensi, Yuni Syam, menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk menghasilkan dampak nyata bagi pengembangan riset perguruan tinggi. Ia menambahkan bahwa hibah internasional tidak hanya memberikan manfaat bagi pengembangan karier akademik peneliti, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas perguruan tinggi, penguatan ekosistem riset nasional, serta penyelesaian berbagai persoalan strategis melalui penelitian yang berdampak.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNIKOM, Umi Narimawati, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menekankan bahwa hasil penelitian yang didukung melalui hibah internasional diharapkan tidak berhenti pada publikasi ilmiah semata, tetapi juga dapat diimplementasikan dalam proses pembelajaran serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Penelitian yang berkualitas tidak hanya menghasilkan publikasi, tetapi juga harus mampu memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan dan menjawab kebutuhan masyarakat. Karena itu, kolaborasi dan akses terhadap jejaring riset internasional menjadi sangat penting untuk terus diperkuat,” ujar Wakil Rektor UNIKOM Umi.

Selama workshop, peserta memperoleh pembekalan dari Prof. Dr. Evi Eliyanah (Universitas Negeri Malang), Dr. Intan Mauli Warma Dewi (Universitas Padjadjaran), dan Dr. Prananda Luffiansyah Malasan (Institut Teknologi Bandung).

Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Evi Eliyanah menekankan pentingnya menunjukkan dampak nyata penelitian yang diusulkan. Menurutnya, lembaga pendanaan internasional tidak hanya menilai kualitas akademik penelitian, tetapi juga manfaat yang dapat dihasilkan bagi masyarakat dan pengembangan kapasitas institusi.

Sementara itu, Dr. Intan Mauli Warma Dewi menyoroti pentingnya penyusunan research gap, novelty, dan research question yang kuat sebagai fondasi proposal. Ia menjelaskan bahwa ketiga aspek tersebut menjadi kunci untuk menunjukkan kontribusi penelitian terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan penyelesaian berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat. Pada sesi Dr. Prananda Luffiansyah Malasan dibahas strategi penyusunan metodologi penelitian yang efektif dan mudah dipahami reviewer.

Menurutnya, metodologi yang disusun secara jelas, logis, dan terukur dapat meningkatkan peluang keberhasilan proposal dalam kompetisi hibah internasional.

Ketiga narasumber juga menekankan pentingnya kesesuaian antara ide penelitian dan prioritas lembaga pendanaan. Selain itu, peserta didorong untuk membangun kolaborasi lintas disiplin dan lintas negara guna meningkatkan daya saing proposal pada tingkat global.

Menguatkan Proposal dari Perspektif Pendanaan dan Reviewer

Pada hari kedua, peserta memperoleh pembekalan dari Prof. Dr. Tatas H.P. Brotosudarmo, perwakilan EURAXESS Worldwide untuk kawasan Asia, mengenai penyusunan impact pathway, pengembangan kolaborasi internasional, dan budget logic dalam proposal hibah internasional. Ia menekankan pentingnya menuliskan dampak penelitian yang jelas serta kesesuaian antara tujuan, luaran, dan anggaran dengan lembaga pemberi pendanaan.

Sementara itu, Yessie Widya Sari (Institut Pertanian Bogor) membagikan perspektif reviewer dalam menilai proposal hibah internasional. Ia menekankan pentingnya menyusun proposal yang relevan dengan tujuan program pendanaan, memiliki argumentasi yang kuat, serta menunjukkan dampak dan rencana pelaksanaan yang realistis agar lebih kompetitif dalam proses seleksi.

Pada kegiatan ini, peserta juga mendapat pendampingan intensif yang dibagi dalam klaster STEM dan non-STEM melalui sesi mentoring, writing sprint, simulasi panel review, dan revisi proposal. Para peserta memperoleh kesempatan untuk mengembangkan proposal secara langsung dengan arahan narasumber dan fasilitator yang berpengalaman.

Melalui Workshop Penulisan Proposal Hibah Internasional, Kemdiktisaintek berharap semakin banyak dosen Indonesia yang mampu memperoleh pendanaan penelitian dari lembaga-lembaga internasional, memperluas kolaborasi riset global, serta menghasilkan penelitian berkualitas yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan nasional.

/

5

Rate Now