Jakarta - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong penguatan sumber daya manusia (SDM), di bidang keamanan siber (cyber security) sebagai bagian penting dalam menjaga kedaulatan Indonesia di era digital. Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, dalam acara Grand Launch ITSEC Cyber & AI Academy di ITSEC Cyber & AI Academy, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (10/8).
Wamen Stella menekankan bahwa keamanan siber, kini menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga kedaulatan suatu negara. Menurutnya, perkembangan konflik global juga menunjukkan semakin pentingnya ruang siber, sebagai bagian dari dinamika keamanan dunia.
“Tadi saya sampaikan bahwa kekuatan Indonesia yang pertama adalah cyber, Ini menjadi sangat penting untuk kedaulatan,” ujar Wamen Stella.
Selain keamanan siber, Wamendiktisaintek menilai kedaulatan Indonesia juga sangat berkaitan dengan kemampuan bangsa dalam memahami dan mengelola data. Wamen Stella menjelaskan terdapat tiga prinsip utama yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan data, yaitu bagaimana data dikumpulkan, disimpan, dan digunakan.
“Kedaulatan Indonesia hanya bisa kita jaga kalau kita sangat mengerti tentang data. Untuk data ini, ada tiga prinsip yang harus kita lakukan sebagai suatu bangsa. Satu adalah bagaimana kita meminta data atau mengumpulkan data. Kedua, bagaimana kita menyimpan data, dan yang ketiga, bagaimana kita menggunakan data,” jelas Wamendiktisaintek.
Menurut Wamen Stella, penguatan keamanan siber tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga harus diiringi dengan kesiapan sumber daya manusia yang memahami bagaimana data dikumpulkan, disimpan, dan digunakan secara tepat. Wamen Stella menambahkan, keterbatasan pemahaman manusia terhadap pengelolaan data, dapat meningkatkan risiko kebocoran maupun penyalahgunaan data. Karena itu, penguatan literasi dan kesadaran mengenai keamanan siber, perlu menjadi perhatian bersama.
Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi), Nezar Patria, menilai pengembangan talenta menjadi salah satu kunci dalam membangun ekosistem keamanan siber nasional. Menurutnya, diperlukan pengembangan modul pembelajaran yang dapat membantu mahasiswa mengikuti perkembangan teknologi keamanan siber yang terus berubah.
“Dan saya kira kata kunci yang paling penting di sini adalah juga talent. Pembangunan talent bagaimana kita bisa melakukan arsitektur cybersecurity kita secara nasional. Tentu saja kita membutuhkan modul-modul untuk melatih anak-anak kita, terutama yang ada di kampus, untuk bisa catch up dengan perkembangan-perkembangan terbaru,” ujar Wamen Nezar.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#KampusBerdampak





