Dari Suara untuk Alor, Dede Bawa Perubahan hingga Dapat Beasiswa ke Inggris

Our Story

10 Agustus 2026 | 22.15 WIB

Dari Suara untuk Alor, Dede Bawa Perubahan hingga Dapat Beasiswa ke Inggris

SEMARANG — Kepedulian seorang mahasiswa baru terhadap persoalan pangan di daerah asalnya membawa Adriano Jeconia Padama atau Dede pada pengalaman yang tak biasa. Setelah menyuarakan persoalan tingginya harga beras di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, Dede bersama rombongan Menteri Pertanian turun langsung meninjau kondisi masyarakat selama empat hari.

Setibanya kembali di Universitas Diponegoro (UNDIP), Senin (10/8/2026), Dede disambut Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharmono, S.E., M.Si., dan jajaran pimpinan di Ruang Sidang Rektor, Widya Puraya.

Selama berada di Alor, Dede melihat langsung sejumlah langkah pemerintah untuk merespons persoalan pangan. Bantuan pangan untuk alokasi tiga bulan disalurkan, Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak digelar, serta dua gudang Bulog di Alor diisi penuh untuk menjaga ketersediaan beras masyarakat.

Tak berhenti pada solusi jangka pendek, pemerintah juga menyiapkan dukungan untuk sektor pertanian, antara lain traktor roda dua dan empat, 20 unit pompa air, serta rencana pembangunan sumur bor untuk mengatasi persoalan irigasi. Bantuan bibit unggul padi, kelapa, dan pengembangan kakao juga diarahkan untuk memperkuat produksi petani lokal.

Kepedulian Dede terhadap kondisi masyarakat Alor mendapat apresiasi dari Rektor UNDIP. Menurutnya, keberanian Dede menyampaikan persoalan masyarakat sejak awal menjadi mahasiswa mencerminkan semangat UNDIP Bermartabat, UNDIP Bermanfaat.

Sebagai bentuk apresiasi, UNDIP memberikan beasiswa double degree kepada Dede setelah menyelesaikan pendidikan S1 Hubungan Internasional. Program tersebut memungkinkan Dede menempuh Magister Administrasi Publik di UNDIP dan MA in Politics, Governance & Public Policy di Sheffield University, Inggris, masing-masing selama satu tahun.

Perjalanan Dede menjadi pengingat bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap persoalan masyarakat dan keberanian menyuarakan gagasan untuk menghadirkan perubahan.

Dari Alor, ke ruang kuliah, hingga kembali ke kampung halaman suara seorang mahasiswa muda menunjukkan bahwa pendidikan tinggi dapat menjadi jembatan untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

DiktisaintekBerdampak

UNDIP

/

5

Rate Now