Jody Edbert Tjoe: Di Tengah Keterbatasan, Menemukan Kekuatan dalam Karya

Our Story

25 Agustus 2026 | 00.00 WIB

Jody Edbert Tjoe: Di Tengah Keterbatasan, Menemukan Kekuatan dalam Karya

Ada banyak cara seseorang berbicara kepada dunia. Ada yang menggunakan kata-kata, suara, gerak, ataupun tulisan. Namun, ada pula yang menemukan bahasanya melalui gambar, warna, teknologi, dan karya visual. Bagi Jody Edbert Tjoe, mahasiswa Desain Komunikasi Visual Universitas Prima Indonesia, kamera dan media audio-visual menjadi ruang untuk menyampaikan apa yang ada di dalam pikirannya. Dari sana, sebuah perjalanan tentang semangat, keberanian, dan kreativitas perlahan tumbuh menjadi kisah tentang bagaimana sebuah potensi dapat menemukan ruang untuk berkembang.

 

Perjalanan Jody memiliki cerita tersendiri. Sebagai seorang mahasiswa autistik, Jody memiliki cara yang berbeda dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan lingkungan di sekitarnya. Situasi sosial dan dinamika perkuliahan tidak selalu menjadi ruang yang mudah untuk dijalani. Ada proses penyesuaian yang mungkin harus dilalui dengan cara yang berbeda. Namun, perjalanan tersebut tidak kemudian menghentikannya untuk terus belajar dan berkarya.

 

Justru di tengah cara pandangnya yang berbeda, Jody menemukan sebuah ruang yang dapat membantunya menyampaikan sesuatu kepada orang lain.

 

Dunia visual menjadi salah satu ruang tersebut.

 

Ketika berada di balik kamera, Jody memiliki kesempatan untuk menerjemahkan gagasan ke dalam bentuk yang dapat dilihat dan dirasakan. Video bukan sekadar rangkaian gambar bergerak baginya. Di dalamnya terdapat cara untuk menyusun pesan, membangun cerita, memilih sudut pandang, dan menyampaikan sesuatu kepada orang lain tanpa harus selalu mengandalkan komunikasi verbal.

 

Di situlah kreativitas menemukan perannya.

 

Dalam dunia perkuliahan, mungkin Jody tidak selalu menjadi mahasiswa yang paling banyak berbicara atau paling mudah mengekspresikan dirinya melalui komunikasi secara langsung. Namun, ketika sebuah karya visual mulai dibangun, ia memiliki bahasa yang berbeda. Bahasa yang memungkinkan dirinya untuk menunjukkan apa yang dapat ia lakukan.

 

Perbedaan cara berkomunikasi tersebut tidak kemudian menghilangkan potensi yang dimilikinya. Sebaliknya, Jody menunjukkan bahwa setiap orang dapat memiliki cara masing-masing untuk mengaktualisasikan kemampuan dan menyampaikan gagasannya.

 

Semangat tersebut kemudian menemukan bentuk nyata melalui sebuah pencapaian tingkat nasional yang membanggakan.Pada Sabtu, 8 Agustus 2026, Jody berhasil meraih Juara 2 nasional sekaligus Juara Favorit dalam lomba pembuatan video bertajuk #LifeWithManner yang diselenggarakan oleh PT United Tractors Tbk.

 

Pencapaian tersebut menjadi sebuah momen penting dalam perjalanan Jody. Bagi sebagian orang, penghargaan mungkin hanya dipandang sebagai sebuah piala, sertifikat, atau hasil akhir dari sebuah kompetisi. Namun bagi seorang mahasiswa yang sedang menemukan dan mengembangkan jalannya sendiri, sebuah penghargaan dapat memiliki arti yang jauh lebih besar.

 

Di balik penghargaan tersebut terdapat keberanian untuk mengikuti kompetisi, proses untuk menghasilkan karya, serta kesempatan untuk menunjukkan bahwa kemampuan yang dimilikinya dapat menghasilkan sesuatu yang mendapatkan apresiasi.

 

Karya Jody akhirnya tidak hanya berhenti sebagai tugas atau aktivitas di lingkungan perkuliahan. Karyanya telah dibawa ke ruang yang lebih luas dan memperoleh pengakuan dari sebuah perusahaan berskala nasional. Tentunya hal tersebut menjadi bukti bahwa sebuah potensi dapat berkembang ketika diberikan kesempatan untuk hadir dan diuji dalam dunia nyata.

 

Kisah Jody pun menjadi lebih besar daripada sekadar cerita tentang seorang mahasiswa yang berhasil memenangkan kompetisi video. Ini adalah cerita tentang bagaimana seseorang dengan cara yang berbeda dalam berkomunikasi dapat menemukan media yang sesuai dengan dirinya, mengembangkan kemampuan tersebut, dan kemudian menggunakannya untuk menghasilkan karya yang memiliki nilai.

 

Pendidikan tinggi pada akhirnya tidak hanya berbicara mengenai apa yang dipelajari seseorang di dalam ruang kelas. Pendidikan juga memiliki tanggung jawab untuk membantu seseorang mengenali dirinya, menemukan kekuatannya, mengembangkan potensinya, dan memiliki keberanian untuk membawa kemampuan tersebut keluar dari lingkungan akademik.

 

Sebuah ilmu menjadi bermakna ketika dapat diterapkan. Sebuah kreativitas menjadi berarti ketika dapat diwujudkan menjadi karya. Dan sebuah potensi menjadi semakin kuat ketika mendapatkan ruang untuk tumbuh, kesempatan untuk diuji, serta apresiasi terhadap hasil yang telah diperjuangkan.Jody menunjukkan proses tersebut melalui caranya sendiri.

 

Prestasi Juara 2Nasional dan Juara Favorit dalam #LifeWithManner menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan tersebut. Bukan karena penghargaan adalah tujuan akhir, tetapi karena pencapaian itu menunjukkan bahwa proses yang dijalani Jody dapat menghasilkan sesuatu yang nyata.

 

Kisah ini pada akhirnya bukanlah tentang keterbatasan.Ini adalah kisah tentang potensi yang menemukan ruang.

 

Tentang seorang mahasiswa yang mungkin memiliki cara berbeda dalam berkomunikasi, tetapi menemukan cara untuk membuat karyanya berbicara. Tentang keberanian untuk mengambil kesempatan ketika kesempatan itu datang. Dan tentang pendidikan yang memberikan ruang agar kemampuan seseorang tidak berhenti sebagai potensi, tetapi berkembang menjadi karya yang dapat dilihat dan diapresiasi.

 

Sebab pendidikan yang benar-benar berdampak bukan hanya mengubah apa yang seseorang ketahui.Pendidikan yang berdampak juga mengubah apa yang seseorang percaya tentang dirinya sendiri.

 

Dan ketika seorang mahasiswa mulai percaya bahwa dirinya mampu menciptakan sesuatu yang bernilai, di situlah sebuah masa depan mulai terbentuk.

 

Jody Edbert Tjoe telah memulainya melalui sebuah kamera, sebuah karya, dan sebuah prestasi.

 

Hari ini, karyanya telah berbicara.Dan mungkin, inilah cara Jody menunjukkan kepada dunia bahwa setiap orang memiliki bahasa untuk bersinardan ketika bahasa itu menemukan ruangnya, potensi dapat berubah menjadi prestasi.


(Humas UNPRI | Editor Humas LLDikti Wilayah I: Armiadi Asamat)

Kampus Berdampak

Sumatera Utara

Mahasiswa Berdampak

LLDikti1

Universitas Prima Indonesia

/

5

Rate Now