Wisuda 40 Rektor PTS Angkatan I AERLA, Perkuat Visi Kepemimpinan Kampus

News

23 Oktober 2026 | 16.15 WIB

Wisuda 40 Rektor PTS Angkatan I AERLA, Perkuat Visi Kepemimpinan Kampus

Jakarta—Sebanyak 40 rektor perguruan tinggi swasta (PTS) mengikuti program Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Executive Rector Leadership Academy (AERLA) Angkatan I, pada 21-23 Oktober 2026. Program ini diselenggarakan melalui kolaborasi Kemdiktisaintek dan APTISI. Kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi para pimpinan perguruan tinggi, untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan dan tata kelola kampus, Jumat (23/10).


Dikatakan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dalam Wisuda Angkatan I AERLA, bahwa penguatan kepemimpinan dan pertukaran praktik baik menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pengelolaan perguruan tinggi. 


Mendiktisaintek mengapresiasi inisiatif APTISI dalam menghadirkan program pembelajaran bagi para rektor. Setiap perguruan tinggi dinilai memiliki keunggulan dan pengalaman yang dapat menjadi sumber pembelajaran bagi kampus lainnya.


“Berbagai keunggulan yang dimiliki oleh masing-masing universitas diharapkan bisa menjadi referensi untuk saling berbagi, untuk saling melihat apa kira-kira yang bisa dilakukan oleh kampus masing-masing,” ujar Menteri Brian.


Menteri Brian juga mengajak para pimpinan perguruan tinggi untuk membagikan pengetahuan dan pengalaman kepada kampus lain. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu perguruan tinggi yang masih berkembang untuk meningkatkan kualitasnya.


“Pengetahuan, wawasan, keunggulan, pengalaman yang luar biasa dari Bapak-Ibu sekalian mohon ditularkan kepada kampus-kampus lainnya. Mohon dibantu kampus-kampus yang masih kecil, yang sedang tumbuh, juga dibantu untuk tumbuh,” ujar Menteri Brian.


Selain menjadi ruang berbagi pengalaman, AERLA juga menjadi kesempatan bagi Kemdiktisaintek untuk menyosialisasikan kebijakan sekaligus menerima masukan dari perguruan tinggi, terutama PTS. Mendiktisaintek menyatakan bahwa hal ini perlu dilakukan guna meningkatkan kualitas layanan pendidikan tinggi. 


Dalam kesempatan yang sama, Mendiktisaintek turut menyoroti pentingnya kepemimpinan yang memahami karakteristik dunia akademik dan penelitian. Pengelolaan perguruan tinggi tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga perlu memberikan manfaat sosial bagi masyarakat.


“Tentunya kepemimpinan yang memahami bagaimana dunia akademik dan dunia riset. Dunia pendidikan sedikit berbeda, artinya bagaimana tidak hanya profit-oriented, tapi juga ada keuntungan sosial,” tambah Menteri Brian.


Melalui program AERLA, Kemdiktisaintek berharap pertukaran pengalaman antarpimpinan perguruan tinggi dapat memperkuat tata kelola kampus. Perguruan tinggi yang telah berkembang diharapkan turut membantu kampus lain meningkatkan kapasitas dan kualitas pendidikan.


Sejalan dengan semangat Diktisaintek Berdampak, Kemdiktisaintek terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan pendidikan tinggi. Sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi diharapkan dapat meningkatkan mutu layanan, memperkuat tata kelola, serta memperluas manfaat pendidikan tinggi bagi masyarakat.


Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi


#DiktisaintekBerdampak

#Pentingsaintek

#Kampusberdampak


/

5

Rate Now