Jember – Di balik upaya Politeknik Negeri Jember dalam mengakselerasi pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terdapat sosok akademisi yang konsisten menggabungkan ilmu teknik dengan visi keberlanjutan. Ia adalah Wendy Triadji Nugroho, dosen Jurusan Teknik yang saat ini dipercaya memimpin Tim SDGs Polije.
Perjalanan Wendy tidak hanya menggambarkan pencapaian akademik, tetapi juga bagaimana ilmu pengetahuan dapat menjadi instrumen untuk menjawab berbagai tantangan global.
Perjalanan akademiknya dimulai saat menempuh pendidikan sarjana di Institut Teknologi Sepuluh Nopember pada bidang teknik mesin. Ketertarikannya terhadap material dan proses manufaktur kemudian mendorongnya melanjutkan studi ke tingkat yang lebih tinggi, termasuk memperluas pengalaman akademik melalui kerja sama internasional di Universitas Indonesia dan Université de La Rochelle.
Puncak perjalanan akademiknya dicapai saat meraih gelar doktor dari Curtin University. Pada masa tersebut, Wendy mendalami penelitian mengenai smart materials atau material pintar dan teknologi manufaktur berkelanjutan.
Pengalaman tersebut menjadi titik penting yang menghubungkan keilmuan teknik dengan berbagai isu global, mulai dari efisiensi energi, pengurangan limbah, hingga pengembangan inovasi industri berkelanjutan.
“Ilmu teknik bukan hanya soal mesin atau material, tetapi bagaimana kita menciptakan solusi yang berdampak luas bagi lingkungan dan masyarakat,” ungkapnya.
Sekembalinya ke Indonesia, Wendy tidak hanya membawa capaian akademik, tetapi juga perspektif baru mengenai pentingnya penerapan prinsip keberlanjutan dalam dunia pendidikan dan riset. Ia aktif mengembangkan berbagai penelitian di bidang material komposit, manufaktur cerdas, dan teknologi yang mendukung efisiensi energi.
Berbagai penelitian yang dijalankannya turut berkontribusi terhadap sejumlah tujuan SDGs, seperti pendidikan berkualitas, industri dan inovasi, serta penanganan perubahan iklim. Bagi Wendy, penelitian seharusnya tidak berhenti pada publikasi ilmiah semata, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
“Riset yang baik adalah riset yang bisa diterapkan. Kita perlu menjembatani laboratorium dengan dunia nyata,” jelasnya.
Sebagai Ketua Tim SDGs Polije, Wendy memiliki peran strategis dalam mengintegrasikan nilai-nilai keberlanjutan ke dalam sistem pendidikan vokasi. Tidak hanya menyusun arah kebijakan, ia juga memastikan implementasi SDGs hadir dalam berbagai aspek, mulai dari kurikulum, penelitian, hingga program pengabdian kepada masyarakat.
Di bawah kepemimpinannya, Tim SDGs Polije terus mendorong kolaborasi lintas disiplin agar setiap program studi dapat berkontribusi sesuai bidang keahliannya. Pendekatan tersebut dinilai mampu mempercepat pencapaian target SDGs di tingkat institusi.
“SDGs tidak bisa dikerjakan sendiri. Ini kerja kolaboratif yang membutuhkan peran semua pihak,” tegasnya.
Di ruang kelas, Wendy mengampu sejumlah mata kuliah seperti material teknik, proses manufaktur, dan teknologi kendaraan listrik. Namun lebih dari sekadar menyampaikan materi, ia juga berupaya menanamkan pola pikir kritis kepada mahasiswa agar mampu melihat persoalan teknik melalui perspektif keberlanjutan.
Menurutnya, kampus vokasi memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga siap menghadapi tantangan global di masa depan.
“Mahasiswa hari ini adalah pemimpin masa depan. Mereka harus peka terhadap isu global dan mampu menghadirkan solusi,” ujarnya.
Dari ruang kelas hingga kepemimpinan strategis di Tim SDGs, perjalanan Wendy Triadji Nugroho menunjukkan bagaimana seorang akademisi dapat berperan lebih dari sekadar pengajar. Melalui dedikasi dalam riset, inovasi, dan pengembangan pendidikan, ia terus mendorong perubahan menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.





