Wamendiktisaintek Apresiasi Dampak Nyata Pengabdian USK di Pidie Jaya

Our Campus

09 May 2026 | 00.00 WIB

Wamendiktisaintek Apresiasi Dampak Nyata Pengabdian USK di Pidie Jaya

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Wamendiktisaintek), Stella Christie mengapresiasi dampak nyata program pengabdian masyarakat yang dijalankan Universitas Syiah Kuala di Kabupaten Pidie Jaya. Apresiasi tersebut disampaikan saat meninjau program Mahasiswa Berdampak yang dilaksanakan USK di Pidie Jaya, Aceh, Jumat (8/5/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Stella didampingi Rektor USK Mirza Tabrani, Wakil Rektor Bidang Akademik Agussabti, Ketua LPPM USK Mudatsir, Wakil Ketua Bidang Pengabdian kepada Masyarakat LPPM USK Sulastri, Wakil Ketua Bidang Penelitian LPPM USK Nasrul, serta dosen senior Program Studi Teknik Elektro USK Yuwaldi Away.

Di Pidie Jaya, Stella meninjau keberlanjutan program pendampingan psikososial dan pemulihan ekonomi masyarakat terdampak banjir bandang. Program tersebut dinilai mampu membantu warga bangkit dari keterpurukan melalui pendampingan emosional sekaligus penguatan ekonomi masyarakat.

Salah satu program yang dikunjungi adalah kelompok usaha produksi kerupuk tempe di Gampong Dayah Usen dengan merek “Krab Krub”. Selain itu, rombongan juga meninjau kegiatan pengabdian di kawasan Masjid Tuha. Kehadiran rombongan disambut Wakil Bupati Pidie Jaya Hasan Basri bersama jajaran pemerintah daerah dan masyarakat setempat.

Ketua tim pengabdian, Hetty Zuliani menjelaskan bahwa program tersebut lahir dari keprihatinan terhadap kondisi masyarakat pascabencana, terutama terkait persoalan psikologis, sosial, dan ekonomi warga.

“Anak-anak mengalami gangguan emosional, keluarga kehilangan ruang privasi selama di pengungsian dan hunian sementara, sementara kondisi ekonomi juga lumpuh akibat harta benda yang hilang tersapu banjir,” jelasnya.

Bersama tim dari bidang konseling dan ekonomi, program pendampingan tersebut perlahan membantu masyarakat membangun kembali rasa percaya diri dan semangat untuk memulai kehidupan baru.

Stella menyampaikan apresiasinya terhadap peran dosen dan mahasiswa USK yang menghadirkan pengabdian berbasis riset secara langsung di tengah masyarakat. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan manfaat nyata melalui ilmu pengetahuan dan inovasi.

“Ilmu pengetahuan akan menemukan makna tertingginya ketika hadir untuk mengurangi penderitaan manusia,” ujarnya.

Sebagai pakar kognitif, Stella juga mengingatkan pentingnya komunikasi yang mendidik antara orang tua dan anak sejak dini. Menurutnya, aktivitas sederhana sehari-hari dapat menjadi ruang untuk membangun kemampuan berpikir kritis dan matematis anak.

“Komunikasi yang mendidik adalah awal lahirnya generasi yang mampu berpikir kritis, kreatif, dan tangguh menghadapi masa depan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Stella juga menyatakan dukungannya terhadap produk kerupuk tempe “Krab Krub” dengan membantu mempromosikannya melalui media sosial pribadinya.

Sementara itu, di kawasan Masjid Tuha, rombongan meninjau inovasi teknologi panel surya hasil riset dosen Program Studi Teknik Komputer USK, Zulhelmi. Teknologi tersebut dimanfaatkan sebagai sistem pemurnian air menjadi air layak minum dengan kapasitas produksi hingga 2.000 liter per hari.

Sejak mulai difungsikan pada Februari 2026, sistem tersebut terus beroperasi untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat setempat.

USK sendiri menjalankan 21 program pengabdian masyarakat di wilayah terdampak bencana dengan melibatkan sekitar 1.050 mahasiswa. Para mahasiswa tinggal bersama masyarakat selama satu bulan penuh di berbagai lokasi pengabdian yang tersebar di Kabupaten Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur, Bener Meriah, Takengon, hingga Aceh Tamiang.

Rektor USK Mirza Tabrani berharap berbagai inovasi dan program pengabdian tersebut dapat terus berlanjut melalui dukungan pemerintah daerah.

“Kampus tidak boleh berjalan sendiri. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat adalah kunci agar dampak baik ini terus hidup dan berkembang,” ujarnya.

Sementara itu, Sulastri menegaskan pentingnya keberlanjutan program setelah masa pendampingan dosen dan mahasiswa selesai. Menurutnya, hasil pengabdian akan memberi dampak jangka panjang apabila didukung melalui kebijakan dan penguatan dari pemerintah daerah maupun pemerintah gampong.

“Kita ingin pengabdian tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Pengabdian harus meninggalkan dampak, menumbuhkan harapan, dan membangun kemandirian masyarakat,” katanya.

Kunjungan ini menjadi gambaran bagaimana perguruan tinggi dapat hadir di tengah masyarakat melalui pengabdian berbasis riset dan kolaborasi lintas sektor untuk membantu pemulihan masyarakat pascabencana.

/

5

Rate Now