PALEMBANG — Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Sriwijaya (UNSRI) memulai penelitian kolaboratif bertajuk “Stunting dalam Kajian Determinan Molekuler, Lingkungan, dan Geospasial pada Balita di Permukiman Bantaran Sungai Musi”. Penelitian ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam menghasilkan bukti ilmiah untuk mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten Ogan Ilir.
Kegiatan penelitian dibuka oleh Wakil Bupati Ogan Ilir, H. Ardani, S.H., M.H., di Ruang Pertemuan TP PKK Kabupaten Ogan Ilir, Selasa (4/8/2026). Kegiatan dihadiri jajaran pimpinan dan tim peneliti UNSRI, perwakilan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan, serta sejumlah perangkat daerah Kabupaten Ogan Ilir.
Dekan FKM UNSRI, Prof. Dr. rer. med. H. Hamzah Hasyim, S.K.M., M.K.M., mengatakan penelitian ini merupakan wujud kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah untuk menghasilkan bukti ilmiah yang dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan penurunan stunting yang lebih tepat sasaran.
Menurutnya, penelitian tersebut sekaligus menjadi implementasi kehadiran Stunting Innovation and Hilirisation Centre (SICH) FKM UNSRI sebagai pusat kajian yang berfokus pada riset, inovasi, dan hilirisasi hasil penelitian terkait stunting.
“Melalui SICH, hasil-hasil penelitian diharapkan tidak berhenti pada publikasi ilmiah semata, tetapi dapat ditransformasikan menjadi rekomendasi kebijakan, model intervensi, inovasi teknologi, serta solusi yang aplikatif untuk mendukung upaya percepatan penurunan stunting di tingkat daerah maupun nasional,” ujar Prof. Hamzah.
Penelitian ini menggunakan pendekatan multidisiplin dengan mengintegrasikan aspek status gizi, biomolekuler, lingkungan, dan geospasial. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kejadian stunting sekaligus menghasilkan rekomendasi yang sesuai dengan karakteristik wilayah.
Ketua Peneliti, Prof. Dr. Rostika Flora, S.Kep., M.Kes., menjelaskan penelitian akan dilaksanakan di Desa Kota Daro 1 dan Desa Kota Daro 2 dengan melibatkan 100 balita berusia 24–59 bulan. Responden terdiri atas 50 balita stunting dan 50 balita dengan status gizi normal.
Pengumpulan data mencakup pengukuran antropometri, pemeriksaan biomolekuler berupa hemoglobin (Hb), ferritin, C-reactive protein (CRP), Insulin-like Growth Factor-1 (IGF-1), dan Intestinal Fatty Acid Binding Protein (I-FABP). Selain itu, tim melakukan pengisian kuesioner karakteristik keluarga, penilaian sanitasi lingkungan, survei konsumsi pangan, serta pemetaan geospasial lokasi tempat tinggal responden.
Dalam diskusi, sejumlah perangkat daerah turut memberikan masukan terkait validasi data stunting yang menjadi dasar penelitian. Tim peneliti menjelaskan bahwa data awal diperoleh dari aplikasi GEMA PENTING dengan indikator “Sangat Pendek” dan akan diverifikasi melalui pengumpulan data lapangan.
Hasil penelitian nantinya tidak ditujukan untuk menyajikan angka prevalensi, melainkan mengelompokkan balita berdasarkan status stunting dan tidak stunting yang diperkuat dengan hasil pemeriksaan biomolekuler. Hasil penelitian akan disampaikan kembali kepada Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir dan instansi terkait dengan tetap memperhatikan prinsip etika penelitian.
Pelaksanaan penelitian melibatkan tim multidisiplin yang terdiri atas bidang kesehatan lingkungan, geospasial, gizi, epidemiologi, biomedik, laboratorium, dan promosi kesehatan. Tim dibagi menjadi dua kelompok untuk melaksanakan pengumpulan data di masing-masing desa.
Selain penelitian stunting, kegiatan tersebut turut membuka peluang kolaborasi lain melalui Program Rumah Raflesia yang disampaikan Prof. Dr. rer. nat. Nandi dari UPI. Program tersebut merupakan pengembangan rumah sehat semi permanen berbahan modular yang dirancang untuk menyediakan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Usai pembukaan, tim peneliti langsung menuju Desa Kota Daro 1 dan Desa Kota Daro 2 untuk memulai pengumpulan data. Kegiatan meliputi wawancara dengan orang tua balita, pengukuran status gizi, pengambilan sampel darah, observasi lingkungan permukiman, serta pemetaan geospasial.
Melalui penelitian ini, UNSRI bersama mitra diharapkan menghasilkan bukti ilmiah mengenai keterkaitan faktor biomolekuler, lingkungan, dan geospasial terhadap kejadian stunting pada balita di kawasan bantaran Sungai Musi. Hasilnya diharapkan dapat menjadi dasar bagi Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir dalam merancang kebijakan dan intervensi yang lebih tepat sasaran, efektif, dan berkelanjutan.
Kolaborasi tersebut sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pencapaian SDGs, khususnya SDG 2 (Zero Hunger), SDG 3 (Good Health and Well-being), SDG 6 (Clean Water and Sanitation), SDG 11 (Sustainable Cities and Communities), serta SDG 17 (Partnerships for the Goals).
Dengan menghubungkan riset, data, dan kebutuhan daerah, UNSRI mendorong hasil penelitian tidak berhenti di ruang akademik, tetapi dapat dihilirkan menjadi rekomendasi dan solusi nyata bagi masyarakat.







