Universitas Sriwijaya (UNSRI) dan Ritsumeikan University, Jepang, memperkuat penjajakan kerja sama di bidang biochar dan pengelolaan karbon berkelanjutan. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat KPA UNSRI Kampus Palembang, Jumat (2/10/2026).
Kolaborasi tersebut diarahkan pada pembentukan Center for Biochar and Sustainable Carbon Research atau Pusat Penelitian Biochar dan Karbon Berkelanjutan di UNSRI. Peluang kerja sama tersebut dibahas dalam kunjungan Japan Biochar Research Center (JBRC), Ritsumeikan University, ke UNSRI.
Kunjungan tersebut dihadiri Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Internasionalisasi, dan Alumni UNSRI, Prof. Dr. Ir. Joni Arliansyah, M.T.; Direktur Pusat Penelitian Biochar Ritsumeikan University, Prof. Dr. Akira Shibata; Peneliti sekaligus Kandidat Doktor di Pusat Penelitian Biochar Ritsumeikan University, Pipit Pajarwati, M.Sc.; Direktur Direktorat Kerja Sama, Internasionalisasi, dan Alumni UNSRI, Prof. Ir. Filli Pratama, M.Sc. (Hons), Ph.D., beserta jajaran; serta Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNSRI, Prof. Dr. Ir. M. Sa’id, M.Si., beserta jajaran.
Dalam pertemuan tersebut, Prof. Akira Shibata memaparkan proyek karbon minus untuk pembangunan pedesaan melalui karbon biochar, penyerapan karbon di lahan pertanian, serta pengembangan produk pertanian ramah lingkungan “Cool Vege™”. Sementara itu, Prof. M. Sa’id memaparkan rencana pendirian Pusat Penelitian Biochar Indonesia di UNSRI.
Mewakili Rektor, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Internasionalisasi, dan Alumni UNSRI, Prof. Dr. Ir. Joni Arliansyah, M.T., dalam sambutannya mengatakan, kerja sama UNSRI dan Ritsumeikan University merupakan kelanjutan dari komunikasi akademik yang telah terjalin sebelumnya, termasuk Biochar Workshop di Ritsumeikan University pada Februari 2026 dan diskusi bersama Prof. Okimori di UNSRI pada Agustus 2026.
Menurutnya, kolaborasi kedua institusi diarahkan untuk menghasilkan riset yang tidak berhenti pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga dapat diterapkan untuk menjawab persoalan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
“UNSRI dan Ritsumeikan University berkomitmen bersama-sama membentuk Center for Biochar and Sustainable Carbon Research sebagai pusat inovasi kolaboratif dari hulu hingga hilir, yang menjembatani ilmu pengetahuan dasar dengan penerapan di lapangan,” ujarnya.
Pusat penelitian tersebut dirancang mencakup eksplorasi biomassa berkelanjutan dan bahan baku pertanian lokal, adaptasi teknologi pirolisis, karakterisasi serta standardisasi mutu biochar, penerapan biochar di bidang pertanian dan lingkungan, hingga penghitungan dampak karbon melalui Measurement, Reporting, and Verification (MRV) serta validasi penyerap karbon (carbon sink).
Prof. Joni menambahkan, UNSRI telah menyiapkan lahan dan fasilitas khusus sebagai bagian dari dukungan kelembagaan terhadap pengembangan infrastruktur penelitian biochar. Setelah pertemuan, Prof. Akira Shibata dan tim dijadwalkan meninjau langsung lokasi yang telah disiapkan UNSRI.
Sementara itu, Direktur Pusat Penelitian Biochar Ritsumeikan University, Prof. Akira Shibata menyampaikan bahwa biochar memiliki posisi strategis dalam upaya pengurangan emisi karbon sekaligus peningkatan kualitas lahan pertanian. Ia menjelaskan, biochar telah diakui dalam pedoman Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) sebagai salah satu metode Carbon Dioxide Removal (CDR) dan juga menjadi salah satu teknologi yang dinilai menjanjikan dalam skema kredit karbon Jepang, J-Credit Scheme.
Selain menyimpan karbon di dalam tanah, biochar juga memiliki manfaat sebagai bahan pembenah tanah karena dapat meningkatkan permeabilitas serta kemampuan tanah dalam mempertahankan air.
“Untuk menerjemahkan upaya pengurangan karbon dioksida melalui biochar dan revitalisasi masyarakat pedesaan ke dalam implementasi nyata, diperlukan organisasi penelitian yang mengintegrasikan pengetahuan ilmu pengetahuan alam, humaniora, dan ilmu sosial,” ungkapnya.
Ia berharap pusat penelitian yang dikembangkan di UNSRI dapat menjadi wadah kolaborasi para peneliti dan profesional industri di bidang biochar, sekaligus memperkuat pengembangan sumber daya manusia dan jejaring penelitian internasional.
Kerja sama UNSRI dan Ritsumeikan University ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam pengembangan riset biochar di Indonesia, sekaligus membuka ruang kolaborasi lebih luas dalam bidang teknologi hijau, rehabilitasi tanah, pertanian berkelanjutan, pengelolaan karbon, dan ketahanan iklim.
Inisiatif tersebut juga sejalan dengan komitmen UNSRI dalam mendorong riset yang berdampak serta berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui pengembangan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi untuk keberlanjutan lingkungan dan masyarakat. (Humas_UNSRI)




