Transformasi Pendidikan Manajemen, agar Lulusan Relevan dengan Kebutuhan Industri

News

21 Oktober 2026 | 19.15 WIB

Transformasi Pendidikan Manajemen, agar Lulusan Relevan dengan Kebutuhan Industri

Surabaya— Saat ini jumlah mahasiswa terdaftar di Indonesia mencapai 11.495.000 orang. Sementara itu, bidang manajemen memiliki 21.651 dosen, termasuk 803 guru besar dan 7.072 dosen berpendidikan doktor. Besarnya ekosistem pendidikan tinggi tersebut menjadi potensi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, dan menyiapkan lulusan yang mampu menjawab kebutuhan dunia kerja.


Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Badri Munir Sukoco, dalam Seminar Nasional Forum Manajemen Indonesia (FMI) 2026, Rabu (21/10).


Pada kesempatan tersebut Sesjen Badri mengajak perguruan tinggi mentransformasi pendidikan manajemen, agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi. 


Sesjen Kemdiktisaintek juga menyoroti pentingnya menyesuaikan pendidikan manajemen dengan arah pembangunan nasional dan kebutuhan sektor industri strategis. Delapan sektor yang menjadi perhatian meliputi pangan, energi, maritim, kesehatan, digitalisasi, pertahanan, hilirisasi, industrialisasi, serta material dan manufaktur maju. Menurutnya, sektor-sektor tersebut membuka peluang bagi lulusan manajemen untuk berkontribusi melalui keahlian yang lebih spesifik.


“Ini peluang bagus, karena pemerintah saat ini tengah berfokus pada sovereignty, kemandirian. Saya yakin nanti akan ada banyak insentif-insentif bagi pengusaha yang ada di Indonesia,” kata Sesjen Badri.


Keahlian manajemen dibutuhkan untuk mendukung pengembangan berbagai sektor, mulai dari pengelolaan rumah sakit dan pelabuhan hingga pertambangan dan industri. Karena itu, Menurut Sesjen Badri perguruan tinggi perlu mengembangkan kompetensi lulusan sesuai dengan karakteristik sektor yang akan mereka masuki.


“Akan jauh lebih bagus ketika transformasi bidang manajemen tadi, lulusannya cukup banyak. Di sisi lain, kita juga menyumbang alumni yang mungkin juga belum bisa berkontribusi optimal karena belum berkesempatan untuk bekerja. Kita bisa fokus, lulusan yang sangat spesifik akan bisa berkontribusi ke masing-masing bidang,” tutur Sesjen Badri.


Disamping menyesuaikan kompetensi mahasiswa, Sesjen Badri menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dosen. Menurutnya, kemampuan perguruan tinggi untuk beradaptasi perlu dimulai dari proses belajar dan pengembangan kompetensi secara berkelanjutan, termasuk melalui program peningkatan keterampilan (upskilling) dan pelatihan kembali (reskilling) dosen.


“Kami minta di kontrak kinerja rektor, untuk reskilling dan upskilling dosen. Kalau nggak, ketika kecepatan teknologi ini, AI dan lain-lain, apa yang kita ajarkan pasti tidak akan relevan dengan mahasiswa yang Gen Z yang nantinya akan berkontribusi pada 5-10 tahun ke depan,” ujar Sesjen Badri.


Sesjen Badri menambahkan, transformasi pendidikan manajemen tidak selalu harus dilakukan melalui pembukaan program studi baru. Perguruan tinggi dapat mengevaluasi kurikulum dan silabus, memperbarui metode pembelajaran, atau mengembangkan konsentrasi yang sesuai dengan kebutuhan industri. Mahasiswa juga perlu dibekali keterampilan praktis, kemampuan sosial, tanggung jawab, etika, dan kemampuan berkomunikasi, selain pengetahuan akademik.


“Mahasiswa itu butuh practical skills, mahasiswa itu butuh social skills and responsibility, mahasiswa itu butuh ethics and values, mahasiswa itu butuh keterampilan berkomunikasi,” tegas Sesjen Badri.


Kemdiktisaintek mengajak seluruh perguruan tinggi dan akademisi untuk terus mengevaluasi serta mentransformasi pendidikan manajemen agar menghasilkan lulusan yang adaptif, kompeten, dan relevan dengan kebutuhan industri. Melalui pembaruan kurikulum, peningkatan kualitas dosen, serta penguatan keterkaitan pembelajaran dengan dunia kerja, perguruan tinggi diharapkan dapat mengambil peran nyata dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.


Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi


#DiktisaintekBerdampak

#Pentingsaintek

#Kampusberdampak


/

5

Rate Now