Tim Ekspedisi PATRIOT UNDIP 2026, Membangun Indonesia di Kawasan Transmigrasi

Our Campus

22 Juli 2026 | 21.45 WIB

Tim Ekspedisi PATRIOT UNDIP 2026, Membangun Indonesia di Kawasan Transmigrasi

UNDIP, Semarang (22/7) – Pada tahun 2026 ini, Universitas Diponegoro (UNDIP) kembali mengirimkan Tim Ekspedisi PATRIOT ke Kawasan Ekonomi Transmigrasi Terintegrasi (KETT) dalam mendukung program Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia dan membangun kawasan transmigrasi. Tim Ekspedisi PATRIOT UNDIP 2026 terdiri dari 144 peserta tim UNDIP dan universitas mitra, termasuk dosen, mahasiswa, dan alumni, yang akan berangkat ke 20 area transmigrasi di Papua dan 4 tim ke Sumatera Selatan.

Pembekalan dan Pelepasan Tim Ekspedisi PATRIOT UNDIP 2026 dilaksanakan pada Selasa, 21 Juli 2026 mulai pukul 08:30 WIB di gedung ICT Center, kampus UNDIP Tembalang. Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si. dalam pidato virtualnya berpesan kepada seluruh anggota tim Ekspedisi PATRIOT UNDIP 2026 untuk menjaga nama baik diri, almamater, serta dalam pelaksanaan kegiatan memberikan dampak positif bagi masyarakat. “Saya melepas teman-teman semua ke area Sumatera dan Papua, semoga terus menjadi inspirasi dan memberikan kontribusi bagi Indonesia. Selamat jalan, mudah-mudahan teman-teman kembali dengan keadaan sehat,” ucap Rektor UNDIP.

Mewakili Rektor UNDIP yaitu Wakil Rektor Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik, Wijayanto, S.I.P., M.Si., Ph.D. hadir dan secara simbolis melepas keberangkatan Tim Ekspedisi PATRIOT UNDIP 2026. Dalam sambutannya, Wijayanto, Ph.D. berkata bahwa UNDIP berkembang sebagai komunitas epistemik global dengan misi menyalurkan pengetahuan menjadi solusi berdampak bagi permasalahan di masyarakat.

“Ini adalah kiprah kita sebagai duta universitas berdampak, untuk membangun daerah serta mendengarkan aspirasi masyarakat. Tim yang telah berangkat pada tahun 2025 melaksanakan tugas dengan baik dan lancar. Semoga tim Ekspedisi PATRIOT UNDIP 2026 programnya juga akan sangat sukses dan bermanfaat,” jelas Wakil Rektor IV UNDIP.

Prof. Dr.Ing. Wiwandari Handayani, S.T., M.T., MPS selaku Ketua Person in Charge (PIC) Tim Ekspedisi PATRIOT UNDIP mendukung penuh kegiatan ini dan mengajak seluruh peserta untuk bersinergi menyalurkan inovasi menuju pembangunan berkelanjutan. “Fokus program tahun ini kita mendukung pembangunan infrastruktur, komoditas, kelembagaan, dan sumber daya manusia,” terangnya.

Prof. Dr.Ing. Wiwandari Handayani, S.T., M.T., MPS selaku Ketua Person in Charge (PIC) Tim Ekspedisi PATRIOT

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNDIP, Prof. Dr.Ing. Ir. Suherman, S.T., M.T. menyatakan bahwa Ekspedisi PATRIOT adalah wujud dari komitmen perguruan tinggi dalam mendukung agenda pembangunan nasional melalui penguatan kawasan transmigrasi berbasis ilmu pengetahuan, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Program ini menjadi ruang aktualisasi bagi civitas academica untuk menghadirkan kontribusi nyata dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan di wilayah transmigrasi. Dalam  Pembekalan Tim Ekspedisi PATRIOT 2026, UNDIP menghadirkan 4 (empat) narasumber untuk memperkuat pemahaman materi dan perspektif komprehensif para peserta.

Materi pertama disampaikan oleh Dr. Ir. Jawoto Sih Setyono, MDP dengan judul “Kebijakan Pembangunan Transmigrasi di Indonesia dari Masa ke Masa.” Ia menyampaikan bahwa fokus Tim Ekspedisi PATRIOT di lapangan meliputi aspek historis, spasial, ekonomi, sosial dan kelembagaan, dan keadilan. Adapun kebijakan pengembangan kawasan transmigrasi mencakup 3 (tiga) domain yakni: (1) Pengembangan wilayah dan lokal; (2) Integrasi keruangan melalui peningkatan keterkaitan desa dan kota; (3) Peningkatan kapasitas kelembagaan pada berbagai level.

Narasumber kedua yaitu Annastasia Ediati, S.Psi., M.Sc., Ph.D. membawakan materi “Adaptasi Sosial dan Penguatan Kolaborasi Tim.” Menurutnya, keberhasilan program pembangunan desa tergantung pada penerimaan masyarakat, sehingga tim sebaiknya menggunakan pendekatan sosial budaya (social cultural entry) untuk melakukan adaptasi sosial. “Untuk meningkatkan kepercayaan, perlu menjalin komunikasi formal dengan pemangku kebijakan contohnya Dinas terkait, Camat, Kepala Desa. Kemudian komunikasi informal melalui sosialisasi bersama Kelompok Tani, Kader Posyandu, dan Penggerak PKK. Di beberapa daerah tertentu, tim juga perlu memperhatikan penghormatan atau prosesi meminta izin kepada Kepala Suku, atau dikenal Ondoafi di Papua,” jelas Annastasia.

Kemudian Dr. Nurul Hasfi, S.Sos., M.A. memaparkan materi “Komunikasi Efektif dalam Interaksi Sosial dan Publikasi.” Ia menyoroti komunikasi antarbudaya yang empatik dan etis dalam membagikan cerita ke sosial media dengan model ‘story-telling’. Dirinya menyebutkan, “Teknik story-telling bukan hanya sekadar konten, namun memadukan emosi, konten, dan identitas sehingga terbangun interaksi emosional dengan penonton. Menurut hasil penelitian Stanford GSB, konsep ini lebih mudah diingat sebanyak 22 kali sehingga audiens dapat lebih terhubung dengan cerita.”

Sementara itu, Robetmi Jumpakita Pinem, S.AB., MBA., Ph.D. memberikan wawasan mengenai “Penguatan Ekonomi Lokal melalui Pemberdayaan Masyarakat.” Penguatan ekonomi lokal dapat dibentuk melalui pemanfaatan sumber daya dan peningkatan potensi lokal yang langsung dikelola oleh masyarakat. Diharapkan melalui tim Ekspedisi Patriot UNDIP 2026, masyarakat di area transmigrasi dapat memperoleh pelatihan keterampilan, pendampingan usaha dan pengelolaan biaya, serta pemanfaatan akses digital.

Melalui Ekspedisi PATRIOT 2026, peserta akan menjalankan penugasan di sejumlah kawasan transmigrasi prioritas nasional, di Papua yaitu KT Senggi (Kabupaten Keerom, Papua) dan di Sumatera Selatan yaitu KT Petata (Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir), KT Parit Rambutan (Kabupaten Ogan Ilir), KT Telang (Kabupaten Banyuasin), dan KT Kikim (Kabupaten Lahat).

Penempatan peserta di berbagai wilayah tersebut diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi dan praktik pembangunan yang  memperhatikan aspek dinamika sosial, ekonomi, dan lingkungan lokal. Kehadiran tim juga diharapkan menjadi katalisator lahirnya model pembangunan kawasan yang adaptif, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

Adapun universitas mitra yang tergabung dalam Tim Ekspedisi PATRIOT UNDIP 2026, antara lain:

  1. Universitas Negeri Semarang
  2. Universitas Sriwijaya
  3. Universitas Gadjah Mada
  4. Universitas Brawijaya
  5. Universitas Semarang
  6. Universitas Negeri Yogyakarta
  7. Universitas Cendrawasih
  8. Institut Teknologi Sumatera
  9. Institut Pertanian STIPER Yogyakarta
  10. Universitas Muhammadiyah Surakarta
  11. Universitas Muhammadiyah Ponorogo
  12. Politeknik Negeri Jember
  13. Universitas Ronggolawe
  14. Universitas Terbuka
  15. Universitas Islam Indonesia
  16. Universitas Lampung
  17. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
  18. Politeknik Negeri Pontianak
  19. Universitas Syiah Kuala
  20. Universitas Pembangunan Panca Budi Medan
  21. Universitas Islam Sultan Agung

(Komunikasi Publik/UNDIP/Titis)

DiktisaintekBerdampak

UNDIP

/

5

Rate Now