UNDIP, Yaffi Kabupaten Keerom (20/9) – Sebanyak 43 siswa SMP Negeri 2 Web, Kabupaten Keerom, Papua, mengikuti edukasi kesehatan remaja yang diselenggarakan oleh Tim Ekspedisi Patriot Universitas Diponegoro (TEP UNDIP) Tim 6 pada Kamis (3/9). Kegiatan ini mengusung materi kesehatan reproduksi serta pencegahan bahaya rokok, vape, dan narkoba sebagai bagian dari program “Adaptive Edu-Health Senggi: Integrasi Layanan Pendidikan dan Kesehatan Berbasis Offline-First Technology di Kawasan Transmigrasi Yaffi, Keerom, Papua”.
Ketua Tim 6, Dzul Fahmi Afriyanto, S.KM., M.K.M., menyampaikan bahwa pendekatan interaktif menjadi kunci utama dalam menyampaikan materi kesehatan kepada para remaja di wilayah perbatasan. “Melalui pendekatan edukasi interaktif yang dilengkapi sesi tanya jawab, ice breaking, serta evaluasi pre-test dan post-test, kami berupaya menjadikan sekolah sebagai ruang strategis untuk membangun kesadaran kesehatan generasi muda secara berkelanjutan,” ujar Dzul Fahmi.
Sesi materi pertama berfokus pada kesehatan reproduksi remaja, khususnya memahami perubahan fisik dan emosional selama masa pubertas sebagai proses tumbuh kembang alami. Para siswa dibekali pemahaman mendasar mengenai pentingnya menjaga kebersihan organ reproduksi, menerapkan pola hidup sehat, pemenuhan nutrisi seimbang, hingga edukasi konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri untuk mencegah anemia. Selain itu, penekanan juga diberikan pada pengelolaan emosi serta pemahaman akan batasan dan privasi tubuh.
Pentingnya edukasi ini mendapat apresiasi dari pihak sekolah. Guru Agama Katolik SMPN 2 Web, Monika Jaban, S.Ag., menegaskan pentingnya pemahaman kesehatan sejak usia dini. “Masa remaja merupakan fase penting untuk mengenal dan memahami perubahan dalam diri. Pengetahuan yang tepat sejak dini diharapkan dapat membantu siswa menjaga kesehatan dan mengambil keputusan yang baik bagi dirinya,” tutur Monika Jaban.
Memasuki sesi kedua, pembahasan beralih ke pencegahan bahaya rokok, vape, dan narkoba. Tim Edu-Health TEP UNDIP meluruskan persepsi keliru mengenai vape dengan menjelaskan bahwa cairan yang dipanaskan menghasilkan aerosol yang mengandung nikotin, bahan kimia berbahaya, dan partikel mikro yang dapat merusak paru-paru. Demikian pula dengan rokok konvensional yang menghasilkan ribuan zat beracun seperti tar dan karbon monoksida.
Mengenai penyalahgunaan narkoba, tim menekankan dampak fatalnya terhadap fungsi otak, emosi, dan perilaku yang berujung pada ketergantungan. Dampak tersebut tidak hanya merusak kesehatan fisik, tetapi juga menghancurkan konsentrasi belajar, hubungan sosial, hingga masa depan pendidikan siswa. Untuk mengukur efektivitas kegiatan, TEP UNDIP melakukan evaluasi berbasis data. Hasil pre-test menunjukkan rata-rata nilai siswa sebesar 36,4, yang kemudian meningkat signifikan menjadi 45,5 pada post-test. Peningkatan rata-rata sebesar 9,1 poin ini menandakan adanya pergeseran pemahaman siswa ke arah yang lebih baik terhadap materi yang disajikan.
Sosialisasi ini sekaligus membawa semangat Adaptive Edu-Health Yaffi yang mengintegrasikan pendekatan pendidikan dan kesehatan untuk mendukung peningkatan pengetahuan dan kapasitas masyarakat di kawasan Transmigrasi Yaffi, Kabupaten Keerom, Papua. Bagi para siswa, kegiatan ini menjadi bekal berharga untuk menghadapi masa remaja dengan memahami perubahan tubuh, menjaga kesehatan diri, mengelola emosi, memilih lingkungan pertemanan, hingga berani menolak rokok, vape, dan narkoba.
Melalui pesan kunci “Tubuhmu adalah milikmu. Kenali, hormati, dan lindungi,” edukasi di SMPN 2 Web ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun generasi muda perbatasan yang lebih sehat, sadar, dan berani menentukan masa depannya. Sebab, satu keputusan tepat hari ini merupakan investasi berharga bagi masa depan.
Kegiatan edukasi interaktif ini merupakan bentuk komitmen nyata TEP UNDIP dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui peningkatan derajat kesehatan remaja, dan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyediaan edukasi kesehatan yang inklusif dan merata di kawasan 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). (Komunikasi Publik/UNDIP)






